Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
perasaan ga enak


__ADS_3

Saat Leo dan kedua orang tuanya telah sampai di bandara ~


'kenapa perasaanku ga enak, ada apa?' batin Clara merasa tak ingin melepas pelukan sang anak.


"Mama sama papa sehat sehat ya, sebulan sekali Leo berkunjung ke Jakarta" ucap Leo dengan melepas pelukan tersebut.


"Apa sebaiknya kamu ga usah ke Surabaya saja sayang" ucap Clara yang begitu cemas, entah mengapa perasaannya merasa tak enak, ia merasa akan ada hal buruk terjadi pada anaknya.


"Kenapa kamu bilang gitu ma" ucap papa Andra.


"Hehe gapapa, cuma mama berat aja ditinggal Leo" jawab mama Clara berbohong.


"Leo bakal kunjungi mama sebulan sekali kok" ucap Leo.


Hingga tiba tiba suara pengumuman keberangkatan pesawat yang akan dinaiki Leo telah disiarkan.


"Leo berangkat ya pa ma, jaga kesehatan Leo bakal kangen sama mama papa" ucap Leo seraya memeluk dan mencium kedua orang tuanya.


"Iya sayang, hati hati ya" ucap mama Clara dan papa Andra.


Leo pun segera bergegas menuju ke pesawat yang akan ia naiki, sesampai di pesawat, ia segera mencari tempat duduk yang tertera dalam tiket nya.


Setelah menemukan tempat duduknya, Ia pun duduk dengan anteng didalam pesawat, tapi tak lupa ia memberi pesan terlebih dahulu pada Lala.


Me :


Aku berangkat By, tunggu aku disurabaya ya


Setelah memberi pesan tersebut, Leo pun mematikan handphone nya karena pesawat akan segera lepas landas.


****


Tepat pukul 09.00 Lala yang telah selesai mengajak jalan jalan kucing kesayangannya itu, ia beristirahat didalam kamarnya, badannya masih dipenuhi dengan keringat.


Ia membuka ponselnya dan terlihat pesan 5 menit yang lalu dari Leo yang mengatakan bahwa dia sudah berangkat menuju Surabaya.


'Leo kenapa perasaanku ga enak, semoga kamu baik baik aja ya' batin Lala yang tiba tiba merasakan hal buruk akan terjadi.


Ia pun buru buru turun dari lantai 3 mencari keberadaan sang mama.


"Mama!!!" Panggil Lala.

__ADS_1


"Ya sayang, mama ada di dapur!!" Jawab Yuri.


Lala pun berlari menuju dapur menghampiri sang mama, setelah menemukan keberadaan mamanya, ia pun memeluk Yuri dengan sangat erat.


"Mama perasaanku ga enak, aku takut terjadi sesuatu pada Leo" ucap Lala dengan badan yang bergetar ketakutan.


"Positif thinking saja sayang, berdoa lah Leo pasti baik baik saja" ucap Yuri menenangkan Lala.


"Tapi Lala takut banget, perasaan Lala ga enak, air mata Lala serasa ingin turun terus ma"


"Udah sayang hilangkan pikiran buruk itu ya, kamu berdoa lah, Leo pasti baik baik saja, dia akan sampai dengan selamat"


"Iya ma"


"Yasudah kamu mandi dulu tuh, baunya kecut.... bentar lagi kan Leo dateng masa kamu mau nyambut Leo dengan badan yang bau kecut gini dan penampilan yang kusut"


"Eheh iya ma, Lala mandi dulu ya" ucap Lala, setelah diangguki oleh sang mama, ia pun kembali ke kamarnya untuk membersihkan badannya yang teramat bau akibat keringat.


'tuhan lindungilah Leo, jangan biarkan sesuatu yang buruk terjadi pada Leo' batin Lala dengan terus memandang foto Leo dan dirinya di wallpaper Handphone nya.


Setelah puas memandang foto dirinya dan Leo, ia pun masuk kedalam kamar mandi.


Sedangkan di lantai 2 , Yuri yang asik menonton televisi di ruang keluarga tiba tiba dikejutkan dengan berita tentang pesawat x tujuan Jakarta - Surabaya yang berangkat 30 menit yang lalu telah hilang dari radar.


Yuri mencoba untuk mengingat nama pesawat tersebut, Yap benar saja ternyata pesawat tersebut adalah pesawat yang ditumpangi oleh Leo, seketika air matanya pun turun tanpa di suruh.


Ia pun segera mematikan televisi tersebut dan mencoba untuk menghubungi keluarga Leo.


Tak butuh waktu lama, papa Leo mengangkat telfon dari Yuri, lalu Yuri pun memberitahukan apa yang telah ia lihat di berita barusan, ternyata benar saja pesawat tersebut adalah pesawat yang dinaiki Leo.


Karena pihak bandara baru saja menghubungi keluarga Leo, membuat Mama Clara menangis sejadi jadinya, ia tak ingin kehilangan anak semata wayangnya tersebut.


Tak hanya Clara, Yuri dan Andra pun ikut menangis mendengar kabar tersebut.


Yuri tak ingin membuat Lala menangis, akhirnya ia memutuskan untuk menutupi kabar ini dari Lala, ia hanya memberitahu Papa Iris.


"Enggak pokoknya Lala ga boleh tau" ucap Yuri dengan terus menggeleng gelengkan kepalanya.


****


Lala yang telah selesai mandi dan berpakaian rapi nan cantik untuk menyambut kedatangan Leo yang sebentar lagi akan datang.

__ADS_1


Tanpa membuka handphonya, ia menghampiri sang mama, ia mencari cari keberadaan sang mama, hingga akhirnya tertemukan di ruang keluarga lantai 2


Lala sengaja membuka pintu dengan sangat pelan agar tak terdengar, niatnya ia akan mengejutkan sang mama, namun niatnya diurungkan saat melihat sang mama menangis dengan melihat berita di televisi yang baru saja Yuri nyalakan lagi.


Lala berjalan perlahan menuju sang mama dengan terus melihat berita tersebut, hingga tiba tiba air mata Lala turun dengan deras.


Kini ia tak bisa membendungnya lagi, tangis nya mulai pecah membuat Yuri terkejut dan langsung menghampiri Lala yang berada dibelakang sofa.


"Mamaaaaaa!!!" Teriak Lala dengan terus mengeluarkan air mata.


"Sayang kamu jangan nangis, kamu yang sabar ya sayang hiks hiks hiks" ucap Yuri seraya memeluk Lala yang menangis semakin menjadi jadi.


"Mama kenapa ini semua terjadi!!! Hiks hiks Kenapa setelah sekian lama Lala menunggu hiks hiks kedatangan sahabat Lala, tuhan malah mengambilnya!!! Hiks Ini semua ga adil, aku mau Leo kembali!!! Maaaaa, ini pasti berita hoax kan? pesawatnya akan mendarat sebentar lagi kan? Hiks Leo baik baik aja kan? Hiks hiks" Ucap Lala.


"Tenanglah Lala, tim SAR akan mencari keberadaan korban korban kecelakaan pesawat ini, kita berdoa saja semoga Leo masih bisa tertolong" ucap Yuri.


"Mamaaaaa ayo kita cari Leo, aku mau Leo"


"Kita ikut berdoa dari sini saja ya sayang, biarkan tim SAR yang mencarinya"


"Maaaaa!!!!! Leo ma" ucap Lala dengan suara tangis yang terdengar keras didalam rumah membuat semua art bahkan security yang berada dirumahnya berlari menuju ke ruang keluarga.


Semua art dan security tak berani untuk bertanya tanya karena melihat keadaan majikannya.


Mereka ikut menangis setelah melihat berita yang membuat Lala dan Yuri menangis.


"Non Lala, Nyonya Yuri yang sabar ya, semoga den Leo segera ditemukan" ucap salah satu Art dan juga diikuti oleh art dan security lainnya.


"Kalian bisa pergi dari ruangan ini, biarkan Lala menumpahkan kesedihannya" ucap seorang lelaki yang datang tiba tiba dibelakang art dan security tersebut.


Sontak semua mata mengarah ke suara tersebut.


"Baik tuan" ucap mereka yang langsung meninggalkan ruang keluarga.


"Papa!!!!" Teriak Lala saat melihat sang papa lah yang datang.


Iris pun menghampiri anak dan istrinya, lalu memeluk keduanya mencoba untuk menenangkannya.


"Kalian tenanglah, menangis ga ada gunanya mari kita berdoa saja" ucap papa Iris.


Lala dan Yuri hanya mengangguk dan mulai berdoa bersama sama.

__ADS_1


~•~


__ADS_2