
Saat Lala dan Raja telah sampai di Surabaya dirumah mereka berdua, Lala merebahkan badannya karena merasa sangat lelah diperjalanan.
Semalaman Lala sudah tidak merasakan mual lagi, namun saat ia baru saja merebahkan badannya, tiba tiba rasa mualnya kembali datang, sehingga mau tak mau ia berlari ke kamar mandi untuk memuntahkannya.
Raja yang baru saja masuk kedalam rumah, ia mencari cari keberadaan sang istri.
"La, lala!" Ia berkeliling rumah.
Akhirnya Raja mencarinya di kamar, dan mendengar suara Lala mual mual di kamar mandi.
"Sayang!! kamu gapapa?" tanya Raja mulai khawatir.
Namun tak ada balasan dari lala, hingga akhirnya Lala keluar dari kamar mandi, Raja pun langsung menghampirinya.
"Kamu kenapa? sakit?" Raja menempelkan tangannya di dahi Lala untuk mengecek suhu nya, badannya sedikit hangat.
"Yuk periksa" tawar Raja.
Lala menggeleng pelan "kamu pasti capek, besok aja periksanya" tolak Lala.
"Udah gapapa, daripada kamu terus terusan begini aku jadi khawatir" ucap Raja, sehingga membuat Lala mau tak mau menurutinya, dengan terpaksa Lala pun mau periksa.
****
Sesampainya di rumah sakit, mereka telah berada dalam ruangan, dokter mengatakan bahwa Lala sehat sehat saja tak ada tanda tanda orang sakit, tetapi dokter kembali menyarankan untuk membawa Lala ke dokter kandungan, siapa tau Lala mual mual karena hamil.
"Baik dok, terimakasih" ucap Raja sambil undur diri keluar dari ruangan.
__ADS_1
"By, kita langsung ke dokter kandungan ya" seru Raja nampak antusias.
Lala hanya mengangguk pasrah.
Mereka berdua pun menunggu antrian, ke dokter kandungan. Setelah giliran Lala, keduanya masuk bersama, konsultasi dan USG.
"Bagaimana dok hasilnya?" tanya Raja sungguh deg deg an.
Kabar baik menyelimuti mereka berdua, tuhan memberikan hadiah bagi pernikahan mereka, Lala dan Raja dikaruniani buah hati di rahim Lala yang masih berumur 2 bulan kehamilan, dan masih belum diketahui jenis kelaminnya.
Raja dan Lala sangat bahagia mendengar kabar bahagia tersebut, ia sangat bersyukur dan berdoa pada Tuhannya, berterimakasih karena diberi karunia baby yang akan muncul ke dunia dan menjadi bagian dari keluarga kecil mereka.
****
"Terimakasih tuhan, saya akan jaga baik baik anakku ini" Raja terlihat sangat bahagia, ia berulang kali mengusap dan mencium perut Lala yang masih rata.
Raja memeluk erat tubuh sang istri "terimakasih ya sayang, kamu udah kasih keturunan buat aku" ia mencium lama kening sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Sama sama" Lala membalas pelukan sang suami.
Hingga akhirnya mereka tersadar saat mereka masih berada di keramaian rumah sakit, keduanya pun segera berlari keluar dengan tawa yang hadir di bibir mereka berdua.
"Ya ampun, malu banget" Lala menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ahaha gapapa lah, kan kita udah suami istri, ngapain malu" jawab Raja merangkul sang istri.
Keduanya pun berjalan bersama menuju ke mobil. Sesampainya disana, Raja membukakan pintu bagi Lala, dan Lala masuk kedalamnya. Saat keduanya sudah berada didalam mobil, mobil pun mulai melaju perlahan keluar dari area rumah sakit, dan meluncur menuju ke rumah kedua orangtua Lala.
__ADS_1
20 menit perjalanan, mereka telah sampai ~
Lala memencet bel sebelum masuk kedalam rumah yang ia tinggali dulu. tak lama asisten rumah tangganya yang dulu, datang membukakan pintu.
"Eh non Lala, selamat datang. Apa kabar non?" bibi terlihat sangat senang saat melihat Lala datang kerumah.
"Baik bi, mama sama papa ada?" tanya Lala.
"Ada non, silahkan masuk non Lala, den Raja" bibi mempersilahkan keduanya masuk.
Lala dan Raja pun masuk kedalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu menunggu kedatangan mama dan papa Lala, atau mertua Raja.
Tak lama, papa dan mama Lala datang menghampiri sepasang suami istri tersebut yang tak lain adalah anak dan menantunya.
"Ma pa, gimana kabarnya?" Lala mencium punggung tangan kedua orangtuanya begitu juga diikuti dengan Raja.
"Baik, papa sama mama sehat sehat kok, kalian gimana kabarnya?" jawab papa Irish.
"Sesuai yang kalian lihat, kita sehat pa" Lala tersenyum simpul.
"Kalian kapan kasih kita cucu?" goda mama Yuri.
Sontak Lala dan Raja saling tatap sembari tersenyum menahan tawa. Lala pun berjalan mendekat ke kedua orangtuanya, lalu membisikkan sesuatu.
"Beneran?" mama Yuri membelalakkan matanya, sangat terkejut dengan hal yang dibisikkan oleh Lala.
Mama Yuri dan papa Irish sangat bahagia mendengar kabar baik tersebut, mereka sangat mensyukurinya.
__ADS_1
~•~