Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
CTHM 54


__ADS_3

Keesokan pagi nya, lala telah bangun, ia duduk sendiri di balkon dengan pandangan kosong menatap pepohonan.


'leo, Lo sekarang lagi apa ya disana? apa Lo bisa denger apa yang gue bilang?' batin Lala.


'elo kangen ngga sama gue?, gue kangen banget loh sama elo'


saat Lala terus membatin, tiba tiba Willy datang dari arah belakang mengejutkan Lala yang masih terhanyut dalam lamunannya.


"Weii!!!" Teriak Willy membuat Lala terkejut dan langsung memukul lengan Willy.


"Apa apan sih bang, ngagetin aja" ambek Lala.


"Lo ngapain ngelamun pagi pagi gini?, awas kesambet loh ahahaaha" ucap Willy diiringi dengan tawa.


"Gue kangen Yara sama Jessica" jawab Lala.


"Kenapa ga ketemuan aja, mumpung elo lagi ada di Jakarta kan" balas Willy.


"Masalahnya, Yara masih ada di luar negeri, kalo Jessica entah ga ada kabar" jawab Lala dengan raut wajah sedih.


"Dahlah jangan sedih Mulu, senyum dong"


Lala pun tertawa kecil dan tersenyum manis.


"Aaaa gemes banget adek gue" ucap Willy yang teramat gemas melihat Lala tersenyum.


"Elo masih sekolah bang?" Tanya Lala.


"Iya lah"


"Ohh, bang nitip salam buat Dion, Yara, Jessica sama Raja ya, jangan lupa!" Pinta Lala.


"Oke siap"


"Oh ya bang, bilang juga ke Dion pulang sekolah gue mau ketemu dia di cafe deket sekolah"


"Cafe deket sekolah kan banyak"


"Dia pasti tau kok"


"Yaudah oke"


"Makasih ya"


"Hmm, yaudah gue mau siap siap ke sekolah dulu byee"


****


Willy yang telah sampai disekolah, ia berjalan sendiri menuju kelasnya.

__ADS_1


Ia duduk dibangkunya seraya mencoret coret kertas.


"Kenapa Lala ngajak ketemuan sama Dion?" gumam Willy yang sedikit kesal.


"Sebenernya ada hubungan apa sih mereka?!"


Saat ia terus mengoceh, menumpahkan kekesalannya, tiba tiba Jessica datang dengan raut wajah murung.


"Kenapa Jess?" Tanya Willy.


"Ahh, ehmmm ngga papa" jawab Jessica.


"Oh, dapet salam dari Lala"


"Makasih" jawab Jessica.


"Bilang ke Yara juga, dapet salam dari Lala"


Jessica terdiam, dan tiba tiba air matanya lolos turun dari matanya.


"I-iya Will, dapet salam juga dari Yara buat Lala, katanya jangan pernah lupain dia hiks" balas Jessica dengan air mata yang terus mengalir deras, ia menutupi air mata tersebut dari Willy yang duduk dibelakangnya.


"Lo nangis Jess?"


"E-enggak, gue cegukan tadi" jawab Jessica dengan cepat cepat menghapus tetesan air matanya.


Hingga tiba waktunya bel masuk berbunyi.


****


"Eh bang Willy, ada apa?" Tanya Dion.


"Lo ada hubungan apa sama Lala?"


"Kepo ya" goda Dion. "Gue sama Lala cuma sahabatan kok, kenapa?"


"Bohong"


"Beneran bang, suer... tanya aja Lalanya"


"Lo dapet salam dari Lala, trus pulang sekolah ini Lo diajak ketemuan di cafe deket sekolah katanya"


"Oh oke, thanks info nya"


Dion sangat bersemangat, ia menancapkan gas nya menuju cafe dekat sekolah yang dimaksud Lala.


Benar saja, sesampai disana Dion telah ditunggu oleh Lala yang telah memesan makanan dan minuman untuk dirinya dan Dion.


"Maaf, nunggu lama ya la?"

__ADS_1


"Ngga kok"


"Oke, elo kenapa? Kok keliatannya kayak habis nangis?" tanya Dion yang khawatir.


"Gue boleh curhat?"


"Boleh"


Lala pun menceritakan tentang hal buruk yang menimpanya kemarin, ia menceritakan hal tersebut dengan terus diiringi dengan tangis yang membuatnya sesak nafas.


Mendengar hal tersebut, entah mengapa Dion ikut menangis melihat kesedihan yang dirasakan oleh sahabatnya tersebut.


Entah mengapa Dion seperti ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Lala, dulu ia pernah merasakannya saat ia mempunyai sahabat perempuan, dan sahabatnya meninggalkan dia selama lamanya akibat kecelakaan mobil.


"La, elo yang sabar ya, jangan sedih terus ya la, ada gue.... gue akan selalu ada buat elo" jawab Dion mencoba menenangkan Lala, ia pun memeluk erat tubuh Lala.


"Makasih di, gue bingung harus cerita sama siapa, Jessica sama Yara ga ada kabar, gue kangen sama mereka hiks hiks"


"Gue beberapa hari ini ga ngeliat keberadaan Yara, kalo Jessica sih sering liat tapi dia tiap hari bengong, menyendiri, nangis.... gue slalu ngeliat dia menyendiri dihalaman belakang sekolah kayak elo" ucap Dion seraya melepas pelukannya.


"Nangis?, kenapa? elo ga coba tanya tanya kenapa dia nangis?"


"Gue ga terlalu deket sama Jessica, lagian Jessica kalo dideketin gue menghindar"


"Hmm, Raja kemana? dia masuk sekolah kan?"


"Iya, Raja juga sama kayak Jessica, dia lebih sering menyendiri, bengong, kadang juga gue ngeliat matanya sembab kek habis nangis gitu, gue juga ga berani tanya"


"Raja sama Jessica kenapa ya"


"Bahkan dia udah ngundurin diri jadi ketua OSIS"


"Kenapa?"


"Ga tau"


Cukup lama mereka mengobrol, hingga akhirnya keduanya memutuskan untuk pulang.


sebelum pulang kerumahnya, Dion mengantarkan Lala lebih dulu ke rumah Willy.


"Mampir dulu" tawar Lala.


"Ngga deh, gue langsung pulang" jawab Dion.


"Yaudah, hati hati dijalan byee" ucap Lala dengan menampilkan senyumannya.


"Iya byee"


Dion pun pulang kerumahnya.

__ADS_1


~•~


__ADS_2