
Keesokan pagi nya, Lala dan Willy telah siap dengan seragam rapi nya, setelah sarapan keduanya mencium punggung tangan Mama Yuri sebelum pergi ke sekolah.
"Ma kita berangkat ya" ucap Lala dengan tersenyum.
"Iya, hati hati di jalan, jaga adek nya baik baik ya bang!" Titah Yuri pada Willy.
"Siap Tante" saut Willy dengan tersenyum dan mengangguk.
Lalu, kedua remaja tersebut pun berangkat menuju sekolahnya.
Sesampai diparkiran sekolah, Lala dan Willy turun dari motor nya dan berjalan bersama menuju kelas masing masing.
Sesampai di depan kelas Lala ~
"Yang fokus ngerjain soal nya, semoga berhasil dapet nilai yang tinggi" ucap Willy menyemangati Lala.
Lala tersenyum manis dan mengangguk, lalu ia masuk kedalam kelasnya.
'gue lebih baik mencintai dalam diam, gue bahagia kalo liat Lo bahagia' batin Willy dengan tersenyum menatap Lala yang masuk kedalam kelasnya.
Lalu ia pun melanjutkan perjalanannya menuju kelasnya.
"banyak cewek didunia ini tapi kenapa gue harus suka sama Lala, sama sepupu sendiri, padahal gue tau kalo kita ga akan bisa bersama" oceh Willy dalam kesendiriannya berjalan menuju kelas.
"gue harus cari seseorang yang baik buat Lala biar gue bisa ngubur perasaan ini, lebih baik hancur sekarang sebelum lebih parah dikemudian hari" gumam Willy.
Tak lama bel masuk pun berbunyi dan ujian pun segera dilaksanakan.
*****
Di jam istirahat, seperti biasa Lala lebih memilih untuk menyendiri dari keramaian.
ditempat seperti biasa yaitu halaman belakang sekolah, lala mempelajari materi materi yang diperkirakan akan keluar pada soal mata pelajaran selanjutnya.
Raja yang melihat Lala dari kejauhan, ia berjalan mendekat ke arahnya.
"La" panggil Raja.
"Eum?" Jawab Lala yang sontak menoleh ke belakang.
'ngapain Raja kesini?' batin Lala.
Raja pun duduk disebelah Lala sambil menatap Lala, empat mata bertemu saling tatap, keduanya hanya diam tanpa suara dengan terus saling tatap.
'gue kangen sama posisi ini ja, gue kangen duduk deket elo, gue kangen tatapan mata coklat elo, pokoknya gue kangen semua dari elo yang dulu' batin Lala dengan menahan tangis.
__ADS_1
Entah mengapa setiap Lala berada didekat Raja, ia slalu ingin menangis.
'kenapa my first love broke my heart, apa salah gue suka sama seseorang?' batin Lala dengan menatap sendu wajah Raja.
'tapi bukan dia yang salah, gue yang salah mencintai seseorang, gue salah milih orang yang udah punya pacar, kenapa gue bego' batin Lala.
"La bisa ga kita jadi temen deket lagi kayak dulu?" Tanya Raja.
'temen deket?, bukan berarti temen deket punya rasa yang lebih' batin Lala.
Lala menghela nafas lalu menjawab pertanyaan Raja "kan elo nya sendiri yang ngejauh dari gue, kenapa sekarang tiba tiba elo mau jadi temen gue lagi?, kalo gue sih slalu nerima elo jadi temen gue" jawab Lala.
"Maaf, gue ngejauh juga karena gue ga mau nyakitin perasaan Yara" Jawab Raja.
"Tapi elo nyakitin perasaan gue ja!!" Balas Lala dengan nada tinggi.
"Ma-maaf"
"Lo tau ga sih, elo itu temen pertama gue dan elo tiba tiba ngejauh dari gue gitu aja, betapa kecewa nya gue ja" Jawab Lala dengan air mata yang lolos keluar dari mata cantiknya.
'bukan hanya temen pertama gue, tapi elo juga cinta pertama gue, yang buat gue patah hati pertama kali soal cinta' batin Lala.
"Gue minta maaf la" ucap Raja dengan menghapus air mata Lala.
"Sekarang gue minta elo pergi dari sini, gue mau sendiri" titah Lala.
"Pergi!!!" Sentak Lala.
"Oke Fine gue pergi" jawab Raja yang langsung berjalan pergi meninggalkan Lala sendiri
"Kalo elo deket deket gue, gue yang akan terus tersakiti ja, karena elo sama Yara saling cinta ga mungkin gue rebut Lo dari Yara, sedangkan elo cuma anggap gue temen" oceh Lala dengan tangis yang mengalir deras di pipi nya.
Disaat air matanya yang terus mengalir, dengan paksa air mata tersebut dihentikan oleh Lala karena bel masuk telah samar samar berbunyi.
Dan ujian mata pelajaran kedua pun dimulai.
*****
'akhhh susah banget sih' batin Lala dengan mengacak acak rambutnya frustasi.
Raja dan Dion yang melihat Lala mengacak acak rambutnya, mereka merasa kasihan, mereka mungkin tau kalau Lala sulit mengerjakan soal soal tersebut.
Keduanya dengan cepat menyalin jawaban masing masing, mereka tulis disebuah kertas lalu dilempar di meja Lala yang berada di belakang, beruntung guru penjaga tak tau akan hal itu.
Lala tampak kebingungan dengan Raja dan Dion yang melempar 2 kertas ke arahnya.
__ADS_1
"Apa?" Tanya nya tanpa suara.
"Buka aja" balas keduanya juga tanpa bersuara.
"Lah kok sama" ucap Dion dan Raja saling tatap.
'mereka peka banget sih' batin Lala dengan tersenyum, melihat isi kertas dari keduanya dengan cara membukanya dibawah meja.
"Makasih" ucap Lala pada keduanya.
Keduanya pun mengangguk.
Dengan senang hati, Lala menulis jawaban yang mereka berikan pada soal yang belum ia isi.
****
Bel pulang berbunyi, semua murid berhamburan keluar dari ruang kelas.
Saat Lala keluar dari ruang kelasnya dengan santai, ternyata kedua sahabatnya telah menunggunya sedari tadi.
"Ehh Yara, Jessica.... Maaf kalian udah nunggu lama ya" ucap Lala merasa tidak enak.
"Ngga kok" jawab mereka berbohong dengan tersenyum.
Keduanya pun berjalan bersama menuju ke parkiran sekolah.
"Gimana ujiannya? Lancar?" Tanya Jessica pada kedua sahabatnya.
"Lancar sih gue" jawab Yara.
"Gue kagak, lancar nya yang mapel pertama doang" jawab Lala.
"Kok bisa? Elo ga belajar ya?" Tanya Yara.
"Udah belajar, tapi entah kenapa gue ga fokus" jawab Lala.
"Hah dahlah, besok Lo harus fokus oke adkel?" Balas Jessica.
"Oke kakel, gue harus fokus, malu dong kalo ntar nilai gue jelek" jawab Lala.
Yara dan Jessica mengangguk seraya memberi Lala semangat.
Tak terasa, mereka telah sampai diparkiran sekolah.
Lala naik ke atas motor trail milik Willy, sedangkan Yara dan Jessica masuk kedalam mobil Ayla milik Jessica.
__ADS_1
dan mereka pun pulang ke rumah masing masing.
~•~