
Doni mengajak Syam dan yang lainnya ke restoran khas sunda dengan tempat yang nyaman dan duduk lesehan.
"Tempatnya bagus kak, aku juga ada rencana membuka restoran di Bandung tapi belum ada konsep dan masih cari-cari tempat yang bagus dan strategis yang kira-kira pasti banyak pengunjung datang," ucap Syam setelah memesan makanan.
"Bagus tuh dek, konsepnya kaya gini aja dek makan lesehan dengan menu khas sunda. Jadi ga perlu koki handal buat masak kaya ikan bakar, ayam bakar, tahu dan tempe goreng cuma di goreng-goreng doang kan ga harus bumbu khusus. Nanti biar kakak bantu cari tempat yang bagus," ucap Doni.
"Kalau udah ngobrolin bisnis aja langsung nyambung," ucap ibu.
Mereka pun makan setelah pelayan mengantar makanan yang mereka pesan.
"Rencana setelah menikah kalian mau tinggal dimana?" tanya Mila.
"Rencananya sih kita tinggal di Bandung aja, aku mau buka resto dan Ayu bisa tetap bekerja. Kalau di Jakarta kan Ayu ga bisa sambil kerja, jadi aku yang ngalah pindah ke Bandung," ucap Syam.
Ayu hanya mendengar kan jawaban dari Syam tanpa mau ikut menjawab.
"Jadi itu mau mu Syam, kamu mau kau tetap kerja. Ga apa-apa biar aku tetap bisa pergi ke salon dan mempercantik diri biar kamu ga bosen sama aku," batin Ayu.
"Salma juga pindah sekolah ke Bandung?" tanya Mila.
"Iya, Salma pasti ikut kemana pun aku pergi. Nanti biar Salma masuk ke sekolah internasional lagi di sini karna Minggu depan Salam ada ujian kenaikan kelas jadi Salma langsung kelas 6, terus aku pindahin sekalian ke Bandung jadi aku bisa urus resto baru setelah Salma pindah sekolah," jawab Syam.
"Kalau Natasya sekolah dimana Yu?" tanya Doni.
"Di sekolah biasa kak, aku ga mampu menyekolah kan Natasya di sekolah internasional karna aku hanya pegawai biasa. Yang penting bisa dapat pendidikan yang bagus dan anak bisa menjadi anak yang pintar dan membangga kan," jawab Ayu.
Obrolan pun terus berlangsung sampai akhirnya mereka memilih untuk pulang.
"Aku antar Ayu dan Natasya pulang ya bu, ibu pulang dengan pa Suryo. Biar aku antar Ayu pakai taxi online dan pulang mengguna kan taxi online lagi," ucap Syam.
"Ayah dan ibu biar ikut kami aja, pasti cukup kok. Kamu biar antar Ayu dan Natasya pakai mobil kamu," ucap Doni memberi saran.
"Ya sudah, ibu sama ayah ikut di mobil kamu ya," ucap ibu lalu naik ke dalam mobil Doni dan di ikuti oleh ayah dan anak-anak Mila.
__ADS_1
"Adek sama kakak duduk di bangku belakang ya biar nenek sama kakek duduk di bangku tengah," ucap Doni anak-anak pun menurut dengan apa yang di kata kan sang papa tanpa ada jawaban sedikit pun.
Sedang kan Syam duduk di samping pengemudi dan Ayu duduk di bangku tengah bersama Natasya dan Salma.
Sepanjang perjalanan Ayu duduk sambil memeluk Natasya dan tak mau menyentuk Salma.
"Mama Ayu, aku mau di peluk juga dong," pinta Salma.
"Susah dong nak, kamu kan duduk di ujung tangan mama ga sampai ke badan Salma. Pegang tangan aja mau ga?" ucap Ayu beralasan.
"Iya deh," jawab Salma singkat dengan wajah kecewa.
"Sebenarnya mama Ayu sayang ga sih sama aku, minta peluk aja banyak alasannya. Kan Natasya bisa pindah ke sebelah jadi tangan mama Ayu bisa peluk kamu berdua," batin Salma melepas tangan Ayu dan tangannya.
"Kenapa di lepas sayang?" tanya Ayu.
"Ga apa-apa, aku mau main ponsel aja," ucap Salma ketus.
Syam hanya memperhati kan yang terjadi antara Ayu dan anak-anak tanpa mau berkomentar apa pun.
"Aku chat mama Sandra aja deh," batin Salma.
💌Mama Sandra aku sedih, tante Ayu lebih sayang Natasya dari pada sama aku. Mentang-mentang aku buka anak kandungnya minta peluk aja pelit😭.
Perjalanan terus berlanjut, Salma tetap asyik dengan ponselnya.
"Kak Salma pasti sedih karna mama ga mau peluk kak Salma," batin Natasya.
Lama Salam menunggu balasan dari Sandra, sampai akhirnya ponselnya mendapat kan notifikasi pesan masuk.
💌Jangan berpikir seperti itu nak, lambat laun juga mama Ayu pasti sayang sama Salma. Sabar ya sayang.
Salma membacanya dan menutup kembali ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas.
__ADS_1
Sesampainya di depan rumah Ayu, Ayu dan Natasya turun dari mobil. Syam pun ikut turun dari mobil dengan berniat pindah ke kursi belakang bersama Salma.
"Syam mau mampir dulu, kita ngobrol dulu sebentar," ucap Ayu.
"Emm, kayanya lain kali aja ya. Aku mau langsung pulang ke Jakarta, besok masih banyak kerjaan dan Salma juga harus sekolah," ucap Syam.
"Ya sudah aku pamit ya," sambung Syam.
"Terima kasih udah mau nganter pulang aku sama Natasya," ucap Ayu.
"Terima kasih ya papa udah ajak jalan-jalan aku hari ini, hati-hati di jalan ya pa," ucap Natasya mencium punggung tangan Syam.
"Dahhhh... kak Salma, terima kasih untuk hari ini. Sampai ketemu lagi lain waktu," ucap Natasya.
"Bye dek," ucap Salma singkat.
Syam masuk kembali ke dalam mobil di bangku penumpang bersama Salma, Syam ingin tau apa yang di rasa kan oleh Salma saat ini.
"Ayo pak kita jalan," ucap Syam.
Syam memeluk Salma yang cemberut dan memandang ke arah luar kaca jendela.
"Kamu kenapa sayang, kok cemberut gitu sih. Nanti hilang cantiknya loh, anak papa ga boleh sedih gini di hari ulang tahunnya," ucap Syam.
"Aku sedih pa, mama Ayu ga mau peluk aku. Mama Ayu sayang ga sih sama aku pa, atau cuma sayang papa aja?" ucap Salma dengan segala prasangkanya terhadap Ayu.
"Padahal kan Natasya bisa pindah ke sebelah jadi kita berdua bisa di peluk sama mama Ayu kaya papa peluk aku sama Natasya. Nanti kalau papa jadi nikah sama mama Ayu, aku mau tinggal di rumah nenek aja ga usah pindah sekolah. Aku ga mau ikut papa pindah ke rumah mama Ayu, mama Ayu pasti pilih kasih. Pasti lebih sayang sama Natasya, yang memang anak kandungnya," sambung Salma mulai menetes kan air matanya.
"Sayang, papa ga akan pergi kemana-mana kalau kamu ga ikut sama papa. Papa ga bisa hidup tanpa kamu nak, kalau kamu ga nyaman sama mama Ayu biar papa batal kan pernikahan papa sama mama Ayu," ucap Syam mencoba tenang kan hati Salma.
"Mungkin Salma hanya salah paham sama mama Ayu, maafin mama Ayu ya. Sini biar papa yang peluk Salma," sambung Syam memeluk tubuh Salma dan menghapus air mata di pipi Salma.
"Terima kasih ya pa, papa memang papa terbaik di dunia. Papa bisa jadi papa dan sekaligus mama buat aku, aku sayang sama papa," ucap Salma.
__ADS_1
"Iya sayang, papa juga sayang sama Salma. Jangan sedih lagi ya nak," ucap Syam.