Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
CTHM 39


__ADS_3

Sesampai dirumah Lala, Ketiga gadis tersebut beristirahat duduk di sofa ruang tamu.


"Mama Lo kemana la? Kok rumah ga dikunci" tanya Jessica.


"Ga tau, palingan ya dikamar, biasanya sih kalo Minggu mama ga ke kantor" jawab Lala seraya melepas sepatu dan kaus kaki nya.


"Duh haus banget, gue bolehkan ke dapur ambil minum?" Izin Yara pada sang pemilik rumah.


"Silahkan ambil aja, ngapain pake ijin segala.... Kalo mau air dingin ada tuh dikulkas, ada es batu juga kalo mau buat sesuatu" jawab Lala.


"Oke"


"Oh ya Ra, kita ke kamar dulu ya" ucap Jessica sekalian menarik Lala naik keatas tangga.


"Yoi"


Saat Yara hendak mengambil air dingin didalam kulkas, tiba tiba suara Yuri mengejutkannya.


"La kamu udah pulang? Tolong buatin mama es coklat ya sayang!!" pinta Yuri yang berteriak dari gazebo belakang rumah, ia tak tau kalau yang berada di dapur adalah Yara bukan Lala.


Yara segera meminum air dingin yang ia pegang lalu segera membuatkan es coklat untuk Yuri.


Tak lama es coklat pun jadi, ia mengantarkannya pada Yuri yang berada di gazebo belakang rumah.


"Ini Tante es coklatnya" ucap Yara dengan memberikan segelas es coklat tersebut.


"Loh kok kamu, kan tante nyuruhnya Lala, dasar Lala disuruh mamanya malah nyuruh temennya" oceh Yuri.


"Eng-engga Tante bukan salah Lala, tadi yang didapur itu saya bukan Lala, jadi saya aja yang buatin tante es coklat" jawab Yara.


"Ohh gitu ya hehe kirain yang didapur itu Lala"


"Iya Tante, saya permisi dulu ya"


"Jangan, sini temani Tante dulu, Tante mau ngobrol sama kamu"


"Oh iya Tante" jawab Yara, ia pun duduk disebelah Yuri.


"Mama kamu kerja apa ngga? Tante pingin temenan sama mama kamu" tanya Yuri yang memang benar benar tidak tau kalau Yara tidak bersama ibunya sejak kecil.


"Ma- mama? A-aku ga tau mamaku dimana Tante, dari kecil aku ga pernah ketemu sama mama" jawab Yara dengan tatapan sendu.


"Ups maaf, Tante ga tau" ucap Yuri yang langsung menutup mulutnya.


"Iya Tante gapapa, boleh ga kalau aku Nganggep Tante mama aku sendiri?" Pinta Yara.


"Boleh sayang, sini peluk" jawab Yuri dengan merentangkan tangannya berharap Yara memeluknya.

__ADS_1


Jelas, Yara langsung jatuh kedalam pelukan Yuri, pelukan tersebut sangat erat dan sangat nyaman.


'nyaman banget, aku ngerasa kayak dipeluk sama mamaku sendiri' batin Yara.


'aku meluk dia, sama seperti aku meluk Lala, dia ga bersama ibunya sejak kecil? apa dia anakku?' batin Yuri dengan tersenyum.


Pelukan dilepaskan, dan mereka kembali melanjutkan obrolan.


"Makasih Tante udah mau peluk aku, sebenarnya aku pingin banget ketemu sama mama ku sekali saja dalam seumur hidupku gapapa" ucap Yara.


"Suatu hari nanti pasti kamu akan bertemu sama mama kamu"


'aku penasaran apakah Tante Yuri mama ku?' batin Yara mulai penasaran.


'apakah dia anakku? aku harus tes DNA dengan cara mengambil rambutnya' batin Yuri.


Sama dengan Yuri, Yara berfikiran yang sama untuk tes DNA mengambil rambut Yuri secara diam diam.


'gimana caranya gue bisa ambil rambutnya tante Yuri' batin Yara.


'dahlah kalo gue pelukan lagi aja sama Tante Yuri, ohh atau ngga gue ambil rambutnya Lala juga buat tes kalau dia bener adik kandung gue apa bukan' batin Yara semakin Yakin.


"Yaudah Tante, Yara kembali ke kamar dulu ya" ucap Yara dengan tersenyum.


"Iya"


****


"Dasar tukang tidur" gumam Yara seraya menggeleng gelengkan kepalanya menatap kedua sahabatnya yang tertidur pulas.


Yara pun masuk kedalam kamar mandi untuk membasuh muka dan berganti pakaian biasa.


"Nah gini kan enak udah ganti baju, waktunya tidur" ucap Yara, ia langsung melompat di tengah tengah kasur yang berisikan Lala dan Jessica, ia sengaja melakukan hal tersebut untuk mengganggu tidur siang kedua sahabatnya.


"Ishh bau belum ganti baju" oceh Yara dengan menyumpat hidungnya, lalu ia memutuskan untuk tidur di kasur bawah saja.


'ah iya gue lupa, mumpung Lala lagi tidur, gue ambil aja beberapa rambutnya' batin Yara.


Ia pun mengambil beberapa rambut Lala, untuk ia tes apakah Lala benar benar adik kandungnya atau bukan.


"Semoga benar dia adik kandung gue, dan gue bisa ketemu sama mama and adik gue' Batin Yara setelah mendapatkan beberapa rambut Lala.


Ia pun memasukkan rambut Lala pada sebuah kertas yang sudah digulung.


"Oke, tinggal rambutnya tante Yuri, gue mau tidur dulu" ucap Yara, ia pun merebahkan badannya diatas kasur.


****

__ADS_1


Tepat jam 14.00. Lala, Yara dan Jessica telah bangun dari tidurnya. Hal pertama yang mereka lihat adalah jam dinding yang berada ditembok depan mereka.


"Udah jam 2 , yuk Jess kita pulang, elo mandi duluan sono gih, bau Lo kecut banget" titah Yara.


"Ha? Oghey" jawab Jessica yang masih setengah sadar.


Jessica pun menyiapkan baju yang akan ia kenakan lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang bau kecut akibat keringat.


Tak langsung mandi, Jessica masih mengumpulkan niatnya untuk menyiram badannya dengan air.


"Males banget mau mandi" gumam Jessica dengan terus memandangi gemricik air yang turun dari shower.


"Jess cepetan!!!" Teriak Yara dari luar kamar mandi.


"Ahhh iya!!!" Jawab Jessica, dengan malas ia pun memulai ritual mandinya dengan sangat singkat tak membutuhkan waktu 10 menit Jessica telah selesai mandi.


"Cepet banget we, Lo mandi beneran apa cuma sikatan sama cuci muka doang?" Tanya Yara meyakinkan.


"Mandi lah, cuma ya gue cepetin aja"


"Yaudah gue mandi dulu" saut Lala.


"Eitss gue dulu la, gue mau pulang" balas Yara yang langsung berlari masuk kedalam kamar mandi.


"Huh"


Beberapa menit kemudian, Yara telah selesai mandi lalu giliran Lala untuk mandi, tak seperti Yara yang mandi membutuhkan waktu lama, Lala lebih seperti Jessica yang mandi tak membutuhkan waktu 10 menit.


Selesai mandi, Lala, Jessica dan Yara keluar dari kamar, Lala mengantar Jessica dan Yara keluar rumah karena mereka akan pulang.


"Mama Lo mana?" Tanya Yara pada Lala.


"Bentar gue cari dulu" jawab Lala, ia pun berjalan ke arah kamar Yuri, lalu mengetuk pintunya beberapa kali, dan tak lama Yuri keluar dari kamar dalam keadaan setengah sadar.


"Ehh maaf ma, Lala ganggu mama tidur, ini.... Jessica sama Yara mau pamitan pulang" ucap Lala.


"Ahh iya ngga papa" jawab Yuri, Yuri pun berjalan menghampiri Yara dan Jessica yang juga diekori oleh Lala.


"Tante kita pulang" ucap Yara seraya mencium punggung tangan Yuri.


"Iya Tante kita pamit, makasih udah dibolehin nginep disini" tambah Jessica seraya mencium punggung tangan Yuri.


"Iya sama sama, kalian hati hati dijalan ya" ucap Yuri dengan melayangkan senyumannya.


"Iya Tante" jawab keduanya bersamaan.


Yara dan Jessica pun pulang kerumah masing masing.

__ADS_1


~•~


__ADS_2