Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 132


__ADS_3

"Akhirnya kita jadi adik kakak ya, aku akan menjaga mu sampai kita besar nanti," ucap Salma.


"Terima kasih ya kak, udah mau berbagi papa dengan ku," ucap Natasya.


Syam bersyukur atas apa yang ia dapat saat ini, ternyata pilihannya tidak salah, Natasya dan Salma bisa saling menyayangi dan Ayu bisa sayang pada Salma.


"Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kita semua, semoga Ayu memang pilihan yang tepat untuk menjadi pengganti Indri," batin Syam saat melihat anak-anak berpelukan dengan Ayu.


"Nanti minggu depan aku akan menemui orang tua mu untuk melamar mu secara resmi bersama ayah ibu, sekalian tentu kan hari pernikahan kita," ucap Syam.


Ayu tak henti tersenyum merasa bahagia dengan apa yang di sampai kan oleh Syam.


"Ini bukan mimpi kan? Aku ga salah mendengar kamu ngomong kaya gini, kamu serius melamar ku?" ucap Ayu merasa percaya tidak percaya dengan apa yang terjadi.


Salma mengajak Natasya ke kamar Salma karena Salma sengaja beli banyak cemilan untuk di makan bersama Natasya.


"Ini bukan mimpi Yu, aku serius. Asal kan kamu bisa sayang sama Salma aku bisa belajar mencintai kamu," ucap Syam.


"Jadi semua ini demi Salma dan kemauan Salma bukan memang kamu yang mau?" tanya Ayu merasa kesal dengan pernyataan dari Syam.


"Bukan begitu Yu, semua ini aku yang mau. Aku hanya ingin melihat Salma bahagia, dia ga pernah merasa kan kasih sayang dari mamanya. Salma cuma ingin kan kamu yang jadi mamanya, kalau kamu ga mau ya sudah ga apa-apa aku ga akan maksa kamu," ucap Syam menjelas kan kenyataan yang ada.


Ayu hanya bisa terdiam mencerna setiap perkataan yang Syam sampai kan, Ayu merasa bingung harus menjawab apa.


"Aku hanya ingin yang terbaik untuk Salma, awalnya Salma memang ga mau maksa aku untuk bisa menikah sama kamu tapi aku tetap memikir kan kebahagiaan Salma. Kalau kamu memang bisa jadi yang terbaik untuk Salma aku bisa belajar mencintai kamu," sambung Syam.

__ADS_1


"Jadi semuanya dia lakukan hanya demi Salma si anak pungut itu, sesayang itu kamu sama Salma sampai kamu mau mengorban kan hati dan perasaan mu. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Apa aku terus kan menikah dengan Syam atau aku harus mundur dan melupakan mimpi ku untuk mendapat kan Syam dan hidup bersama Syam," batin Ayu.


"Kalau memang kamu pikir aku bisa jadi yang terbaik untuk mu dan Salma, aku pasti dengan senang hati menjadi istri dan ibu sambung untuk Salma. Tapi apa kamu bisa jadi yang terbaik untuk Natasya, kamu bisa adil berbagi kasih sayang antara Salma dan Natasya melihat kamu sesayang itu sama Salma," ucap Ayu.


"Insya Allah aku bisa, untuk anak-anak aku akan lakukan apa pun untuk membahagia kan mereka. Yakin kan dulu hati mu, apa kamu siap menjadi istri ku dengan apa yang menjadi alasan ku untuk menikahi mu. Aku janji akan belajar mencintai mu Yu, buat aku jatuh cinta pada mu," ucap Syam.


"Iya, aku mau Syam. Aku pasti kan kamu bisa jatuh cinta pada ku dan aku pasti kan kamu bucin pada ku, hehehe," ucap Ayu tersenyum bahagia.


"Terima kasih ya Yu, kamu tetap sabar menunggu ku," ucap Syam memegang erat tangan Ayu.


...***...


Setelah semua obrolan dari hati ke hati antara Syam dan Ayu dari sejak siang sampai sore, Syam mengungkap apa yang di ingin kan dan begitu pun dengan Ayu.


Kesepakatan pun di dapat dan janji pun di ukir antara Syam dan Ayu.


"Kamu mau tidur di hotel apa tidur di sini Yu?" tanya Syam.


"Di hotel aja kayanya, ga enak sama tetangga. Kita kan belum resmi menikah tapi tidur udah satu atap walau pun ga satu kamar tapi tetap pandangan orang pasti berbeda," jawab Ayu.


"Syam, jadi kapan kamu mau datang ke orang tua ku untuk melamar ku secara resmi? Biar aku pasti memberi kabar pada kedua orang tua ku," tanya Ayu memasti kan dan meyakin kan.


"Hari sabtu aku pasti ke Bandung, ke rumah orang tua mu," jawab Syam.


"Oh iya kalau bulan depan kita menikah gimana, kamu mau ga?" tanya Syam.

__ADS_1


"Apa ga terlalu cepat Syam, waktu sebulan untuk mempersiap kan pernikahan itu ga mudah loh Syam," jawab Ayu heran.


"Kok jadi Syam yang ngebet nikah ya?" batin Ayu.


"Dulu waktu aku nikah sama Indri, semua di siap kan dalam waktu singkat kok. Waktu seminggu tapi bisa cukup untuk mempersiap kan segala hal, apa lagi ini sebulan pasti lebih dari cukup lah," ucap Syam.


"Kok jadi di banding-banding kan sih, sebel deh," batin Ayu.


"Aku ga mau lama-lama karna kalau terlalu lama nanti suka ga jadi, menurut pengalaman sih gitu," ucap Syam.


"Oh gitu pengalaman yang mana tuh," tanya Ayu dengan senyum penuh arti.


"Nih aku kasih tau ya, dulu aku pacaran sama Sandra selama 4 tahun udah sampai tunangan dan hampir menikah tapi takdir berkata lain. Kita di takdir kan untuk tetap jadi saudara bukan suami istri karna Sandra adik dari kak Mila," ucap Syam bercerita singkat tentang masa lalunya.


"Oh jadi itu alasannya kamu ga mau lama-lama menjalin hubungan, maunya langsung nikah aja gitu. Gimana kalau aku ga sesuai dengan yang kamu harap kan?" tanya Ayu.


"Masih ada kesempatan untuk bisa berubah, kalau masih ga bisa berubah ya sudah tinggal kan jangan pernah ada kata menyesal karna penyesalan selalu datang terlambat dan tak akan berguna di kemudian hari," ucap Syam.


Obrolan pun terus berlanjut, Ayu bahagia bisa mengetahui masa lalu Syam dan mengenal Syam lebih jauh.


Ayu pun mencerita kan masa lalunya, perjalanan dari sejak pacaran sampai menikah hingga akhirnya memilih berpisah dari suaminya dan memilih bertahan dengan kesendiriannya membesar kan Natasya seorang diri tanpa pendamping hidup.


Usaha yang di rintis Ayu sejak awal bercerai hingga akhirnya Ayu membuka toko distro, meski pun hanya 1 toko tapi cukup untuk tabungan pendidikan Natasya dan mencukupi kebutuhan Natasya.


"Aku hanya minta satu hal pada mu, kalau nanti kita sudah menikah. Aku minta sama kamu, jangan pernah bilang apa-apa tentang asal usul Salma. Bagaimana pun Salma itu anak ku, aku menyayanginya lebih dari apa pun yang ku miliki," ucap Syam.

__ADS_1


"Iya, aku ga akan bilang apa-apa tentang asal usul Salma. Aku janji," ucap Ayu.


__ADS_2