Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Gembok Cinta


__ADS_3

Keesokan harinya, Dion dan Lala yang telah bangun di pagi hari, selesai membersihkan badan, mereka keluar dari kamar masing masing dengan bersamaan dan menuju ke restoran untuk sarapan.


Selesai sarapan, mereka menuju ke tempat wisata selanjutnya, Namsan tower yang terletak diatas gunung Namsan.


Mereka tetap mengenakan baju hangat, jaket tebal, karena musim dingin tiba tetapi salju sudah sedikit mereda.


Sesampainya di gunung Namsan, terlihat beberapa pengunjung berada disana, mereka berdua pun memulai perjalanan, berjalan kaki menuju ke atas menara, melewati taman taman yang indah dilihat.


Setelah melewati perjalanan yang seru, diiringi dengan canda tawa, mereka telah sampai diatas menara melihat indahnya lanskap kota Seoul, disana terdapat spot romantis yang mana pengunjung bisa memasang gembok cinta.


"Indah banget ya Dio, gue seneng banget bisa berlibur setelah sekian lama hanya menetap di Indonesia, lama banget gue ga berlibur sangking sibuknya" Lala terus memperhatikan indahnya kota Seoul dari atas menara.


"Iya, liat elo bahagia, gue juga ikut bahagia"


"Padahal gue punya cita cita mau ajak Yara dan Jessica berlibur ke Korea, liat konser bareng, eh ternyata cita cita itu ga terkabul, Tuhan mempunyai rencana lain, dia ngambil 2 orang yang gue sayangi secepat itu"


"Semoga, dia ga ngambil kedua orang tua gue dan juga elo, gue ga siap harus kehilangan kalian, gue udah cukup kehilangan tiga orang yang gue sayangi"

__ADS_1


"Iya la" Dion menggenggam erat jemari Lala.


Lala hanya tersenyum menatap Dion yang bertingkah romantis.


****


hingga tak terasa, sekarang jam telah menunjukkan pukul 14.00 sudah berjam jam lamanya mereka berada disana.


Setelah cukup menikmati keindahan diatas menara dengan sesekali berfoto, mereka pun memasang gembok cinta yang telah disiapkan sebelumnya.


Gembok tersebut berbentuk Love berwarna kuning yang katanya bermakna persahabatan, digembok tersebut mereka memasang nama mereka berserta tulisan harapan tentang persahabatan dan kelanjutan masa depan mereka kelak.


Mereka memasangnya, lalu memfoto gembok tersebut, lalu pergi meninggalkannya, tujuan selanjutnya mereka menuju ke sebuah cafe.


Wisata populer soulism cafe, di cafe ini bisa berfoto dengan latar Lotte world tower yang sangat indah.


Memasuki cafe tersebut, udara terasa lebih hangat, mereka memesan makanan dan minuman lalu membayarnya, dan duduk menunggu.

__ADS_1


"Kita udah berjam jam di menara ga kerasa ya Dio, cepet banget rasanya tau"


"Iya, padahal kayak baru sebentar kita disana, ehh tau tau udah sore aja"


"Iya, ini hadiah ulang tahun yang paling membahagiakan, gue ga akan pernah bisa ngelupain ini, kenangan yang bener bener indah, kita bisa ngehabisin waktu berdua"


"Full time ya" Dion tertawa kecil, terus menatap wajah cantik Lala.


Lala hanya mengangguk, dan mengalihkan pandangannya pada handphone nya yang terdapat banyak notif pesan dari Raja tetapi ia tak menghiraukannya, ia kembali menutuop handphone nya dan melihat ke depan, Dion masih tetap sama memandanginya membuatnya merasa malu.


"Ngapain elo ngeliatin gue? ada yang salah ya?" Lala mulai berkaca di kamera handphone nya.


"Engga kok, cantik" Dion tertawa kecil merapikan rambut Lala yang sedikit berantakan.


Setelah makanan dan minuman tiba, mereka segera menyantapnya, lalu selesai makan, mereka memilih berfoto dengan pemandangan indah berlatar Lotte world tower tersebut.


Setelah merasa cukup, mereka kembali ke hotel menaiki taxi, keduanya tak kuasa untuk berjalan lagi, kakinya merasa sangat pegal karena sudah berjalan seharian.

__ADS_1


~•~


__ADS_2