
Di mobil, Lala duduk bersama raja di bangku tengah, sedangkan mama Yuri duduk dibangku depan sebelah pak Slamet yang mengemudi.
Selama perjalanan, tak ada percakapan diantara mereka, suasana sangat hening, Lala terus saja menatap keluar jendela dan sesekali memainkan handphone nya, begitu juga dengan Yuri.
Sedangkan Raja, memasang earphone nya mendengarkan musik kesukaannya seraya menikmati perjalanan.
Lala yang baru beralih pandangan, ia menatap raja yang hampir tertidur dengan mendengarkan musik di earphone nya, Lala hanya tersenyum tipis menatap raja.
'makasih udah pernah datang ke kehidupan Yara, makasih udah jaga dia dengan baik, udah rawat dia disaat saat terakhirnya, dan menjadi penyemangat dia' batin Lala yang masih terus menatap raja.
'mungkin suatu saat elo bakal masuk ke kehidupan gue, menjaga gue dan slalu menjadi penyemangat gue, tapi engga untuk saat ini'
Lala beralih pandangan, ia mengambil ponselnya dan menatap foto foto Yara saat bersamanya, ya foto foto tersebut masih ada di handphone Yara dan jessica, raja mengambil foto foto tersebut dan kembali mengirimnya ke Lala.
"Ma, gimana keadaannya om Gibran?" Lala mulai membuka suara saat ia ingat dengan papa dari kakaknya.
"Mama kasihan sama dia, tubuhnya kurus wajahnya terlihat sangat tua dan rambutnya dipenuhi dengan uban, trus kalau di ajak ngomong slalu ga nyambung seperti orang linglung" jelas Yuri.
"Kasihan sekali, siapa yang ngurus dia ma?"
"Ada 2 pembantu disana, dan 1 perawat, katanya setiap hari dia berbicara sendiri, dia slalu menganggap Yara masih hidup"
"Ya ampun, mungkin om gibran masih belum ikhlas dengan kepergian Yara"
__ADS_1
"Iya, kasihan sekali nasib dia"
****
Keesokan pagi nya, mereka telah sampai di rumah, raja masih berada dirumah Lala untuk beristirahat sebentar.
"Istirahat aja dulu ja dikamar tamu" ucap Lala dengan menunjuk arah kamar tamu.
Raja hanya mengangguk, mengiyakannya.
Lala pun mengajak raja menuju ke kamar tamu.
"Makasih ya" raja tersenyum simpul.
Lala mengangguk kecil dan kembali ke kamarnya.
****
Tepat pukul setengah 2 siang, raja memutuskan untuk kembali ke rumah kontrakannya.
"Tante, makasih udah diizinin istirahat sebentar disini" ucap raja seraya mencium punggung tangan Yuri.
"Iya, sering sering main kesini ya"
__ADS_1
"Iya tante"
Kini raja beralih pada Lala yang masih berdiri tegak disebelah Yuri dengan pandangan yang masih kosong.
"La, gue pulang"
Lala tersenyum tipis dan mengangguk "makasih atas informasi tentang Yara" ucapnya sangat pelan.
"Iya"
Lalu raja pun berjalan keluar dari rumah Lala, Lala masih berdiri ditempatnya berada menatap punggung seorang laki laki yang kelak akan menjadi pendamping hidupnya.
Raja mulai masuk kedalam mobilnya yang masih terparkir di garasi rumah Lala, setelah tersenyum pada Yuri, dia pun mulai melajukan gas mobilnya perlahan keluar dari gerbang rumah.
'apa kita emang ditakdirkan bersama la?, Yara minta gue buat jadi pendamping hidup elo, tanpa disangka sangka kita bakal ketemu lagi, apa kita akan membuat lembaran baru? dan melupakan semua yang telah terjadi' batin raja.
"Tapi gue ga ada perasaan sama elo" gumamnya.
Pikirannya masih terbayang bayang dengan kenangannya bersama Yara dulu, dia juga masih belum menyangka akan ditinggal oleh Yara secepat ini, bahkan yang lebih tak menyangka lagi Lala adalah adik kandung Yara.
Bagai ada ikatan batin yang kuat, sebelum diketahui Yara dan Lala adalah saudara kandung, Yara meminta raja untuk menjaga dan menjadi pendamping hidup Lala, karena ia tau kalau umurnya tak akan lama lagi.
Ia akan menyatukan kedua orang yang amat dia sayangi tersebut. Raja dan Lala kedua orang yang amat dia sayangi, begitu juga papa dan mama nya, dia juga sangat menyayangi mereka, walaupun mamanya tak pernah hadir dikehidupannya, bahkan meninggalkannya sejak bayi.
__ADS_1
Tetapi dia sudah pergi dengan tenang saat telah mengetahui siapa sebenarnya adik dan mama kandungnya, bahkan saat dia menginap dirumah Lala, Yara pernah berpelukan erat bersama Yuri walaupun itu hanya sebentar, tetapi ada perasaan tersendiri diantara mereka, rasa nyaman dan tak ingin jauh dari satu sama lain.
~•~