Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 130


__ADS_3

Tok tok tok.


"Papa," panggil Salma membuka pintu ruang kerja Syam.


Ternyata Syam memang ada di dalam sedang sibuk dengan laptopnya.


"Iya ada apa nak?" tanya Syam.


Salma pun masuk dan berdiri di samping Syam yang sedang duduk dan sibuk mengetik laporan pemasukan dan pengeluaran restoran.


"Papa kan baru pulang dari rumah sakit, kenapa papa udah langsung kerja aja?" tanya Salma.


"Nak, papa kan punya kamu yang harus tetap makan dan ada banyak karyawan yang harus papa gaji. Kalau papa ga kerja keras orang-orang yang sudah bantu papa gimana siapa yang akan membayar mereka dan gimana dengan keluarga yang bergantung pada mereka," ucap Syam.


"Tapi kan papa belum sepenuhnya pulih pa, di luar papa sehat tapi di dalam siapa yang tau. Papa tetap harus menjaga kesehatan papa," ucap Salma.


"Oh iya pa, tadi Natasya kasih tau aku kalau besok pagi dia mau ke Jakarta mau ketemu papa. Sekelian jengukin papa juga," sambung Salma.


"Tapi tante Ayu ga ada bilang apa-apa sama papa," ucap Syam langsung berhenti mengetik laporan dan menutup laptopnya.


"Coba cek ponsel papa, kali aja tante Ayu kirim chat tapi papa ga baca chat nya. Papa kan super sibuk mana ada waktu baca chat apa lagi balas chat," ucap Salma dengan nada menyindir Syam.


Syam mengambil ponselnya untuk mengecek pesan masuk yang ada di ponselnya, ternyata benar saja banyak chat dari Ayu yang belum di buka oleh Syam.


Salma mengintip saat Syam membuka ponselnya, dan mulai memojok kan papanya.


"Tuh kan apa yang aku bilang, papa ku tuh super sibuk ga sempat baca chat masuk," ucap Salma.


"Di baca dong pa terus di balas chat nya biar tante Ayu ga spam chat kaya gitu ke papa," sambung Syam.


Syam membaca satu demi satu pesan yang masuk dari Ayu dan membalas pesan terakhir yang masuk.


"Nah gitu dong pa, ga usah gengsi kalau memang mau sama tante Ayu," ucap Salma lagi.


"Ish kok anak gadis papa cerewet sekali ya, rasanya papa pengen gelitikin tanpa ampun," ucap Syam mencolek pinggang Salma.


"Ih papa geli tau," ucap Salma.

__ADS_1


Salma dan Syam tertawa lepas seperti tanpa batas dan beban di antara mereka berdua.


"Udah pa, aku cape ketawa terus," ucap Salam.


"Makanya jangan coba-coba sama papa," ucap Syam.


"Oh iya pa, aku boleh nanya sesuatu sama papa," ucap Salma.


"Boleh dong sayang, kamu mau nanya apa," ucap Syam.


"Pas di rumah sakit kemarin papa kan butuh donor darah, terus aku ikut di periksa untuk donor. Tapi golongan darah ku ga sama dengan papa atau aku golongan darah ku sama dengan mama?" tanya Salma.


"Emm, kayanya sih sama. Papa lupa golongan darah mama Indri," ucap Syam beralasan.


"Apa papa ga simpan catatan pemeriksaan golongan darah mama?" tanya Salma.


"Papa simpan cuman papa lupa simpan dimana, nanti papa cari kan ya. Papa juga lupa golongan darah kamu apa," ucap Syam tertawa kecil.


"Ish papa gitu, sama anak sendiri lupa. Makanya jangan terlalu sibuk jadi lupa segalanya, jangan-jangan hari ulang tahun ku papa lupa juga," ucap Salma cemberut.


"Ulang tahun mu seminggu lagi kan, kalau itu pasti papa ingat," ucap Syam membelai rambut panjang Salma.


Seketika Salma tersenyum dan menyampai kan keinginan terbesarnya.


"Aku hanya ingin di raya kan berdua saja sama papa, kalau kado mama baru papa mau kabul kan ga," ucap Salma.


"Kita raya kan ulang taun mu berdua aja, apa tidak terlalu sepi cuma berdua. Kalau di tambah nenek sama kakek sama om kembar gimana?" ucap Syam.


"Terus kadonya?" tanya Salma.


"Kalau kado yang lain gimana sayang, kan butuh waktu dan proses yang panjang untuk bisa dapat mama baru yang pas dan cocok. Kalau misalnya mama barunya cuma mau uang papa gimana atau mama baru cuma sayang papa aja sedang kan kamu sengsara ga di urus," ucap Syam memberi pengertian.


"Papa, aku tau kok tante Ayu ga gitu orangnya. Tante Ayu sayang banget sama Natasya meski pun sibuk kerja tapi dia bisa tetap ada waktu buat Natasya," ucap Salma menjelas kan.


"Nanti papa pikir kan lagi ya, sekarang kamu istirahat ya. Kalau besok tante Ayu mau ke sini, kita harus ada persiapan juga," ucap Syam mulai susah menjelas kan pada Salma yang semakin pintar menjawab apa yang di kata kan oleh Syam.


"Iya pa, papa juga istirahat ya jangan kerja terus. Nanti papa sakit lagi," ucap Salma.

__ADS_1


"Iya sayang," ucap Syam mencium kening Salma dan Salma memeluk Syam.


"Selamat malam pa," ucap Salma lalu melangkah pergi menuju pintu keluar ruangan kerja Syam.


"Selamat malam Sayang," ucap Syam.


"Tuhan jika Ayu memang jodoh terakhir yang Engkau kirim untuk ku, aku menerima semua ketetapan yang sudah Engkau takdir kan untuk ku. Jadi kan ia yang terbaik dan terkahir untuk ku," batin Syam.


...***...


Sabtu pagi Salma sudah bangun dan mengajak mba Surti ke pasar untuk belanja sayuran yang akan di masak untuk di suguh kan pada Ayu nanti.


Hari sabtu memang Salma libur sekolah, jadi bisa membantu mba Surti dan asisten rumah tangga yang lain.


Sepulang dari pasar, Salma membantu mengiris sayuran dan mencuci sayuran yang akan di masak. Meski pun yang memasak tetap mba Surti.


"Udah jam segini kok papa belum bangun ya," gerutu Salma.


"Sarapan udah siap kan mba ya, aku bangun kan papa dulu ya mba," ucap Salma bangun dari duduknya di kursi yang ada di dapur.


Salma pun berjalan menaiki tangga untuk sampai ke kamar Syam yang ada di lantai atas.


Tok tok tok


"Papa," panggil Salma.


"Loh kok kosong, apa papa di kamar mandi ya," gerutu Salma mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi Syam.


"Papa, sarapannya udah siap. Selesai mandi papa langsung turun ya, aku tunggu," teriak Salma.


"Iya nak," ucap Syam.


Salma keluar dari kamar Syam lalu turun menuju ruang makan.


Tak lama Syam pun turun dengan mengguna kan pakaian rapih dan santai dan Salma sudah menyiap kan roti dengan selai coklat kesukaan Syam dan segelas susu coklat hangat.


"Papa mau ke mana pagi-pagi udah rapih dan wangi gini?" tanya Salma.

__ADS_1


"Ga kemana-mana sayang, kan mau ada tante Ayu jadi papa siap-siap menyambut tante Ayu," ucap Syam.


__ADS_2