
2 bulan kemudian, Sinta akan melahirkan anak pertamanya, didalam ruang bersalin telah ada Sinta dan sang suami yaitu Willy.
Sedangkan diluar, Lala, Raja dan kedua orangtua Willy sedang menunggu kelahiran bayi junior Willy.
"Tenang tante, kita berdoa semoga proses melahirkannya lancar" ucap Lala menenangkan tante Azizah sembari mengelus lengannya.
"Semoga Sinta sama bayinya baik baik aja, sehat semua" balas Raja.
"Amin.." jawab mereka bersamaan.
"Orangtua kamu udah tau kalo hari ini Sinta mau lahiran?" tanya om Iman pada Lala.
"Udah om, mama sama papa masih diperjalanan" jawab Lala yang hanya diangguki oleh om iman.
Saat masih ditengah tengah percakapan serta kekhawatiran, tiba tiba ~
"Oeek oeek" terdengar suara tangis bayi dari dalam ruangan. Sontak Lala, Raja dan kedua orangtua Willy mengucap syukur pada Tuhan saat mendengar tangisan keras bayi yang merupakan anak dari Sinta dan Willy.
Beberapa menit kemudian, setelah pembersihan, Willy pun menggendong anaknya sembari mengadzankan putra pertama nya.
"Selamat datang didunia ini sayang, papa sama mama akan sangat menyayangi kamu" Willy mengecup kening putra nya cukup lama sebelum dibawa ke ruang bayi.
Setelah diadzankan, bayinya pun dibawa ke ruang bayi dan Sinta dipindahkan ke ruang rawat.
"Selamat ya kak sin, ciee yang udah punya baby" ucap Lala dengan tertawa renyah.
"Makasih ya, cepet nyusul dong" jawab Sinta semabri mengelus perut rata Lala.
"Eheh iya" balas Lala dengan melirik kearah sang suami.
****
2 hari setelah proses kelahiran putra pertama Willy dan Sinta, mereka mengadakan pesta syukuran serta penamaan bayi tersebut.
Mario Denandra Alamsyah, nama dari seorang bayi keturunan keluarga konglomerat tersebut.
Pesta tersebut digelar cukup mewah, menyewa gedung paling mahal, dan memakai sepasang pakaian dari butik ternama yaitu milik tante Azizah yang kini cukup terkenal sampai luar negeri.
__ADS_1
Banyak tamu undangan yang datang, pesta cukup meriah, banyak yang memberi ucapan selamat dan juga kado kado untuk sang bayi.
Dari sekian banyak tamu undangan, namun tak ada satu pun anggota keluarga Sinta yang datang, tentu saja karena Sinta anak yatim piyatu yang dari kecil dibesarkan di panti asuhan, ia hanya mengundang ibu panti saja dan teman teman pantinya.
"Heii, selamat ya.... bayi nya ganteng banget" ucap Dion sembari mencubit pipi tembem baby Mario.
"Makasih Dio, lo kapan nikah keburu tua" ledek Willy.
Dion hanya tertawa renyah "nunggu ada calon, tenang aja ntar lo gue undang kok, tunggu aja kabar pernikahan gue" jawab Dion, ia pun bersalaman dengan Willy dan Sinta lalu kembali duduk ke bangku kosong.
Pesta masih terus berlanjut, mengundang beberapa musisi juga artis artis terkenal.
Dion yang duduk sendiri di bangku kosong, ia menatap sekitar dengan tersenyum, ia juga menangkap sosok kedua pasangan yang amat serasi tersebut yaitu Raja dan Lala.
Dia hanya tersenyum, namun dalam hati kecilnya sedikit sakit, tak ada yang tau kalau selama ini Dion mencintai Lala secara diam diam, ia berusaha mengubur perasaannya dalam dalam namun itu sangatlah sulit baginya.
Bahkan melupakan semua kenangannya pun sangat sulit, butuh waktu yang lama untuknya melupakan itu semua, bahkan ia tak bisa mencari wanita pengganti Lala.
"Semoga bahagia slalu sama Raja ya la" gumamnya dengan tersenyum sangat tipis.
Lala dan Raja yang asik mengobrol dengan teman teman SMA nya, tiba tiba Lala tak sengaja melihat Dion yang duduk sendiri sedang menatapnya, ia pun berjalan menghampiri Dion.
"Baik, kabar lo sama Raja gimana?" tanya balik Dion.
"Baik, oh ya katanya lo punya bisnis baru ya diluar negeri? "
"Iya, baru beberapa bulan sih, sebulan sebelum lo nikah gue udah bikin bisnis itu, masih belum terlalu besar juga" jelas Dion.
"Ohh ya nikmati prosesnya aja dulu, jatuh bangun udah biasa, suatu saat bisnis lo bakal sukses besar" ucap Lala. "Oh ya, gue duduk sini ya"
"Iya, suami lo mana? ntar dia cemburu gimana?"
"Yaelah sama sepupu sendiri masa cemburu sih" Lala tertawa kecil.
"Heem, cie yang udah punya ponakan, kapan nih gue dikasih ponakan juga?" goda Dion.
"Santai, lagi proses kok ehehe" jawab Lala sedikit merasa malu. "Lo kapan nikah?"
__ADS_1
"Yah selalu begitu, ga kakak nya ga adeknya sama aja pertanyaannya" Dion memutar bola matanya.
Sukses membuat Lala tertawa terbahak bahak "maaf maaf, lo sama aja kayak dulu ya Dio, masih slalu bisa buat gue ketawa"
Dion hanya tersenyum menanggapinya.
'kapanpun gue slalu bisa buat Lo ketawa la, bahkan disaat lo dalam keadaan sedih pun' batin Dion memandang wajah Lala yang semakin cantik.
'sadar Dion, lo ga boleh jatuh cinta lagi ke Lala, perjuangan lo buat jauhin Lala selama ini bakal sia sia' batin Dion memejamkan matanya.
"Dio? are u okay?" ucap Lala saat melihat tingkah Dion yang aneh, memejamkan matanya dan menggelengkan kepalanya samar samar.
Dion hanya mengangguk dengan cengir kudanya.
Cukup lama Lala dan Dion mengobrol, sampai akhirnya Raja menyadari kalau sedari tadi Lala tak berada disampingnya, ia pun mencari cari keberadaan Lala dan menemukannya, Lala sedang berbincang dengan Dion di bangku tepat depan panggung.
"Dion, apa kabar? lama gue ga ketemu sama lo" ucap Raja, keduanya pun bersalaman sembari berangkulan.
"Baik" jawab Dion.
"Tante sama om gimana kabarnya?, cepet nikah dong kasian om tante pingin cepet punya cucu" ledek Raja.
"Biar kakak gue aja yang bikinin cucu buat mereka, gue masih mau nikmati masa muda, nikahnya kapan kapan aja" jawab Dion.
"Yah kayak ga ada semangat percintaan" saut Lala.
"Haha, gue habis ditinggal nikah la, jadi sakitnya masih membekas, mungkin lama untuk mengobatinya agar bekas luka itu bisa hilang" terang Dion menatap dasar mata Lala dari dekat.
'Degh' entah tiba tiba jantung Lala seperti berhenti berdetak seketika.
'kenapa ini? apa gue yang dimaksud Dion? tapi ga mungkin, tapi kenapa dia natap gue dalem banget' batin Lala mengalihkan pandangannya.
"Siapa?" tanya Raja.
"Ada deh" Dion tertawa kecil sembari melirik Lala yang terdiam mematung.
Ketiganya pun melanjutkan mengobrol bersama, menunggu pesta berakhir.
__ADS_1
~•~