
"Saya ga mau pisah dari suami saya bu, saya sayang sama suami saya," ucap Ayu.
"Di sini suami ibu menggugat karna ibu menghina anaknya dan tidak ada rasa cinta di antara kalian berdua, coba jelas kan secara terperinci alasan yang sebenarnya," ucap ibu Natali selaku petugas bagian mediasi pernikahan.
"Apa masih bisa di pertahan kan pernikahannya atau memang sang penggugat memang masih tetap ingin berpisah dengan sang istri," sambung ibu Anita.
"Bagi saya bu, ga ada satu orang pun yang bisa menyakiti anak saya. Meski pun dia hanya anak angkat tapi saya begitu menyayanginya lebih dari apa pun karna dia ada di saat terakhir istri saya dan sekarang saya menikah dengan Ayu karna anak saya yang minta. Dia yakin dengan Ayu, bahwa Ayu bisa jadi ibu yang baik buat dia tapi kenyataannya di hati Ayu hanya ada kebencian terhadap anak saya," ucap Syam menjelas kan.
Ayu terdiam dengan semua penjelasan dari Syam, Ayu menyesal sudah membenci anak yang begitu berharap dengan dirinya.
"Salah Salma sama kamu apa, sampai kamu benci pada Salma? Anak yang tidak berdosa dan ingin melihat kita bahagia tapi kamu hancur kan semuanya, sejak awal aku sudah berniat ingin belajar mencintai kamu tapi apa yang ku dapat. Sejak hari pernikahan kita, kamu dan keluarga mu hanya mementing kan ego kalian. Bahkan di saat aku sakit dan hampir mati pun kalian tidak perduli kan aku," sambung Syam terus mencecar Ayu di depan ibu Anita.
Ibu Anita hanya memperhatikan setiap kata dari Syam dan Ayu lalu menulis rangkuman di buku yang sudah tersedia di dekatnya.
"Salah Salma adalah menjadi anak kesayangan mu dan aku ga suka itu karna semua hal yang Salma minta pasti kamu kabul kan, termasuk menikahi ku setelah menikah kamu cerai kan aku. Ini pasti permintaan Salma juga kan," ucap Ayu dengan emosi tak terkendali.
"Salma memang anak angkat ku tapi itu jauh sebelum kita saling mengenal dan harus kamu tau bahwa Salma lebih berharga dari pada kamu," ucap Syam sinis.
"Mediasi kali ini saya rasa sudah cukup, terlihat dari emosi bapak Syamudra Lesmana bahwa pernikahan yang di harap kan bukan begini. Dan ibu Ayu Wandira hanya menginginkan bersama dengan bapak Syam tidak dengan anaknya yang bernama Salma, mungkin itu kesimpulan dari saya. Sampai bertemu dalam mediasi berikutnya," ucap bu Anita mengakhiri mediasi antara Syam dan Ayu.
__ADS_1
Syam berdiri dari tempat duduknya dan hendak berjabat tangan dengan bu Anita, sedang kan Ayu hanya menatap Syam yang anak pergi.
"Terima kasih bu, permisi," ucap Syam lalu pergi meninggal kan ruangan mediasi meninggal kan Ayu dan bu Anita.
Syam keluar masih dengan emosi dan rasa kesal di hatinya pada Ayu, Syam terus berjalan menghampiri Salma.
"Seenaknya saja ingin bersama ku tapi ga mau ngurus Salma, jangan harap bisa dapat apa yang kamu mau. Bagaimana bisa aku jatuh hati pada mu Yu, kalau kamu ga bisa menyayangi Salma dengan sepenuh hati mu," gerutu Syam.
Sesampainya di mobil yang terparkir, Syam mengajak pak Suryo untuk langsung pergi dari gedung pengadilan agama.
"Gimana tadi pa, ketemu sama mama Ayu ga? tadi mama Ayu mau aku peluk pa," ucap Salma tanpa mengerti apa yang di laku kan oleh papa dan mama barunya di dalam gedung.
"Tapi kok papa keluar sendirian, mama Ayu kemana pa?" tanya Salma.
"Mama Ayu lagi ada urusan lain di dalam sayang, jadi papa pulang duluan aja," ucap Syam beralasan.
"Pak kita ke pulang ke hotel," sambung Syam memberi arahan pada pak Suryo.
Sementara Ayu masih duduk diam di dalam ruangan, mematung seperti kehilangan arah.
__ADS_1
"Ibu kenapa tidak pulang? Apa masih ada yang ingin di tanya kan?" tanya bu Anita.
"Bagaimana caranya agar suami saya tidak mencerai kan saya bu? Saya tidak mau cerai dengan suami saya, saya sangat mencintai suami saya," ucap Ayu mulai menetes kan air mata.
"Ibu masih bisa membujuk suami ibu dan bicara dari hati ke hati, cari solusi terbaik dari masalah yang kalian hadapi. Menurut saya, masalah kalian hanya lah masalah kecil masih bisa di selesai kan dengan kepala dingin. Coba kalian turun kan ego kalian masing-masing dan bicara kan apa mau kalian satu sama lain," ucap ibu Anita memberi saran.
"Benar kah bu, pernikahan saya dengan suami saya masih bisa di selamat kan?" tanya Ayu mulai memiliki harapan.
"Sebenarnya bisa tapi tergantung dari kalian juga, antara ibu Ayu dan bapak Syam mana yang mau mengalah. Kalau tetap begini ya,, mau apa lagi. Ibu harus bisa terima kalau bapak Syam tetap mau pisah dari ibu Ayu," ucap ibu Anita.
"Saya harus bagaimana bu untuk mempertahan kan pernikahan ini, pernikahan yang bertahan dalam waktu sebentar. Dan pernikahan yang hanya di persatu kan oleh akad nikah lalu Syam pergi setelah akad selesai karna Syam sakit dan harus di rawat di rumah sakit, setelah sembuh Syam langsung menggugat cerai saya karna Syam marah saat saya membicara kan hal tentang Salma yang memang anak angkat. Bahkan pernikahan ini Salma yang menginginkannya dan Syam menuruti apa mau Salma," ucap Ayu menjelas kan.
"Coba ibu mengalah kalau memang ibu masih menginginkan pernikahan ini tetap utuh, apa salahnya menerima anak angkat yang memang begitu di sayangi oleh bapak Syam. Anggap aja Salma seperti anak ibu sendiri yang begitu ibu sayangi," ucap ibu Anita memberi saran.
"Pernikahan untuk yang ke 2 kalinya biasanya sudah memiliki pengalaman dari pernikahan sebelumnya, menikahi seorang duda yang memiliki anak juga ada resikonya. Resikonya ya kita harus mau menerima anaknya juga jangan mau bapaknya aja, begitu pun sebaliknya kalau menikah dengan janda yang punya anak harus bisa menerima anaknya juga. Saya tanya sama ibu Ayu, kalau seandainya posisi pak Syam yang tidak mau menerima anak ibu Ayu. Apa yang akan ibu Ayu laku kan? Apa akan melakukan hal yang sama atau tetap bertahan karna satu hal?" sambung bu Anita terus memberi kan solusi untuk membuka hati Ayu.
"Aku seorang ibu pasti ga mau anak ku di perlaku kan semena-mena sama orang lain, aku pasti ingin yang terbaik untuk anak ku," jawab Ayu.
"Nah itu ibu tau jawabannya, begitu pun dengan pak Syam. Meski pun Salma hanya anak angkat tapi pak Syam ingin yang terbaik untuk anaknya Salma dan tidak ingin ada satu orang pun yang menyakiti putrinya," ucap ibu Anita.
__ADS_1