
"cepet banget sih udah waktunya pulang, masa gue pulang sama orang yang disuruh mama sih kalo dia Leo gimana? gue kan ga mau, bang Willy ada ekskul lagi aduh, masa gue harus nunggu Sampek bang Willy selesai ekskul" oceh Lala seraya menendang nendang batu yang berada dihadapannya.
"Dahlah gue cari taxi aja deh didepan, pokoknya jangan hirauin orang yang pake motor sport merah"
Ia pun terus berjalan menuju ke gerbang sekolah, sesampai didepan sekolah ia hanya melihat kanan kiri mencari taxi.
Sedangkan seseorang yang berada disebrang sana, yang menaiki motor sport merah sedang mencocokkan wajah Lala dengan foto yang berada di layar handphone nya.
Saat dirasa mirip, ia pun menghampiri Lala.
'aduh dia ganteng banget, tapi kok dia pake seragam, trus seragamnya kayak ga asing' batin Lala dengan terus menatap malas seseorang tersebut.
Yaps seseorang tersebut adalah siswa dari sekolah sebelah, sekolah mereka bersebelahan.
"Elo Lala?" Tanya Seseorang tersebut.
"Bukan, gue..... Nia" jawab Lala berbohong.
"Yakin beneran Nia?, Tapi kok wajahnya mirip sama yang difoto" ucap seseorang tersebut seraya menunjukkan foto tersebut pada Lala.
'mampus, pasti mama kasih foto gue ke dia'Batin Lala.
"Iya gue Lala kenapa?! Emang elo siapa gue ga kenal" ucap Lala dengan juteknya.
"Gue disuruh mama elo buat jemput elo"
"Gue ga mau dianterin sama orang yang ga gue kenal, emang Lo siapa? elo belum kasih tau nama plus asal usul Lo dari mana, gue takutnya elo cuma ngarang padahal Lo mau culik gue" ucap Lala seraya berkacak pinggang.
"Gue Alan adeknya bang Leo yang mau dijodohin sama elo, untung elo calon istrinya abang gue, gue masih bisa sabar, nyebelin banget jadi orang" ucap Alan.
"Cepet naik, kalo ga mau naik yaudah gue tinggal, biar gue aduin ke mama Lo" ancam Alan.
"Minta digaplok ni anak satu ya, huh yadeh anterin gue pulang" ucap Lala pasrah.
'kalo ada yang seumuran sama gue kenapa dijodohinnya sama yang lebih tua 4 tahun dari gue?' batin Lala dengan terus menatap kaca spion, ia penasaran dengan wajah Alan yang sedari tadi tak ia tunjukkan.
"Elo tau rumah gue kan?" Tanya Lala.
"Ngga" jawab Alan dengan singkat.
"Trus? elo mau anter gue kemana?" Tanya Lala.
__ADS_1
"Ke mama gue"
"Ngapain? Ahh ga mau, gue mau pulang, gue capek mau istirahat, ayo cepet anterin gue pulang ke rumah aja lan" rengek Lala
"Berisik! jadi anak yang nurut, ini perintah mama elo" jawab Alan yang berhasil membuat Lala kicep.
'galak juga, serem' batin Lala.
Tak lama mereka berdua telah sampai di rumah Alan dan Leo.
"Yang sopan sama mama gue" titah Alan seraya membuka helm nya.
"Wahh!!!" Lala berdecak kagum, ia terus menatap wajah tampan Alan yang berada didepannya pas.
'ganteng banget' batin Lala.
"Kedip!" Ucap Alan, ia pun langsung masuk kedalam rumah meninggalkan Lala yang masih diam mematung.
Alan mencium punggung tangan sang mama, yang sedari tadi menunggunya di ruang tamu.
Sedangkan dibelakang Alan, Lala berjalan pelan menuju ke calon mertua nya.
"Tante apa kabar?" Ucap Lala yang hanya berbasa basi.
"Eh i-iya ma"
"Ma, Alan ke kamar dulu" ucap Alan yang langsung menaiki tangga.
"Itu anak mama yang kedua sayang, namanya Alan, sifatnya beda banget sama kakaknya, Alan lebih pendiam, kaku, dan cuek sedangkan Leo dia lebih periang, ceria dan humoris, dia yang slalu meramaikan rumah ini" jelas Clara pada Lala.
"Ohh gitu" jawab Lala se singkat itu.
"Iya, kenapa mama kamu dan mama menjodohkan kamu sama Leo yang umurnya jauh lebih tua dari kamu, karena biar suasana rumah tidak terlalu sepi, canggung dan serius, agar kalian saling melengkapi" ucap Clara.
"Kata mama kamu, sifat kamu itu sama persis kayak Alan, jadinya ga mungkin kita jodohin kalian berdua, bisa bisa didalam rumah slalu mengheningkan cipta" tambah Clara.
"Iya Tante eh ma" jawab Lala.
"Kamu mau liat foto Leo?" Tanya Clara.
'maaf ga tertarik Tante, tapi gue harus jawab apa' batin Lala.
__ADS_1
"I-iya boleh" jawab Lala pasrah.
Clara pun mengajak Lala ke kamar Leo, yang terdapat cukup banyak foto fotonya tersimpan disana.
"Biasanya Leo menyimpan foto fotonya yang bagi dirinya bagus didalam album ini" ucap Clara seraya memberikan sebuah photo album pada Lala.
Lala pun membuka nya, melihat foto foto Leo bersama Clara.
Saat melihat foto pertamanya, ia dibuat terkejut dengan foto Leo yang berada dipantai, yang paling membuatnya terkejut adalah terdapat ABS di perut Leo dalam foto tersebut.
"Liat foto yang lain aja sayang, ga bagus diliat perempuan yang belum menjadi istri nya"
"I-iya Tante eh ma"
"Leo itu sangat suka olahraga, Alan pun sama tapi Alan lebih sering didalam kamar menghabiskan waktunya membuat animasi, kalau Leo dia suka mengobrol.
Lala hanya mengangguk paham, lalu ia melihat liat kembali foto foto Leo.
'ga kalah gantengnya sama Alan, tapi Alan lebih menarik daripada Leo' Lala.
Tepat difoto selanjutnya, terdapat foto Leo bersama seorang wanita seksi, cantik dan body goals, wanita tersebut terlihat seperti seorang bule.
"Maaf sayang ini mantan Leo, mama lupa mau buang foto ini" ucap Clara seraya melepas foto tersebut dari album dan merobek robeknya menjadi potongan kecil.
'mantannya cantik banget' batin Lala.
Cukup lama Lala berada dirumah Clara, hingga akhirnya ia merasa bosan dan meminta izin untuk pulang.
"Ma Lala pulang ya, Lala capek banget pulang sekolah belum istirahat" ucap Lala.
"Iya sayang, maaf ya ganggu waktu istirahat kamu, makasih udah mau kesini" ucap Clara.
"Alan!!!! Antar Lala dulu!!" Titah Clara pada Alan.
Tak lama Alan turun dari lantai 2 menghampiri Clara dan Lala.
"Berangkat sekarang ma" ucap Alan seraya mencium punggung tangan sang mama.
"Pulang Tante" ucap Lala mengikuti Alan mencium punggung tangan Clara.
Keduanya pun menuju ke rumah Lala dengan melihat google maps.
__ADS_1
~•~