
Setelah ia selesai berganti baju, Lala pun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan baju baru yang baru saja dibeli.
Penampilannya sungguh menawan, terlihat sangat cantik, anggun dan bijaksana.
Visual
Tak butuh waktu lama, iris dan Yuli pun mengajak Lala ke lantai bawah untuk diperkenalkannya pada karyawan karyawan kantor.
Perintah pengumpulan karyawan di lantai bawah telah dilakukan, semua karyawan kantor telah menunggu di lantai 1 yang berarti lantai paling bawah.
Keluarga kecil dengan 1 putri tersebut telah tiba di lantai bawah.
Semua karyawan kebingungan menatap Lala yang berdiri disamping Yuri dengan pakaian yang berbeda dari sebelumnya, karena tadi Lala masih memakai seragam SMA nya.
Semua karyawan saling berbisik penasaran dengan gadis cantik yang berdiri disebelah Yuri.
Hingga tak butuh waktu lama, karena semua karyawan kantor dibuat penasaran, iris pun segera memperkenalkan putri semata wayangnya pada karyawan karyawan kantor.
"Oke langsung saja, maksud saya mengumpulkan kalian semua disini karena saya akan memperkenalkan pewaris perusahaan saya, seseorang yang akan mengurus perusahaan ini kelak disaat dia sudah genap berumur 23 tahun" ucapnya dengan bangga.
Sedangkan Lala, ia hanya berdiri diam tanpa berkata apa apa, raut wajahnya datar tanpa ekspresi, baginya ini adalah hal yang paling membosankan dan merepotkan baginya.
__ADS_1
"Dia adalah anak semata wayang saya" ucapnya dengan menunjuk ke arah Lala, Lala pun tersenyum tipis yang sangat sangat tipis hingga hanya beberapa orang saja yang melihat senyumnya.
Yuri menyikut lengan Lala, menandakan kalau saatnya Lala memperkenalkan dirinya.
"Ahh iya, kenalin nama gue mi-" belum selesai melanjutkan ucapannya, ia kembali disikut oleh sang mama.
Sontak ia pun menoleh ke arah sang mama dengan menunjukkan wajah bingungnya.
"Perkenalan yang sopan, ga boleh pake bahasa gaul" bisik mamanya.
Lala mendengus kesal, lalu ia kembali memperkenalkan dirinya kembali.
"Maaf, perkenalkan nama saya Michella Salsabila, putri semata wayang dari papa iris dan mama Yuri, saya masih berumur 17 tahun yang berarti masih kelas 2 SMA" jelasnya seraya bermalas malasan.
"Mbak Lala, maafkan kami tadi ya, kami tidak tau kalau mbak ini adalah anak pak iris, yang berarti pewaris perusahaan ini" ucap salah satu karyawan perempuan.
"Iya mbak, maaf..... tolong jangan pecat kami ber lima ya" ucap yang lainnya.
"Hmmm" jawab Lala sesingkat itu, ia pun memutar kedua bola matanya, merasa sangat malas berada diposisi saat ini.
30 menit terus berlalu, iris dan Yuri terus saja membicarakan tentang Lala yang butuh bimbingan untuk bisa menjadi pengurus perusahaan yang lebih baik kedepannya.
Hingga iris dan Yuri memutuskan untuk menyuruh seorang pemuda tampan kepercayaannya untuk membimbing Lala dalam memegang perusahaan milik papanya.
__ADS_1
Ia juga menyuruh pemuda tersebut untuk mengajak Lala berkeliling melihat semua tata letak fasilitas kantor milik papanya tersebut.
Semua telah kembali semula, para karyawan kembali ke pekerjaan mereka masing masing, begitu juga dengan Yuri dan iris yang kembali dengan pekerjaannya.
Lala dan pemuda tadi menuruti perintah iris, mereka berkeliling melihat isi kantor, pemuda tadi menjelaskan semua tentang ruangan ruangan yang berada disana.
Di perusahaan sang papa dipenuhi dengan lukisan, Yap tentu saja banyak lukisan disana karena iris dulunya adalah seorang pelukis terkenal.
Dari lantai 1 sampai lantai 10 mereka jelajahi, Lala merasa sangat lelah hingga ia memilih untuk pulang lebih dulu tanpa berpamitan pada kedua orang tuanya.
"Makasih ya, gue pulang dulu, kalo mama sama papa tanya gue kemana bilang aja gue capek, gue pulang duluan!" Lala terlihat sangat lelah, sedari tadi ia memegangi lututnya yang terasa sangat pegal.
"Baik mbak" jawab pemuda itu yang terlihat sangat penurut.
"Oh ya jangan lupa, ntar suruh pak Slamet satpam kantor buat bawain seragam, tas dan sepatu gue ke rumah, dia pasti tau kok alamatnya" titah nya lagi.
"Baik mbak nanti saya sampaikan"
Lala hanya mengangguk pelan, lalu ia pun turun ke lantai paling bawah menaiki lift, sedari tadi ia disapa oleh para karyawan, tetapi ia tak menghiraukannya, ia bertingkah jutek malas untuk menanggapinya.
Sampai akhirnya ia telah sampai di lantai bawah, ia bergegas masuk kedalam mobil Alphard nya dan kembali pulang ke rumah.
~•~
__ADS_1