
Sepulang dari kampus, Lala tak langsung pulang kerumahnya, melainkan memilih untuk berkeliling mall untuk mencari barang yang akan ia beli.
Ia berniat untuk membeli sebuah jam tangan untuk ulang tahun papa nya besok, tanpa teman ia bisa memilihnya sendiri yang sesuai dengan kriteria papa nya.
Ia terus memilih, hingga 20 menit berlalu, dia telah menemukan jam yang cocok, setelah membayarnya, ia pun berjalan hendak menuju ke parkiran.
Namun tiba tiba ia bertabrakan dengan seorang pemuda tampan yang lebih tinggi darinya.
"Maaf maaf" ucap keduanya seraya mengambil barang mereka yang terjatuh.
Setelah selesai mengambil barang masing masing yang terjatuh, mereka pun saling tatap, betapa terkejutnya keduanya saat melihat siapa yang berada didepan mereka.
"Elo" gumam mereka yang masih tak menyangka bahwa mereka akan bertemu kembali.
Keduanya pun saling senyum dan berjalan saling melalui begitu saja.
Namun sebelum Lala menjauh, tiba tiba pemuda tadi teringat dengan amanah dari kekasihnya yang telah tiada, cepat cepat ia kembali menghampiri Lala yang masih belum terlalu jauh darinya.
"La" panggilnya seraya menarik satu tangan Lala, kini keduanya berhadapan, manik mata mereka saling bertemu, jarak yang amat dekat diantara keduanya membuat rasa canggung.
"Eum?"
"Ada yang mau gue omongin, bisa ga kita ngobrol sebentar di cafe mall?" Pintanya dengan wajah serius.
Lala pun berfikir sejenak, kemudian ia mengangguk menyetujuinya.
Keduanya pun berjalan berdampingan menuju cafe mall tanpa sepatah kata, sespainya di cafe, mereka hanya memesan minuman tanpa makanan.
Sambil menunggu minuman datang, mereka pun memulai percakapannya.
"Apa yang mau elo omongin?" tanya Lala dengan raut wajah malas menanggapi.
__ADS_1
"Ini" jawabnya seraya memberikan secarik amplop berisikan kertas penting.
Lala membuat raut wajah kebingungan, namun tanpa pikir panjang, ia langsung membuka amplop tersebut.
Perlahan ia baca, awalnya ia tak mengerti akan maksud dari isi kertas tersebut namun saat ia baca berulang kali, barulah ia paham akan arti dari isi kertas tersebut.
Tiba tiba sebuah gumpalan air yang tersimpan disudut matanya seketika lolos terjatuh di pipi mulus nya.
Ia memeluk kertas tersebut dengan air mata bahagia, ia sangat tak menyangka kakak yang kini ia nanti nanti kan adalah sahabatnya sendiri.
"Dimana kakak gue?" tanya nya dengan perasaan sangat gembira, ingin sekali ia bertemu dengan kakaknya.
Pemuda tadi yang identitasnya adalah mantan kekasih kakak Lala yaitu Raja, ia tak kuasa untuk berbicara, air matanya tiba tiba terjatuh merasa sangat kasihan melihat wanita yang berada didepannya tersebut.
Tanpa mengeluarkan suara, ia memperlihatkan sebuah foto yang disana terdapat Yara yang masih dalam keadaan koma, ia juga memberikan sebuah foto pemakaman Yara dan juga batu nisan Yara.
"I-ini Yara?" tanya nya dengan air mata yang masih terus mengalir, namun saat melihat foto foto tersebut air matanya mengalir bertambah deras, paru parunya menjadi sesak.
Raja hanya mengangguk, air matanya juga masih setia keluar dari mata indahnya, tak kuasa melihat tangis wanita didepannya tersebut.
"Tenang la tenang, ini Yara.... Yara meninggal 3 tahun yang lalu begitu juga dengan Jessica yang ikut menyusul kepergian Yara" jelas raja berusaha menenangkan Lala yang masih bersikeras kalau Yara masih hidup.
"Enggak mungkin!! pasti elo bohong, apa maksud elo ja bohongin gue?" bentaknya mulai terbalut emosi.
Raja pun berdiri dari duduknya, ia menghampiri Lala yang duduk didepannya lalu memeluknya erat.
"La, gue ga bohong la, gue juga sedih gue nangis gue ga rela saat Yara pergi ninggalin gue, sama hal nya dengan elo yang juga ditinggalin Yara"
"Kita sama sama merasa kehilangan la, mana mungkin gue bohong, dia minta gue kasih surat ini ke elo, dia juga minta agar gue ga nangisin kepergian dia, tapi mana bisa gue ga nangis"
"Kenapa elo ga bilaaaaang hiks hiks, gue mau ketemu sama Yara!" teriaknya meramaikan isi cafe, ia terus memukul mukul dada bidang raja, menangis sejadi jadinya.
__ADS_1
Keduanya kini menjadi bahan tontonan orang orang berada di cafe tersebut.
"Gue sama Dion udah berusaha chating elo, kita juga udah coba cari semua sosial media elo, tapi hasilnya nihil sampai akhirnya kita dipertemukan lagi secara langsung disini"
"Huaaa hiks...hiks"
Tangis Lala semakin pecah, karena tak ingin membuat keributan, raja pun langsung menggendong Lala membawanya masuk kedalam mobilnya, ia tak memikirkan minuman mereka yang telah dipesan sebelumnya, yang ia bawa hanyalah surat tes DNA, barang belanjaan Lala dan tas milik Lala.
Sesampainya didalam mobil, ia mencoba menenangkan Lala yang masih terus menangis.
"Bawa gue pulang ke rumah" pinta Lala dengan sesekali mengusap air matanya.
"Gue ga tau rumah elo dimana"
Lala pun memberikan handphone nya yang berisikan alamat rumahnya tersebut, bahkan ia tak lupa meminta raja untuk menelefon supir pribadinya agar langsung saja pulang ke rumah membawa mobil Alphard nya.
Raja pun mengikuti arahan dari handphone Lala untuk menuju ke rumah milik orangtua Lala, ia juga sesekali melihat Lala yang duduk di jok belakang dari kaca.
'maafin gue la, maafin gue yang baru sekarang bisa ngasih tau elo tentang kabar ini' batin raja menatap iba Lala yang masih terus menatap foto Yara dilayar handphone milik raja.
'gue tau rasa sakit yang ada diposisi elo sekarang ini, baru aja tau tentang kabar kakak elo, elo harus merasakan sakit akibat kabar kepergian kakak elo'
'ra, kenapa elo ninggalin gue sih, padahal gue udah nunggu bertahun tahun tentang kabar kakak gue, padahal gue pingin banget cerita, berbagi kisah sama elo, pingin banget dijagain dimanjain sama elo, gue pingin ngerasain disayang sayang sama kakak' batin Lala.
"Apa penyebab meninggalnya Yara ja?" tanya nya yang mulai sedikit tenang.
"Dia sakit leukimia, 5 bulan dia ngerasain sakit itu, tapi sekarang dia udah ga ngerasain sakit itu lagi kok, dia udah bahagia di surganya tuhan, jangan tangisi dia la, biarkan dia bahagia" jawabnya.
Lala hanya tersenyum getir mendengarnya, air matanya mulai jatuh kembali, perasaan tenangnya kini berubah kembali.
'Ra maafin salah gue selama ini ya, gue juga mau berbagi ibu sama elo, karena elo selama ini ga pernah merasakan kasih sayang seorang ibu kan, tapi gapapa bagi gue elo kakak yang hebat, elo kuat bisa melawan penyakit ini, meskipun akhirnya elo gugur dalam pertarungan melawan penyakit Lo ini'
__ADS_1
'selamanya gue sayang sama elo, elo kakak yang hebat, gue akan terus berduo buat elo, gue akan jadiin elo kenangan yang paling indah selama lamanya, pertemuan kita emang cuma bentar tapi kenangan kita akan selama lamanya kak'
~•~