
Lala bangun dari tidurnya, lalu segera membersihkan badannya dan memakai seragam sekolahnya dengan rapi.
Lala menuruni tangga, dan menuju ke ruang makan untuk melakukan sarapan bersama.
"Pagi" sapa Lala pada semua anggota keluarga.
"Pagii juga" jawab mereka.
"Mama belum pulang?" Tanya Lala.
"Belum sayang, tadi mama mu telfon... Katanya dia pulang nanti sore, sekalian jemput kamu pulang sekolah" jawab Tante Azizah.
"Oh yaudah, makasih Tante info nya" balas Lala dengan tersenyum lalu duduk dikursi sebelah Willy.
Keluarga kecil tersebut pun sarapan bersama.
****
Sesampai di parkiran sekolah ~
"Bang" panggil Lala pada Willy yang berjalan mendahului Lala.
"Eum?" Jawab Willy memberhentikan langkahnya lalu menoleh kebelakang.
"Kenapa Abang akhir akhir ini jadi pendiem? Biasanya humoris, slalu ke kamar gue gangguin gue belajar, Lala kangen Abang yang ceria dan jail" tanya Lala.
"Gapapa" jawab Willy.
"Cuma gitu aja jawabnya? Weiii Lala ngomong panjang lebar loh bang, pelit amat ama suara" ucap Lala, tapi tak dipedulikan oleh Willy, Willy meneruskan langkahnya meninggalkan Lala yang mengoceh sendiri dibelakangnya.
"Bang Willy kenapa ya, kok aneh banget" gumam Lala.
Lala mengejar Willy yang sudah menjauh darinya, ia berlari sekencang kencangnya.
"Bang tunggu!!!" Teriak Lala.
Ia terus berlari, sampai akhirnya ia bisa meraih tangan kanan Willy.
__ADS_1
"Bang elo kenapa?, Kalo ada masalah cerita aja ke gue, gue adek Lo bang, gue ga suka sama sifat cuek Lo yang tiba tiba gini" ucap Lala seraya memegang tangan Willy.
"Gue gapapa, gue ga punya masalah, gue lagi badmood aja" jawab Willy lalu menghempas tangan Lala dan berjalan menuju kelasnya.
"Dahlah gue capek, serah dia deh, gue ga bakal ngurus lagi" ucap Lala merasa kesal.
'maaf, gue haru ngejauhin elo la' batin Willy.
"Lala!!" Panggil Dion yang tiba tiba muncul dibelakang Lala seraya menepuk pundak Lala.
"Haa?" Jawab Lala dengan menoleh ke belakang.
"Elo kenapa macet dijalan?, Sengaja nungguin gue ya, cieee kangen nih" goda Dion dengan mengetipkan satu matanya.
"Ihh apaan sih" saut Lala seraya memukul pipi Dion.
Lalu pertengkaran pun dimulai diantara keduanya, mereka berdua bertengkar seraya berjalan menuju ke kelas, keduanya seperti Tom and Jerry yang tak pernah akur, slalu bertengkar jika bertemu.
Sesampai dikelas, seketika pertengkaran berakhir saat melihat Raja yang duduk dibangku Dion, tepatnya dibangku sebelah bangku Lala.
Saat Dion dan Lala datang, Raja bergegas beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja.
"La tugas bahasa Inggris gue belum selesai nih, boleh nyontek?" Pinta Dion dengan memasang raut wajah melas.
Lala hanya melirik Dion dengan malas, lalu menghela nafas dan memberikan bukunya ke Dion.
"Ganteng doang, tapi bodoh dipelajaran" sindir Lala.
"Biarain, eh... Wait! .... Lo puji gue ganteng?" Tanya Dion saat ia mencerna kembali ucapan Lala.
'mampus, ntar dia baper lagi' batin Lala dengan membelalakkan matanya.
"Salah denger Lo kali, mana mungkin gue puji Lo ganteng" ucap Lala dengan berjalan meninggalkan Dion.
Dion hanya terdiam sambil menggaruk garuk kepalanya, mengingat kembali perkataan Lala.
"Ntar kalo dah selesai, taro aja di atas meja gue" saut Lala dari luar kelas yang masih terdengar jelas dari dalam kelas.
__ADS_1
"Siap!!!" Jawab Dion.
****
Saat Lala duduk sendiri di bangku halaman belakang sekolah dengan memakai earphone nya mendengarkan musik kesukaannya, tiba tiba Dion duduk disebelah Lala.
"Lo lagi, bosen gue" ucap Lala dengan menatap malas wajah Dion.
"Kakak Lo kemana?, Kok gue cari cari ga ada" tanya Dion.
'kapan gue bisa mengakhiri kebohongan ini, Yara bukan kakak gue' Batin Lala dengan menatap keatas.
"Sakit" jawab Lala, sebenarnya Lala hanya asal menjawabnya, ia tak tau dimana keberadaan Yara, apakah Yara benar benar tak masuk sekolah.
"Ouhh GWS ya, tolong sampein salam gue buat dia" ucap Dion dengan tersenyum.
Lala menatap mata Dion, terlihat kalau Dion benar benar menyukai Yara dengan tulus.
'keliatan dari matanya, dia bener bener tulus, Lo beruntung Ra bisa disukai sama 2 orang yang bener bener tulus, sedangkan gue.... gue hanya bisa mencintai dalam diam, tanpa bisa memiliki' batin Lala dengan tersenyum.
"Lo kenapa senyum senyum gitu? Jangan bilang elo suka ke gue" ucap Dion dengan nada ketus.
"Dihh ke pede an, Sono lu pergi" usir Lala.
"Gue mager" jawab Dion.
"Lo kenapa slalu ikutin gue terus sih? Lo banci ya? mainnya sama cewek, slalu ngintilin gue sama Yara terus" ucap Lala dengan mengerutkan dahinya.
"Dihh, gue normal bege, cuma gue males aja main sama anak anak sini, songong semua termasuk elo" jawab Dion dengan membuang muka.
"Yaudah sana pergi kalo gue songong" saut Lala dengan mendorong Dion sampai terjatuh ke tanah.
"Weehhh!!!! untung Lo cewek, kalo cowok udah gue bejek bejek" ucap Dion dengan melotot ke arah Lala.
"Bodo, sana Lo pergi!!! Ganggu ketenangan gue aja"
Akhirnya Dion memutuskan untuk meninggalkan Lala sendiri di halaman belakang sekolah.
__ADS_1
"Bego!!! Gue mau tanya tentang Raja ke dia, malah lupa" oceh Dion sambil menepuk dahinya. "Dahlah kapan kapan aja, gue males sama dia, cewek aneh" tambahnya, lalu melanjutkan langkahnya menuju kantin.
~•~