
Sesampai di mall tepatnya dimana tempat Willy dan temannya ketemuan.
"Pacar Lo Will?" Tanya teman Willy yaitu Zendy.
"Bukan bege, dia adek sepupu gue" jawab Willy.
"Masa sih?" Tanya Zendy tak percaya.
"Serah Lo mau percaya apa nggak" balas Willy.
"Oke, kenalin gue Zendy temennya Willy" ucap Zendy dengan mengulurkan tangannya dan tak lupa ia juga menyuguhkan senyumannya yang menggoda.
Lala hanya melirik uluran tangan Zendy dengan menautkan satu alisnya.
"Gue Lala" jawab Lala membalas jabatan tangan Zendy sekilas dengan wajah datar.
"Oke kita mau ngapain nih, ayo jalan jangan berdiri disini terus" Ucap Willy.
"Heem, kita jalan jalan keliling dulu, abis itu ke cafe mall, apa mau nonton bioskop?" Saut Zendy.
"Gimana la?" Tanya Willy pada Lala.
"Abis jalan, nonton aja" jawab Lala dengan memperhatikan sekeliling.
Keduanya mengangguk mengikuti kemauan Lala, dan mereka mulai berjalan tanpa tujuan.
Mereka berjalan diarea mall sambil mengobrol tak henti henti, kecuali Lala, ia hanya dia menyimak pembicaraan dan sesekali tertawa atau menjawab jika ditanya.
Lala merasa sedikit bosan, dan ia pun memasang headsetnya dan memutar musik kesukaannya sambil berjalan, tak memperdulikan percakapan antara dua sejoli tersebut.
"Sepupu Lo cantik, tapi sayangnya keliatannya cuek" bisik Zendy.
__ADS_1
"Emang sih cantik, tapi aslinya dia random banget, dia tolol, cuek diluar rumah doang, kalo dirumah mah paling berisik" balas bisik Willy.
"Beneran?" Tanya Zendy merasa heran.
"Kok Lo bisa tau, emang kalian tinggal satu rumah?" Tanya Zendy lagi.
'gue keceplosan' batin Willy dengan diam mematung dan menepuk dahinya pelan.
"Kenapa berhenti bang?" Tanya Lala yang hanya dibalas gelengan kepala oleh Willy.
Lalu mereka pun melanjutkan berjalan.
"Jawab Will" ucap Zendy dengan menyikut lengan Willy.
"Iya gue tinggal serumah bareng Lala, karena Lala lagi ada masalah sama keluarganya, jadi dia tinggal dirumah gue" jawab Willy terang terangan, untung Lala tak mendengarnya.
"What, oke fix gue bakalan Pepet sepupu Lo, kalo gitu gue bakal sering sering kerumah Lo" jawab Zendy dengan muka sumringah.
"Jangan deketin adek gue" Willy memberikan tatapan tajam pada Zendy.
"Lo ga cocok sama sepupu gue, Lo Cemen ga bisa apa apa, gue bakal cariin cowo buat dia yang bisa ngelindungin dia" jelas Willy.
"Bullshit, bilang aja yang bisa ngelindungin dia cuma Lo, karena Lo jago Taekwondo" jawab Zendy dengan memutar bola matanya.
"Kagak!"
Peredebatan pun dimulai, tetapi Lala tak menyadarinya karena, ia asik dengan ponselnya, ia bermain ponsel sambil berjalan.
beberapa menit kemudian, Lala melepas headsetnya bertujuan untuk mengajak Willy dan Zendy ke bioskop.
"Kita nonton yuk, capek jalan terus ga ada tujuan" ajak Lala dengan memegangi lututnya.
__ADS_1
"Yaudah yuk" jawab mereka berdua bersamaan.
Lalu mereka bertiga menuju ke bioskop mall yang berada di mall tersebut.
Saat hendak memasuki bioskop, Lala menghentikan langkah kakinya saat melihat seseorang yang ia kenal.
'Yara, Raja' batinnya saat melihat kedua orang tersebut yang berjalan berjarak cukup jauh darinya masuk kedalam bioskop tersebut.
Keduanya terlihat sangat mesra, berjalan berdua, bergandengan tangan, bercanda bersama.
'kayaknya gue suka sama Lo ja, gue sakit setiap liat Lo berduaan sama Yara, tapi gue sadar, gue siapa? gue bukan pacar Lo, gue hanya pengagum rahasia lo' batin Lala dengan terus menatap kedua orang tersebut sambil menahan tangisnya.
Tiba tiba terdapat tangan yang melambai didepan wajahnya persis, sontak ia terkejut dan ia kembali tersadar dari lamunannya.
lala menghela nafas berat. "Bang ga jadi nonton deh, kita langsung pulang aja" ucap Lala dengan menunduk menahan tangis.
"Kenapa la?" Tanya Willy dan Zendy bersamaan.
"Tiba tiba ga mood" jawab Lala.
Willy merasa ada yang aneh pada Lala, ia melihat perubahan sikap Lala yang tak biasa terjadi padanya, lalu ia pun menuruti permintaan adik kesayangannya tersebut.
"Yaudah kita pulang" jawab Willy dengan mengangguk.
"Loh loh, ga jadi nih?" Zendy dengan ekspresi wajah kebingungan.
"Ga jadi, kapan kapan aja, maaf ya" jawab Lala dengan tersenyum sangat tipis.
"Oke deh" balas Zendy merasa kecewa.
"Gue pulan Zen" ucap Willy dengan menepuk pundak Zendy pelan, karena ia tau kalau sahabatnya tersebut sedang merasa kecewa.
__ADS_1
Lalu Lala dan Willy pun pulang kerumah, kecuali Zendy yang memutuskan untuk menonton bioskop sendiri.
~•~