
Selesai sarapan, Lala segera memasang sepatu nya dan beranjak berangkat ke sekolah diantar oleh mama tercinta.
Selama diperjalanan tak ada percakapan diantara ibu dan anak tersebut, sang mama fokus menyetir sedangkan sang anak fokus membaca materi materi yang akan keluar pada ujian tengah semester ini.
Sesampai di depan sekolah, sebelum turun Lala mencium punggung tangan mamanya terlebih dahulu.
"Ma, Lala sekolah ya... Mama hati hati dijalan" ucap Lala dengan tersenyum tipis.
"Iya sayang, kamu harus fokus sama ujiannya ya" ucap Yuri seraya mencium kening anak gadisnya.
Lala membalasnya dengan anggukan lalu keluar dari mobil dan Memasuki area sekolah, berjalan santai menuju kelasnya.
Saat ditengah tengah perjalanan, seperti biasa Yara mengejutkannya dari belakang dengan cara menepuk pundaknya.
"Heii" sapa Yara. Lala hanya menoleh ke arah Yara dengan malas.
"Fighting ujiannya ya" ucap Yara memberi semangat.
Lala tersenyum lebar dan mengangguk.
"Fighting juga, jangan gagal fokus mikirin raja terus" ucap Lala.
"Heh, iya iya" jawab Yara seraya memukul lengan Lala pelan.
"Ehh itu yang jalan sendirian depan kita bukannya Jessica ya?" Tanya Lala.
"Dari bentuknya sih iya, yuk samperin" jawab Yara dengan menyipitkan matanya dan alis yang mengerut.
Yara dan Lala pun berlari menghampiri seorang siswi yang berada didepan mereka.
Keduanya menepuk pundak siswi tersebut sehingga membuat siswi tersebut terkejut.
"Yeayy dugaan kita bener" ucap Yara seraya memeluk siswi tersebut yang merupakan Jessica.
"Gue kangen banget sama elo, kenapa elo ga pernah bales cht dari gue?, elo marah ke gue ya?" Tanya Yara merasa sangat merindukan sahabatnya itu.
"Jess, gue minta maaf ya, Lo jangan marahan lagi sama Yara, dia sahabat elo, kalo elo ga suka ke gue, gue bakal jauhin kalian, gue ga bakal deket deket kalian lagi asalkan kalian baikan lagi" ucap Lala dengan tersenyum walaupun hatinya berat harus menghindar dari Jessica dan Yara yang merupakan sahabat satu satunya.
Jessica hanya terdiam tak menjawab ucapan Yara dan Lala.
"Jess kenapa Lo diem aja? Jawab Jess... Elo marah ke gue?" Tanya Yara lagi seraya menggoyang goyangkan tubuh Jessica, air matanya hampir keluar namun ia mencoba untuk menahannya.
Merasa tak tahan, Jessica pun tertawa terbahak bahak melihat sikap Yara dan Lala.
__ADS_1
"Ahahahhaah" Jessica tertawa sangat keras.
"Lo gila?, Kenapa ketawa?" Ucap Yara dan Lala bersamaan sambil menyentuh dahi Jessica.
"Mana ada gue marah, gue sayang kalian, emang sih awalnya gue marah tapi gue ga bisa lama marah ke elo" ucap Jessica sambil menunjuk Yara.
"Tapi kalo ke elo sih agak lama marahnya" tambah Jessica sambil menunjuk Lala.
Lala tersenyum, "yaudah gue pergi ya" ucap Lala.
Saat Lala hendak melangkah, Jessica dengan cepat memeluknya, ia juga memeluk Yara.
"Kita sahabat" ucap Jessica dengan diiringi tawa. Yara dan Lala pun ikut tersenyum.
"Tapi kenapa elo cuma liat pesan gue? Kenapa ga dibales?" Tanya Yara penasaran.
"Hp gue dipegang sama Kakak gue, dia sita hp gue selama gue keluar kota ikut ortu" jawab Jessica.
"Kenapa disita?" Tanya Lala.
"Karena gue terlalu sering main game Sampek lupa waktu, mama papa gue udah ingetin tapi gue bandel, mama papa tau kalo gue takut sama kakak, akhirnya kakak gue sita hp gue deh" jelas Jessica panjang lebar.
"Makanya sih lu, dibilangin bandel, jangan diulangi lagi, boleh main game tapi jangan Sampek lupa waktu, jangan lupa belajar, kalo elo main game terus bisa bisa masa depan Lo jelek" omel Yara.
"Yaya oke thanks" jawab Jessica lalu berjalan mendahului Lala dan Jessica.
"Elo pergi kemana Jess? Kok lama banget keluar kota nya?" Tanya Lala penasaran.
"Gue ke kampung halamannya papa, di Banyuwangi jenguk nenek yang sakit sakit an" jawab Jessica.
"Ohh, kenapa nenek lo ga tinggal sama keluarga elo aja kalo dia sakit sakitan?" Tanya Lala lagi.
"Nenek Disana tinggal sama kakaknya papa, kita sekeluarga juga sering jenguk nenek setiap sebulan sekali, cuma aja bulan ini kakak ga bisa ikut soalnya dia lagi sibuk banget, bentar lagi kakak dipindah tugaskan ke Thailand" jawab Jessica.
"Ohh gitu, jauh banget ke Thailand"
"Ga tau"
"Keluarga Lo dokter semua ya, ntar elo juga mau jadi dokter?" Tanya Yara.
"Boleh beda ya dari keluarga, gue mau jadi CEO" jawab Jessica.
"Wahh, kayaknya kita bakal sama nih" ucap Lala dan Yara bersamaan.
__ADS_1
"Moga cita cita Lo tercapai, gue pewaris satu satunya perusahaan mama sama papa, jadi mau gimana lagi harus ngurusin 2 perusahaan" ucap Lala dengan menghela nafas berat.
"Mama papa elo punya perusahaan sendiri?" Tanya Jessica dengan mulut menganga.
Lala membalasnya dengan anggukan, dan Jessica menunjukkan ekspresi kagumnya.
"Gue juga bakal jadi pewaris satu satunya, sekolah ini akan jatuh ke tangan gue kelak" saut Yara.
Jessica dan Lala mengangguk bersama.
Tak terasa ketiganya berjalan sambil mengobrol, ternyata mereka telah sampai dikelas masing masing.
Lala yang memasuki kelas dan terlihat Dion yang sudah berada dibangkunya dengan pandangan kosong menatap papan tulis.
"Heii!!!" Teriak Lala sambil menggebrak meja.
"Aakhhhhh" teriak Dion akibat terkejut.
"Pagi pagi jangan ngelamun ntar kesambet, mana sendirian lagi di dalem kelas" ucap Lala dengan menaruh tasnya.
"Gue ga ngelamun, gue cuma lagi merhatiin cicak diatas papan tulis noh, cicaknya pacaran masak gue kagak" ucap Dion dengan tatapan sendu.
Lala pun melihat ke atas papan tulis, dan benar memang ada sepasang cicak yang berduaan, seketika Lala tertawa terbahak bahak.
"Ahahhahahaha, segalau itu elo pas tau Yara pacarnya Raja?" Tanya Lala diiringi dengan tawa yang membuat kelas ramai.
Dion membalasnya dengan anggukan pelan.
"Kea ga ada cewek lain aja didunia ini, masih banyak mas bro cewek diluar sana" ucap Lala yang hendak keluar kelas.
"Elo juga ada, elo adeknya Yara kan, gue sama elo aja ya" ucap Dion tanpa sadar.
"What!!!" Saut Lala dengan nada tinggi.
Saat Dion sadar dengan ucapannya, ia segera memukul mulutnya pelan.
'kenapa gue ngomongnya ngelantur wee' batin Dion.
Saat Lala asik mengobrol dengan Dion, tiba tiba terlihat Willy yang berjalan didepan kelas Lala terlihat dari jendela.
"Bang Willy" gumam Lala dan langsung berlari menghampiri Willy.
Lala berlari mengejar Willy, sampai akhirnya ia dapat meraih tangan Willy dan menariknya sehingga keduanya saling bertatapan.
__ADS_1
~•~