
Sesampai dirumah berkat bantuan dari Abang ojol yang mengantarnya pulang dan tentunya itu tidak gratis, Lala membayarnya seharga 15.000
Saat ia membuka gagang pintunya, pintunya tak dikunci, ia merasa aneh, karena Tante Azizah dan Willy sedang berada di rumah sakit, sedangkan om iman berada di kantor dan akan pulang sekitar jam 9 malam.
"What! Kok ga dikunci" gumam Lala. Ia buru buru masuk kedalam rumah dan mengecek ke sekeliling rumah, tetapi rumah sangat sepi, tak ada orang didalamnya kecuali Lala.
Hanya ada satu tempat yang belum ia cek, yaitu kamar Willy, ia pun bergegas menuju ke kamar Willy, betapa kagetnya ia saat melihat Willy yang sedang disuapi oleh bundanya yaitu Tante Azizah.
"Tante" ucap Lala sontak saat tau didalam kamar ada Willy dan Tante azizah.
"Eh Lala, udah pulang nak" ucap Tante Azizah dengan tersenyum.
Lala mengangguk dan mencium punggung tangan Tante Azizah.
"Bang Willy udah pulang ya, kenapa ga bilang bilang Lala" ucap Lala.
"Iya Tante hanya ga mau ngerepotin kamu, kalo kamu tau, pastinya kamu bantu beres beres" jawab Tante azizah.
"Ya ampun Tante, kayak ke siapa aja, aku itu adeknya bang Willy, dan Tante udah ku anggap seperti mama aku sendiri" balas Lala dengan tatapan sendu.
Azizah berdiri dari duduknya, dan langsung menenggelamkan Lala kedalam pelukannya.
"Yaudah, Tante minta maaf ya" ucap Tante Azizah dengan tersenyum dan mencium pucuk rambut Lala.
"Iya Tante"
"Tadi.... Papa kamu telfon tante, dia tanya kabar kamu, katanya tadi papa kamu telfon kamu berkali kali tapi handphone kamu ga aktif" ucap Tante Azizah.
"Ehe iya Tante, tadi data nya aku matiin, yaudah ntar Lala telfon papa balik" jawab Lala dengan tersenyum.
Willy hanya menyimak pembicaraan keduanya.
"Bang, gue kangen sama elo" ucap Lala yang langsung memeluk Willy erat.
__ADS_1
"Nyosor aja lu" balas Willy.
"Tante keluar ya" ucap Tante Azizah yang langsung diangguki oleh Lala dan Willy.
"Besok Lo masuk sekolah ga bang?" Tanya Lala.
"Ga tau, apa kata bunda" jawab Willy.
"Tetep aja kek dulu, anak maminya ga berubah" cibir Lala.
"Yang anak mami itu elo, gue mah anak bunda" saut Willy yang langsung menjitak kepala Lala.
"Aw!! Sakit bege" pekik Lala.
"Lo bodoh sih bang, au ah capek ngomong sama orang oon" ledek Lala.
"Ga ada akhlak Lo cil" ucap Willy yang langsung mendorong Lala. "Udah ah, Sono Lo pergi, gue mau istirahat"
"Ngusir bang?"
"Okeh, gue mandi, gue bakal parfuman sebotol" jawab Lala yang langsung melesat keluar dari kamar Lala sambil membanting pintu sangat keras.
"Anj*" teriak Willy akibat terkejut.
*****
Sesampai kamar, Lala mandi dan tak lupa seperti ucapannya tadi, ia memakai parfum cukup banyak hingga sampai setengah botol parfum barunya.
"Wahh wangi banget gue" pujinya sendiri sambil melihat dirinya sendiri dikaca.
"Cantik pula" tambahnya.
Lalu ia dengan jalan dengan lenggak lenggoknya menuju ke kamar Willy.
__ADS_1
"Ada dedemit, baunya wangi banget" ucap Willy seketika saat mengetahui Lala masuk kedalam kamarnya.
"Sial*n Lo bang, tadi gue dibilang kecut, sekarang dibilang dedemit" jawab Lala seraya melempar Willy dengan bantal yang terjatuh di lantai.
"Aw Sakit bege, gue baru sembuh, udah disuntik sana sini, kek mau jadi bahan percobaan" pekik Willy saat bantal yang Lala lempar mengenai area tangannya yang berulang kali terkena jarum suntikan.
Mendengar ucapan Willy, Lala tertawa lepas, sangat puas saat mendengar Willy berulang kali terkena suntikan, ia membayangkan bagaiman wajah Willy saat disuntik, karena Willy sangat takut dengan jarum suntikan.
"Puas Lo!!" Ucap Willy dengan nada tinggi.
"Ini juga mulut, kenapa bisa keceplosan lagi" tambahnya dengan memukul mulutnya pelan.
"Elo bakal kebal bang" ledek Lala dengan terus tak henti tertawa.
"Udah ah ketawanya, gue malu dodol" saut Willy seraya menutup wajahnya dengan selimut.
"Gue puas banget bang, denger Lo disuntik" balas Lala. Ia langsung melompat ke kasur king size Willy dan membuka selimut yang menutupi wajah merah Willy.
"Lo kenapa malu bang? Biasanya juga malu malu in" ledek Lala dengan mencubit pipi Willy.
"Ah elo mah, gue ngambek nih"
"Dih ngambekan kek cewek, gue yang cewek aja ga pernah ngambek"
"Diem" ucap Willy sambil membekap mulut Lala dengan tangannya, tetapi tetap saja Lala tak henti tertawa.
Kamar Willy sungguh berisik, karena diisi dengan suara tawa Lala yang cukup keras.
Keduanya pun bercanda bersama, sampai makan malam tiba.
~•~
Budayakan like, komen, dan vote
__ADS_1
makasih udah baca 🥰💖