Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
salah kamu!


__ADS_3

Saat hendak menuju ke rumah Willy, tiba tiba Lala meminta untuk pergi ke rumah Leo lebih dulu, karena ia ingin menemui mantan calon mertuanya.


"Jangan sekarang ya sayang, ini sudah sore.... besok pagi kita kesana ya" tolak Mama Yuri seraya mengelus rambut panjang anak gadisnya.


"Lala maunya sekarang hiks hiks"


"Biarlah ma, turuti permintaan Lala" balas Papa Iris.


Lalu iris pun meminta asistennya yang mengemudi mobil tersebut putar arah menuju ke rumah Leo.


Hingga beberapa menit kemudian, mereka telah sampai dirumah Clara dan Andra.


Mereka turun dari mobil, dan memencet bel rumah Clara, tak lama seseorang membukakan pintu rumah mereka.


Seorang wanita paruh baya dengan mata sembab, ia melihat dengan tatapan tak suka pada Lala dan kedua orang tuanya.


"Ngapain kalian kesini? Kalian yang sudah menyebabkan cucu ku meninggal!" ucap wanita tersebut.


"Maafkan saya tante, kami merasa bersalah hiks hiks" ucap Yuri seraya berlutut di kaki wanita paruh baya tersebut. Yaps benar saja wanita tersebut adalah ibu dari Clara.


"Ini bukan salah kami, ini semua adalah kecelakaan" balas Iris.


Iris dan Lala pun langsung membantu Yuri berdiri.


"Ibu tidak boleh berbicara seperti itu, Leo tiada bukan salah mereka, itu semua sudah menjadi takdir Leo" saut Andra yang tiba tiba muncul di belakang mertuanya.


Merasa kesal dengan sikap menantunya, ia pun pergi menjauh, Andra pun mempersilahkan Iris sekeluarga untuk masuk kedalam rumahnya, mereka bertiga pun duduk ruang tamu.


"Kami juga ikut turut berduka cita atas kepergian Leo, maafkan kesalahan kami yang mengajak Leo ke Surabaya" ucap iris.


"Iya, maafkan juga Leo jika punya salah pada kalian ya" ucap Andra yang langsung diangguki oleh iris dan Yuri.


"Om, kenapa Leo tinggalin aku secepat itu, kita baru aja ketemu, dulu dia bilang bakal ketemu lagi udah kutunggu bertahun tahun dia ga pernah datang hiks hiks, giliran sekarang kita udah bersatu tapi dia tinggalin aku lagi hiks hiks" ucap Lala yang terus diiringi dengan tangis.

__ADS_1


"Ini semua sudah takdir nak, maafkan salah Leo ya" jawab Andra yang hanya diangguki oleh Lala.


Mereka cukup lama mengobrol, hingga akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pulang, saat hendak keluar dari rumah Andra.


Clara datang tiba tiba mendorong Yuri sampai jatuh tersungkur di lantai.


"Akhhh" pekik Yuri.


"Kenapa kamu kesini? Ini semua gara gara kamu!!!" Bentak Clara yang sangat marah.


Lala pun membantu sang mama untuk berdiri.


"Tante jangan kasar!!" Bentak Lala yang mulai kesal karena mantan calon mertuanya mendorong sang mama dengan kasar.


"Oooo berani kamu ya, dulu kamu masih lemah lembut sekarang udah berani bentak bentak saya!"


"Ini semua gara gara kamu! jika kamu ga ngajak Leo untuk ke Surabaya, Leo masih hidup sampai sekarang" ucap Clara dengan mendorong Lala yang berdiri dihadapannya.


"Ini semua takdir Tante!!" Balas Lala.


"Sudah cukup!!!" Bentak Iris dan Andra.


Bentakan tersebut membuat Lala dan Clara terdiam dan menyudahi pertengkaran tersebut, Andra pun menarik tangan Clara membawanya kedalam kamar.


Sedangkan Iris, ia membawa istri dan anaknya untuk keluar dari rumah tersebut.


"Kalian apa apaan, bikin malu aja dirumah orang" ucap Iris yang mulai emosi. "Kamu juga Lala, ingat!! kamu ga boleh melawan orang yang lebih tua dari kamu, ga sopan!"


"Tapi pa, itu semua Lala lakukan buat ngelindungi mama, Lala cuma mau bela Mama yang slalu disalahkan!" Jawab Lala.


"Tapi tetap saja itu ga sopan Lala!, mulai besok kamu tinggal di Australia sama tante kamu!" Titah Iris.


"Nggak! Lala ga mau! tante Alice galak, lebih baik Lala tinggal sama Tante Azizah" ucap Lala yang berjalan mendahului masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"Lala!" Bentak Iris.


"Sudahlah pa, jangan paksa paksa Lala lagi, dia anak satu satunya kita, dia adalah seseorang yang akan merawat kita dimasa tua nanti, biarkan dia hidup sesuai kemauannya, kita ga berhak atur atur hidup Lala terus, dia sudah terluka atas kepergian Leo, dia juga terluka saat kita hampir bercerai" jelas Yuri yang menenangkan Iris.


Iris pun menghela nafas berat dan mengiyakan ucapan Yuri.


Keduanya pun berjalan menyusul Lala yang masuk kedalam mobil mendahului mereka, iris pun langsung memeluk anak gadisnya.


"Maafin papa, kamu akan tetep bersama kita kok, papa ga akan bawa kamu ke Australia" ucap Iris seraya mencium kening putrinya.


"Iya pa, maafin Lala yang udah bertindak ga sopan sama papa, dan juga maafin sikap Lala saat dirumah tante Clara, Lala janji ga akan ulangi lagi" ucap Lala dengan tersenyum. Iris hanya mengangguki nya.


Lalu mereka bertiga pun menuju ke rumah Willy.


****


Sesampai di rumah Willy ~


Pintu rumah terbuka lebar dan sang pemilik rumah pun sudah siap menunggu mereka didepan rumah.


"Mbak, apa kabar" sapa Yuri seraya memeluk kakaknya iparnya yaitu tante Azizah.


"Alhamdulillah baik, mari masuk" jawab Azizah yang langsung mempersilahkan mereka masuk kedalam rumah.


"Ada apa nih kok balik lagi ke Jakarta? Kan baru sehari pulang ke Surabaya?" Tanya Azizah.


"Engga mbak ini cuma mau liburan aja, ini kan disurabaya masih liburan sekolah" jawab Iris yang jelas berbohong.


"Oh gitu ya, ini kenapa mata Lala kok bengkak?" Tanya Azizah.


"Iya tante.... Ehm efek kecapek an kali, Lala ga bisa tidur semaleman" jawab Lala yang memang benar jika dia tidak tidur semalaman selama diperjalanan.


"Oh gitu, yaudah silahkan istirahat ya"

__ADS_1


Mereka bertiga pun beristirahat di kamar yang sudah disediakan.


~•~


__ADS_2