Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 149


__ADS_3

"Sebelum om Syam mau menikah sama mama aja mama baik sama kak Salma, sekarang udah mau nikah sama om Syam mama berubah sikap sama kak Salma. Apa yang harus aku lakukan ya? Apa aku kasih tau kak Salma aja ya?" batin Natasya.


Natasya kembali ke kamarnya terus memikir kan apa yang harus ia lakukan selanjutnya.


"Aku chat kak Salma dulu aja, takut ganggu juga," gerutu Natasya lalu mengambil ponselnya yang ia simpan di laci meja belajar.


💌Kak Salma lagi apa? Sibuk ga?


"Aku tinggal tunggu balasan dari kak Salma, nanti 1 coba cerita sama dia dan cari solusinya," gerutu Natasya menyimpan kembali ponselnya di atas meja belajar.


Sementara di tempat lain Salma baru selesai mengerjakan soal ujiannya dan bersiap untuk pulang ke rumah.


"Pak, kita ke tempat papa dulu ya," ucap Salma memberi arahan pada pak Suryo saat menaiki mobil.


"Baik non," ucap pak Suryo singkat lalu menyala kan mobilnya dan melaju kan mobil di jalanan ibu kota.


Sesampainya di resto tempat Syam biasa menghabis kan waktu mengerjakan semua laporan pemasukan dan pengeluaran semua resto, Salma bertanya pada kasir tentang keberadaan Syam.


"Mba papa ada ga?" tanya Salma.


"Ada di ruangannya, mau saya antar?" jawab kasir menawar kan diri untuk mengantar Salma.


"Ga usah mba, aku bisa sendiri," ucap Salma melangkah pergi menuju ruangan Syam.


Tok tok tok


"Masuk," ucap Syam, Salma pun masuk ke dalam ruangan Syam dan duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Syam.


"Eh kamu sayang, ada apa? Biasanya pulang langsung pulang ke rumah, tumben mampir ke sini nak," ucap Syam langsung menghentikan aktifitasnya.


"Papa aku di suruh bu guru kumpulin foto copy kartu keluarga sama akte kelahiran, aku ga tau di simpen dimana," ucap Salma.


"Kamu cari aja di lemari meja kerja papa, kalau sudah ketemu nanti kamu rapih kan lagi ya," ucap Syam.


"Oke papa, oh iya boleh ga aku minta minum ga? Aku haus," ucap Salma.


"Kamu mau di sini dulu atau udah mau pulang? Kalau kamu mau di sini dulu papa suruh karyawan papa bawain ke sini tap kalau kamu mau pulang kamu bisa minta ke karyawan papa di depan," ucap Syam memberi pilihan.

__ADS_1


"Aku mau pulang aja, minumnya 2 ya pa. Buat pa Suryo 1," ucap Salma.


"Ya sudah aku pulang dulu ya pa, jangan pulang telat loh pa," sambung Salma berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Syam dan mencium pipi Syam.


"Terima kasih ya pa, aku pulang dulu. Bye papa," ucap Syam.


Salma ke luar dari ruangan kerja Syam dan menghampiri salah satu karyawan Syam.


"Mba aku minta jus alpukat 1 sama jus mangga 1 ya, untuk di bawa pulang ya mba. Ga pake lama," ucap Salma.


"Baik, tunggu sebentar ya. Biar di buat kan dulu," ucap pelayan.


Salma menunggu jus yang di pesannya di meja yang tersedia untuk para tamu yang datang ke resto.


5 menit menunggu, pelayan membawa jus pesanan Salma lalu Salma pun pergi dari resto.


"Ini pak, jus buat bapak. Kita pulang ya," ucap Salma dan Pak Suryo menjalan kan mobilnya menuju rumah Syam.


30 menit perjalanan melewati kemacetan, akhirnya Salma sampai di rumah. Salma langsung masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaian, Salma pun mengecek ponselnya yang sengaja ia tinggal kan di atas meja belajar.


"Eh ternyata ada pesan masuk dari Natasya," gerutu Salma lalu membuka pesannya dan membacanya.


"Aku makan dulu aja deh, terus cari akte kelahiran sama kartu keluarga di ruang kerja papa," gerutu Salma kembali menyimpan ponselnya di atas meja belajarnya.


Salma keluar dari kamarnya lalu pergi ke dapur untuk makan siang.


"Bi aku mau makan dong, hari ini bibi masak apa? " ucap Salma duduk di meja makan.


"Bibi masak ayam goreng, sayar asem sama tahu goreng," ucap Bi Narti.


"Ayam goreng aja deh bi, tolong ya," ucap Salma.


Tak lama bi Narti mengambil kan nasi dan ayam goreng untuk Salma makan.


"Bibi udah makan belum?" tanya Salma.


"Udah non tadi," jawab bi Narti melangkah pergi dari meja makan.

__ADS_1


Salma makan dengan lahap meski pun makan sendirian, sampai akhirnya Salma selesai makan dan membawa piring bekas makannya ke dapur.


"Terima kasih ya bi, makanannya enak. Aku suka," ucap Salma.


"Iya non sama-sama," ucap bi Narti.


"Anak ini memang selalu menghargai apa yang di beri kan oleh orang lain tanpa membeda kan siapa orang itu, semoga kamu selalu di kelilingi orang-orang yang menyayangi mu nak," batin bi Narti.


Salma pun pergi dari dapur dan langsung berjalan ke arah ruang kerja Syam.


"Perut udah kenyang, tinggal cari foto copy kartu keluarga dan akte kelahiran buat di kumpul kan besok," gerutu Salma masuk ke dalam ruang kerja Syam dan langsung mencari apa yang di butuh kan.


"Ini kartu keluarganya, tinggal akte kelahirannya yang belum," gerutu Salma terus mencari di tumpukan surat-surat milik Syam.


Salma terus membuka lembar demi lembar di antara tumpukan kertas di tangannya, sampai terhenti di surat adopsi milik Salma.


"Jadi aku bukan anak kandung papa, aku hanya anak adopsi," ucap Salma menetes kan air mata.


Hati Salam sakit mengetahui kenyataan tentang jati dirinya, Salma terus menangis sambil melihat kertas yang ada di tangannya.


"Panti asuhan kasih bunda, aku harus coba tanya kan siapa orang tua ku yang sebenarnya ke panti asuhan ini," ucap Salma menghapus air mata di pipinya lalu berdiri dari duduknya dan keluar dari ruang kerja Syam dengan membawa kertas bukti perjanjian adopsi.


"Non mau kemana?" tanya bi Narti.


Tanpa mau menjawab Salma terus berjalan keluar rumah dengan terus menangis dan langsung masuk mobil dan meminta pak Suryo mengantarnya ke panti asuhan kasih bunda.


"Non Salma ga apa-apa?" tanya pak Suryo.


"Aku ga apa-apa pak, bapak jalan aja," ucap Salma di terus menangis sepanjang perjalanan.


"Aku akan terus mencari tau dimana orang tua kandung ku," batin Salma turun setelah menghapus air matanya.


Salma terus berjalan memasuki halaman panti dengan hati yang tak menentu, Salma mulai mengetuk pintu yang memang di biar kan terbuka. Seorang ibu dengan pakaian rapih datang menghampiri Salma yang menunggu di depan pintu.


"Mau cari siapa ya dek," ucap bu panti.


"Boleh saya tanya sesuatu bu, saya mau cari informasi tentang siapa ibu ku," ucap Salma.

__ADS_1


"Memangnya adik ini siapa?" tanya ibu panti.


Salma menunjuk kan surat tanda bukti adopsi dari panti 9 tahun yang lalu.


__ADS_2