Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
CTHM 73


__ADS_3

Sepulang dari pemakaman, Lala dan mamanya memilih untuk tinggal di hotel sementara selama 2 hari ini berada dijakarta, sedangkan raja memilih untuk pulang kerumahnya walaupun jarak rumahnya kini jauh, setahun yang lalu raja bersama keluarganya pindah ke Bogor.


📞 Ja, makasih ya udah mau nganterin ke Jakarta, dan maaf juga karena udah ngerepotin elo


📞 Iya la gapapa sans aja


📞 Oh iya, Dion rumahnya masih tetep kan?


📞 Iya, rumahnya masih tetep kok


📞 Oke, boleh kasih gue nomer dia?


📞 Boleh kok, ntar gue kirim


📞 Makasih ya


📞 Iya sama sama


📞 Ehmm.... yaudah elo istirahat ya, byee


Percakapan pun berakhir, setelah raja memberikan nomer whatsapp Dion, Lala pun segera memberikan pesan pada Dion.


Mereka pun kembali saling mengobrol setelah sekian lama lost kontak, Lala sangat merindukan sahabatnya tersebut, begitu juga dengan Dion yang sangat merindukan Lala.


Lala sangat sedih karena kini sahabatnya tinggalah seorang saja yaitu Dion seorang laki laki yang slalu bisa membuatnya tertawa dan menjadi penyemangatnya disaat dia sedih dan patah semangat.


Setelah berbincang cukup lama, dipercakapan terakhir mereka, mereka meminta untuk saling bertemu di cafe biasa dekat sekolah mereka dulu.


****


Keesokan paginya, secara bersamaan Lala dan Yuri keluar dari kamarnya dengan mengenakan pakaian yang rapi dan wangi.


"Mama mau kemana?" tanya Lala.


"Mama mau kerumah papa nya Yara sayang, mama ga sendiri kok nanti pak Slamet mama suruh temenin juga didalam rumah"


"Oh gitu ya, oke"


"Kamu mau kemana?"


"Mau ketemu Dion ma, Lala kangen banget sama dia, mama masih kenal dia kan?"


"Dion? siapa ya mama kok lupa"


"Cowok yang pernah aku ajak ke rumah tante waktu meninggalnya Leo, dia sahabat aku ma" jelas Lala.


"Oh itu, yaudah kamu hati hati ya, salam buat Dion ya" Yuri mengecup kening sang anak.


Lala hanya mengangguk dan mereka pergi ke tujuan yang berbeda.


Dion yang telah menunggu Lala sedari tadi, hatinya sangat berbunga bunga karena akan bertemu dengan Lala.

__ADS_1


Lala telah berada didepan hotel, ia celingukan mencari Dion yang katanya menaiki mobil sport putih nya.


Saat ditengah kebingungannya, tiba tiba sebuah mobil sport putih melesat cepat berhenti didepannya, ya siapa lagi kalau bukan Dion.


"Ya ampun Dion, ngagetin aja, bahaya tau kalo gue melangkah satu kaki aja gue bisa ketabrak" Lala menggembungkan pipinya, wajahnya sangat imut seperti bayi, sungguh menggemaskan.


"Aaaa gemes banget, pen cubit pipi elo la" Dion tertawa terbahak bahak merasa sangat gemas dengan tingkah Lala.


"Maaf, cepet masuk"


"Iya iya"


Setelah Lala masuk kedalam mobil Dion, mereka pun segera bergegas menuju ke cafe dekat sekolah SMA mereka dulu yang kini sudah banyak perubahan.


Sesampainya disana ~


"Wahh makin bagus aja nih cafe" puji Lala dengan melihat perubahan cafe tersebut.


"Elo 3 tahun ga kesini sih, sampe gue kangen"


"Idih, elo kangen gue?"


"Iya lah" jawab Dion, ia pun memeluk tubuh Lala erat. "Gue gemes sama elo la"


"Dah dah lepas!!"


Dion pun melepas pelukannya.


"Sekali sekali la, kalo elo udah nikah gue ga bakal bisa pelukin elo lagi ahaha"


Lalu mereka berdua pun masuk kedalam cafe dengan bergandengan tangan layaknya seperti sepasang kekasih.


Setelah memesan, mereka duduk di tempat duduk yang letaknya berada dilantai 2 sambil menunggu pesanan datang.


"Oh ya di, elo dapet salam dari mama gue"


"Oh ya? wahh, salam balik buat mama papa elo ya, kapan kapan gue ke Surabaya ke rumah elo"


"Ngapain?"


"Ngelamar elo, ya main lah la, jadi gue ga boleh main ke rumah elo gitu?"


"Ehehe boleh kok, kirain mau ngapain"


"Jangan mikir yang aneh aneh deh"


"Kagak!"


Dion mencoba terus menghibur Lala yang sedang dalam keadaan berduka, ia menghibur Lala membuatnya tertawa lepas sampai dia lupa dengan kesedihannya, tak apa ia menjadi badut untuk wanita yang duduk didepannya tersebut.


Karena baginya Lala adalah sahabat yang paling spesial baginya, sangat berat bagi Lala untuk mengikhlaskan kakak dan sahabatnya yang telah lebih dulu meninggalkannya secepat itu, belum lagi dulu ia ditinggalkan oleh sahabat masa kecil sekaligus kekasihnya.

__ADS_1


'gue seneng kalo liat elo kembali senyum la, gue suka liat elo bahagia gini' batin Dion terus menatap Lala yang masih dengan tawanya.


Namun tiba tiba, percakapan berubah seketika saat Lala teringat dengan Raja.


"Raja kok bisa ada di Surabaya?" tanya Lala yang sangat penasaran, ia lupa akan menanyakannya pada raja jadi ia bertanya saja pada Dion yang saat ini berada didepannya.


"Oh dia kan kuliah disana" jawab Dion.


"Ohh jadi dia kuliah disana, universitas apa?"


"Apa ya gue lupa, bentar.... kalo ga salah Akuntansi UBAYA" Dion mencoba mengingat nama universitas tersebut.


"Ha? beneran?"


"Iya, kenapa emang?"


"Gue kuliah disana"


"Wahh satu kampus dong"


Saat ditengah tengah obrolan, makanan dan minuman yang mereka pesan telah tiba, mereka pun memilih untuk memakan dan meminum nya sebentar dengan masih diiringi dengan beberapa obrolan.


"Di, elo tau ngga permintaan terakhir kakak gue?" tanya Lala yang teringat dengan Yara.


"Tau, ini gue bicara apa adanya ya, ga ngada ngada, takutnya elo ga percaya"


"Iya iya apa cepetan!" kini rasa penasaran Lala semakin memuncak.


"Dia minta raja buat jagain elo, dia minta buat raja jadi pendamping elo, jadi suami elo maksud dia" jawab Dion.


"Ha! masa sih, elo bohong ya"


"Ya kan, gue dibilang bohong, padahal dari awal gue udah bilang gue ga ngada ngada sayang" Dion membuat wajah jelek merasa kesal dengan Lala.


"Masa dia bilang gitu? raja tau ngga tentang ini?"


"Tau"


"Tapi dia kok ga bilang ke gue, gue sebenernya ga cinta sama raja, tapi kalo itu amanah dari Yara gue harus kabulin, dia kakak gue permintaan terakhir dia harus gue turutin karena selama ini dia ga pernah minta apapun ke gue"


Dion hanya mengangguk seraya mengelus rambut panjang Lala.


"Tenang la, perlahan elo pasti bisa mencintai raja, mungkin raja sengaja ga ngomong ke elo, mungkin dia akan coba luluhin hati elo perlahan secara diem diem"


"Mungkin, gimana ini Dio? gue masih cinta sama Leo tapi mana mungkin Leo bisa balik lagi ke gue"


"Udahlah la, jangan fokus pada yang pergi tapi fokuslah pada apa yang tuhan gantikan sekarang, tuhan ngambil Leo dari elo, tapi dia kasih raja sebagai ganti"


"Percayalah mungkin ini yang terbaik buat elo, biar elo bisa move on dari cinta lama elo, percuma juga Leo ga bakal bisa balik ke dunia ini kan"


Lala hanya mengangguk dan mencerna baik baik ucapan Dion.

__ADS_1


Setelah cukup lama mereka berbincang, mereka pun memilih untuk pulang karena sekarang telah menunjukkan pukul 12.00


~•~


__ADS_2