Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 139


__ADS_3

"Terus perasaan kamu gimana setelah sering bertemu dengan Syam?" tanya ibu.


"Maksud ibu perasaan ku yang mana? Kalau yang dulu udah aku buang jauh-jauh tapi yang sekarang aku menganggapnya hanya sebatas saudara dari kak Doni aja ga lebih tapi kalau di rumah sakit ya dokter dan pasien ga lebih," ucap Sandra menjelas kan.


"Kamu yakin nak dengan yang kamu kata kan?" tanya ibu.


"Ish ibu ini, aku pasti yakin lah. Kan sekarang udah ada Ryan yang selalu ada buat aku, dia lebih sayang sama aku," ucap Sandra beralasan.


"Terus kenapa kamu cuma berdua aja datang kemari?" tanya ibu terus menyindir Sandra.


"Kan udah aku bilang, Ryan lagi ada seminar di luar kota. Dari pada aku sendiri di rumah jadi aku ambil cuti dan kemari buat ketemu sama ibu," jawab Sandra menjelas kan.


"Iya iya ibu percaya, udah malam kita istirahat dulu. Kamu juga pasti cape kan menempuh perjalanan jauh, bawa mobil sendiri lagi. Jangan lupa anak-anak suruh tidur juga," ucap ibu berdiri dari tempat duduknya dan melangkah pergi meninggal kan Sandra.


"Iya bu," ucap Sandra singkat ikut berdiri dari tempat duduknya dan mendatangi anak-anak untuk menyuruh mereka tidur.


"Anak-anak ini sudah malam, kakak sama adek tidur ya. El juga mau tidur, besok pagi kita joging keliling komplek. Gimana, siapa yang mau ikut?" ucap Sandra memberi ajakan untuk esok hari.


"Aku mau tante," ucap kakak dengan semangat.


"Ade juga mau," ucap adek lebih semangat dari kakak.


"El juga mau mama, nanti mama bangun kan El ya," ucap El.


"Iya sayang, sekarang kita tidur ya biar besok ga kesiangan bangunnya," ucap Sandra.


"Oke siap bos," ucap El Rumi.


Sandra dan El masuk ke kamar Sandra, sedang kan ke 2 anak Mila tidur di kamar Mila saat Mila masih gadis.


Melihat El sudah tertidur pulas, Sandra yang memang belum ngantuk dan belum bisa tidur hanya bisa melamun memikir kan sesuatu di masa lalu.


Mengingat perkataan ibu tadi, Sandra terus memikir kan Syam yang Sandra ketahui niat Syam ke Bandung untuk melamar Ayu.


Sekeras apa pun hati Sandra menyangkalnya, di lubuk hati Sandra yang paling dalam masih ada Syam yang pernah singgah dan bertahan lama mengisi hati dan hari-hari Sandra.


"Meski pun kamu bukan cinta pertama ku tapi kamu pacar pertama ku Syam, sampai saat ini aku belum bisa melupakan mu seutuhnya. Kamu yang pertama membuat ku bahagia dengan rasa yang kamu beri dan kamu yang pertama memberi luka di hati ku, sampai aku tak tau arah dan tujuan ku. Yang ku tuju hanya lah rasa sepi saat ku sendiri dan bayang-bayang mu selalu ada di setiap lamunan ku," batin Sandra.

__ADS_1


Sandra tersadar kan dari lamunannya saat ponselnya mendapat notifikasi pesan masuk.


Derrtt..


Sandra mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengirim pesan padanya.


💌Kamu udah tidur sayang?


Sebuah chat dari Ryan yang di nanti oleh Sandra sejak tadi siang.


💌Belum, aku ga bisa tidur. Kamu baru selesai seminarnya?


💌Iya, aku baru sampai di hotel dan baru selesai mandi juga. El sudah tidur belum?


💌Udah dari tadi.


💌Lusa aku susul kamu ke rumah ibu ya sekalian jemput kamu sama El. love u mama.


💌Oke aku tunggu, yang semangat ya seminarnya


Setelah berkirim kabar dengan Ryan, Sandra menyimpan ponselnya kembali dan mencoba untuk memejam kan matanya.


Kembali ponsel Sandra menerima pesan masuk tapi kali ini bukan dari Ryan melain kan dari Syam, Sandra mengambil ponselnya dan membuka chat dari Syam dengan mengguna kan ponsel Salma.


💌Sandra, aku tau kamu ada di rumah ibu mu tapi kenapa kamu ga mau menemui ku?


💌Maaf Syam bukannya aku ga mau menemui mu tapi anak ku ga mau di tinggal, kamu kemari cuma silaturahmi kan bukan sengaja untuk menemui ku. Dan aku tau dari Salma kamu ke Bandung untuk melamar wanita yang bernama Ayu.


💌Aku cuma ingin mengucap kan terima kasih pada mu karna sudah merawat ku selama aku di rumah sakit tapi kenapa kamu tidak mau aku membayar jasa mu sebagai dokter?


💌Tidak apa-apa aku melakukannya atas dasar kemanusiaan.


💌Bukan karna janji mu yang pernah kamu ucap kan dulu, kamu akan merawat ku sampai aku sehat kembali seperti sedia kala jika aku sakit.


💌Itu masa lalu Syam, ga usah di bahas lagi. Kita sudah saling melepas kan dan merela kan satu sama lain.


💌San, aku melepas mu bukan berarti aku merela kan mu menikah dan bahagia bersama orang lain. Aku masih berharap kamu bisa kembali pada ku San, dan rasa ini masih sama dengan rasa ku yang dulu.

__ADS_1


"Jangan seperti ini Syam, semakin kamu mengungkap kan rasa yang pernah ada semakin aku tersiksa dan terluka," batin Sandra membaca isi chat terakhir dari Syam membuat Sandra meniti kan air mata dan Sandra tidak mau membalas chat terakhir dari Syam.


Sandra larut dalam rasa sedihnya sampai Sandra pun tertidur.


Sandra terbangun saat adzan berkumandang, lalu Sandra bangun dari ranjangnya dan bersiap untuk sholat subuh.


Jam 5:45 anak-anak Mila sudah mengetuk pintu kamar Sandra untuk memastikan Sandra sudah bangun dan mengajaknya joging pagi.


Setelah semua bersiap, joging pagi pun di mulai. El dan ke 2 anak Mila joging di depan Sandra melewati setiap rumah yang ada di komplek perumahan.


"Mama kita istirahat dulu ya, El cape," ucap El mengeluh pada sang mama.


"Ya sudah kita istirahat di taman depan ya, biar teduh juga," ajak Sandra.


Mereka pun sampai di taman dan duduk lesehan selonjoran kaki.


"Aku ambil minum dulu ke rumah ya tante," ucap si sulung anak Mila.


"Iya sayang, kalau tidak merepot kan mu. Tante minta tolong di bawa kan sekalian ya," ucap Sandra.


"Iya tante," jawabnya singkat dan langsung pergi menuju rumahnya.


Tak sampai 5 menit si sulung pun tiba di rumah kedua orang tuanya.


"Hai nek, mama mana?" tanya si sulung.


"Ada di dapur nak," ucap ibu.


Si sulung pun langsung pergi mencari sang mama ke dapur.


"Mama, aku mau 2 botol air minum dong," pinta si sulung.


"Buat apa nak?" tanya Mila.


"Untuk adek dan tante Sandra, kita lagi joging keliling komplek dan lagi istirahat di taman depan jadi aku pulang dulu ambil minum," ucap si sulung bercerita singkat.


Tanpa banyak bertanya lagi, Mila segera memberikan 2 botol air putih untuk di bawa anak sulungnya dan si sulung segera pergi ke luar rumah tanpa bertemu dengan Salma.

__ADS_1


__ADS_2