Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 138


__ADS_3

Salma dan Mila pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju halaman belakang rumah ibunya yang memang ada 2 anak laki-lakinya yang kini sudah beranjak remaja dan anak Sandra yang baru menginjak bangku sekolah dasar.


Salma bertemu dengan Sandra yang sedang menemani anaknya bermain dengan ke dua anak Mila.


"Mama Sandra," panggil Salma langsung berlari saat melihat Sandra dan langsung memeluknya.


"Salma, kapan kamu datang nak?" tanya Sandra merasa kaget dengan kedatangan Salma.


"Barusan, ada papa sama kakek nenek juga di depan," jawab Salam melepas kan pelukannya.


"Salma sengaja ke Bandung?" tanya Sandra.


"Iya, aku mau temani papa untuk melamar tante Ayu untuk jadi mama aku," jawab Salma dengan polos.


Seketika Sandra terdiam saat mendengar kabar berita tersebut, setidaknya Syam juga pernah berkunjung ke rumah orang tua Sandra saat Syam melamar Sandra.


"Ternyata kamu memang bukan jodoh ku Syam, semoga kamu lebih bahagia bersama dia yang kamu cintai saat ini. Dan semoga dia bisa jadi yang terbaik untuk mu dan Salma," batin Sandra.


"San, kamu mau ikut temui Syam? Atau mau di sini aja," tanya Mila.


"Aku di sini aja kak, temani anak-anak," jawab Sandra yang memang terlihat ada kesedihan di wajahnya.


"Ya sudah kakak masuk ya," ucap Mila melangkah pergi ke dalam rumah meninggal kan Salma dan Sandra yang terlihat sangat dekat sekali.


"Mama Sandra aku kangen banget sama mama Sandra, kenapa mama Sandra ga pernah telpon aku sih?" tanya Salma.


"Mama kan tau kamu sibuk sekolah dan belajar sedang kan mama sibuk kerja di rumah sakit, jadi ga sempat telpon kamu. Maaf ya, lain kali kamu yang telpon mama ya jadi mama tau kamu sibuk apa ga," jawab Sandra beralasan.


"Oke deh, oh iya mama tau hari ini aku ulang tahun loh ma," ucap Salma tersenyum bahagia.


"Ini kado dari papa kemarin ma, bagus ga?" tanya salma menunjukan satu set perhiasan yang di pakai olehnya.


"Waaahh, bagus sayang. Cantik," ucap Sandra.


"Selamat ulang tahun ya nak, semoga kamu selalu di kelilingi orang yang menyayangi mu, tambah pintar, banyak rezeki pokonya doa terbaik untuk anak baik dan cantik satu ini, amin," sambung Sandra mendoa kan Salma dan di amin kan oleh Salma dan kedua anak Mila.


"Terima kasih ya mama doanya dan kakak-kakak terima kasih sudah mau mendoa kan aku," ucap Salma tersenyum bahagia.


"Oh iya, Salma mau kado apa dari mama Sandra?" tanya Sandra.

__ADS_1


"Kan tadi udah kasih doa terbaik untuk ku, itu udah lebih dari cukup untuk ku," jawab Salma kembali tersenyum dan memeluk Sandra.


Sementara di ruang keluarga, Syam merasa canggung berhadapan dengan ibu Sandra karna bagaimana pun ibunya sempat memberi kan restu meski pun akhirnya restu itu hilang begitu saja.


"Jadi kamu menikah untuk yang ke berapa kali Syam?" tanya ibu Sandra.


"Yang ke 2 kali bu dan mudah-mudahan yang terakhir," jawab Syam.


"Anak mu juga sudah besar, kelas berapa dia?" tanya ibu.


"Kelas 6 bu, harusnya kelas 4. Salma 2 kali loncat kelas," jawab Syam.


"Wah, pandai juga ya anak mu," ucap ibu.


"Sudah malam, ayo kita ke rumah ku. Ibu pasti cape setelah perjalanan dari Jakarta ke Bandung, mari ayah dan ibu istirahat dulu di rumah ku," ajak Doni.


"Bu aku pamit ya, mau ajak ayah dan ibu istirahat di rumah," sambung Doni berdiri dari tempat duduknya dan membantu ibunya berdiri.


"Bu kami pamit ya, maaf sudah merepot kan dan mengganggu waktunya," ucap ibu sungkan.


"Iya silah kan," ucap ibu singkat.


Salma pun pamit pada Sandra dan segera menghampiri Syam yang hendak pergi dari rumah orang tua Sandra.


"Selamat menempuh hidup baru ya Syam, semoga dengan istri mu yang sekarang kamu bisa setia dan bahagia selalu," ucap ibu dengan nada sindiran.


"Iya, terima kasih atas doanya," ucap Syam seolah tak mau mendengar apa pun dari ibu Sandra yang seakan tidak senang dengan kedatangan Syam ke rumahnya.


Doni dan kedua orang tuanya pergi dari rumah orang tua Mila tanpa mengajak anak dan istrinya.


"Mas Doni kenapa ya, kenapa ga ngajak aku sama anak-anak untuk pulang," batin Mila bertanya-tanya.


Mila pun bergegas menyusul Doni dan mengajak ke 2 anaknya yang sedang asyik bercengkrama dengan anak Sandra.


"Nak ayo kita pulang, papa udah pulang duluan sama kakek dan nenek," ajak Mila pada ke dua anaknya.


"Aku nginep di sini aja ya ma, aku masih kangen sama adek El," ucap kakak.


"Adek juga ya ma," ucap anak bungsu Mila.

__ADS_1


"Ya udah mama pulang ya," ucap Mila.


"Udah pada pulang ya kak?" tanya Sandra.


"Udah dek, mas Doni tiba-tiba ngajak pulang ke dua orang tuanya karna ibu terus menyindir Syam. Ga tau ah, pusing kakak juga," ucap Mila menjelas kan.


"Ya udah kakak pulang dulu ya, kakak titip anak-anak," sambung Mila.


"Iya kak," ucap Sandra singkat.


"Memangnya ibu kenapa sih, jadi penasaran," gerutu Sandra berdiri dari duduknya.


"El, mama ke dalam dulu ya mau bicara sama kakek dan nenek. Kamu di sini dulu ya," ucap Sandra.


"Iya ma," ucap El rumi singkat.


Sandra pun melangkah pergi meninggal kan El rumi dan kedua anak Mila menuju ruang keluarga dimana bapak dan ibunya masih duduk membicara kan Syam.


"Coba ya dulu Syam jadi menikah dengan Sandra, mungkin pernikahannya bakalan awet sampai sekarang," gerutu ibu.


"Bu, boleh aku bicara dengan ibu?" tanya Sandra.


"Boleh nak, duduk lah," ucap ibu menyuruh Sandra duduk di sampingnya.


"Tadi aku tau ada keluarga Syam kemari, tapi kenapa ga lama bertamunya?" tanya Sandra penasaran.


"Mungkin mereka memang sudah mau pulang aja, memangnya kenapa?" jawab ibu kembali bertanya.


"Ga apa-apa sih, tapi kan dulu ibu paling betah kalau udah ngobrol sama Syam," ucap Sandra.


"Itu kan dulu nak," ucap ibu.


"Ibu tau, sekarang Syam memiliki usaha di bidang kuliner. Syam mempunyai banyak cabang restoran di Jakarta bahkan di Bogor dan Depok juga ada loh," ucap Sandra memberi tau ibunya sedikit informasi tentang Syam.


"Dan beberapa waktu lalu, aku menangani Syam saat Syam mendapat musibah kecelakaan. Dari mulai masuk di IGD dalam keadaan pingsan sampai Syam pulang dalam keadaan sehat kembali," sambung Sandra.


"Terus perasaan kamu gimana setelah sering bertemu dengan Syam?" tanya ibu.


"Maksud ibu perasaan ku yang mana? Kalau yang dulu udah aku buang jauh-jauh tapi yang sekarang aku menganggapnya hanya sebatas saudara dari kak Doni aja ga lebih tapi kalau di rumah sakit ya dokter dan pasien ga lebih," ucap Sandra menjelas kan.

__ADS_1


__ADS_2