Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 133


__ADS_3

Minggu pagi di ibu kota, Ayu bangun tidur dengan hati bahagia dan terus memikir kan Syam. Sementara Natasya menginap di rumah Syam karna Salma yang meminta Natasya untuk tidur bersamanya dan Syam dan Ayu mengizin kan nya.


"Setelah menikah nanti aku harus jadi kan Natasya anak yang paling Syam sayang bukan si anak pungut itu. Memang lebih cepat lebih baik jadi aku bisa lebih leluasa membuat anak itu pergi dari hidup Syam," batin Syam.


Ayu mengecek ponselnya yang menerima notifikasi pesan masuk dan langsung Ayu buka.


💌Aku jemput jam 9 ya, kita bertemu ayah dan ibu ku. Aku cek resto dulu sebentar, setelah semua selesai aku jemput kamu.


"Aku pasti bisa buat kamu jatuh cinta pada ku, perlahan tapi pasti kamu akan menjadi milik ku seutuhnya," gerutu Ayu.


💌Iya Syam, aku tunggu.


Ayu bangkit dari tempat tidur dan langsung masuk ke kamar mandi, Ayu mandi lalu bersiap untuk sarapan.


"Aku langsung tunggu Syam di resto hotel aja sambil sarapan, biar ga bulak balik ke kamar," gerutu Ayu dengan berpakaian rapih dan full make up tapi masih terlihat natural tak lupa tas kecil yang selalu Ayu bawa yang berisi dompet dan ponsel.


Ayu keluar dari kamar dan turun menggunankan lift menuju resto hotel, lalu Ayu memesan kopi dan roti untuk sarapan.


Sambil menunggu Syam menjemputnya, Ayu menunggu sambil membuka setiap aplikasi di ponselnya untuk menghilang kan rasa jenuhnya.


Sementara Syam sejak pagi sudah sibuk mondar mandir ke setiap resto miliknya dengan di antar pak sopir, Syam tak mau melewat kan satu hal pun dalam usahanya kali ini.


"Pak sekarang kita ke hotel ya, jemput Ayu," ucap Syam memberi arahan pada pak sopir.


"Iya pak," ucap pak Sopir langsung melajukan mobilnya di jalanan ibu kota menuju hotel tempat Ayu menginap.


20 menit perjalanan menuju hotel, Syam mengambil ponselnya untuk menghubungi Ayu.


📱"Halo Yu, aku udah di depan hotel ya. Aku ga masuk parkiran hotel biar langsung pergi," ucap Syam.


📱"Sebentar ya, aku bayar dulu kopi ku," ucap Ayu.


📱"Memangnya kamu lagi dimana?" tanya Syam.


📱"Aku lagi sarapan di resto hotel," jawab Ayu.

__ADS_1


📱"Oh, ya sudah aku tunggu di mobil ya," ucap Syam lalu menutup telponnya.


Selesai membayar Ayu segera keluar dari hotel dan mendatangi mobil yang di tumpangi oleh Syam. Mereka pun duduk berdampingan di kursi penumpang.


"Pak kita langsung ke rumah ibu," ucap Syam kembali memberi arahan pada pak sopir.


...***...


Sesampainya di rumah orang tua Syam, sudah ada Salma dan Natasya yang sejak dari pagi Syam antar ke rumah orang tuanya itu pun atas permintaan dari Salma.


Natasya terlihat bahagia karna bisa bertemu dengan calon nenek dan kakek barunya, Salma dan Natasya bermain selayaknya adik kakak yang saling menyayangi.


Ayu melihat Salma dengan penuh rasa benci karna Syam begitu menyayangi Salma, pernikahan yang penuh ambisi pun akan segera di mulai.


Bukan harta yang Ayu cari dari Syam tapi hasrat ingin memiliki yang tinggi sampai Ayu terobsesi pada Syam.


Kedua orang tua Syam menunggu di ruang keluarga untuk membicara kan pernikahan Syam dan Ayu yang akan di gelar sebulan lagi.


Segala persiapan sudah di bicara kan, acara inti akan di gelar di kediaman Ayu di Bandung dan ngunduh mantu di kediaman orang tua Syam.


"Kalau besok kita ke Bandung untuk bertemu orang tua Ayu gimana Syam, kamu setuju ga?" tanya ibu.


"Kalau Salma izin dulu sehari aja, bisa? Dan kamu menunda pekerjaan mu sehari besok aja, bisa? Bukannya di setiap resto sudah ada penanggung jawabnya," tanya ayah.


"Nanti aku usaha kan yah, aku hanya ga mau usaha yang aku rintis kali ini hancur kaya bisnis ku yang dulu hancur tak tersisa," ucap Syam beralasan.


"Nak Ayu sampai kapan di Jakarta?" tanya ibu.


"Sore ini aku pulang ke Bandung bu, besok aku harus kembali bekerja dan Natasya harus sekolah," jawab Ayu.


"Nah untuk masalah tempat tinggal, nanti setelah menikah kalian akan tinggal dimana? Di Bandung atau di Jakarta? Kalian harus putus kan dari sekarang," ucap Ayah.


"Kalau untuk itu, aku dan Ayu udah ambil kesepakatan untuk tinggal di Bandung di rumah Ayu dan membuka cabang resto di Bandung dan resto yang di sini aku cek sesekali biar tetap terkendali," ucap Syam dengan rasa yakinnya.


"Terus sekolah Salma bagaimana?" tanya ibu.

__ADS_1


"Aku belum tanya Salma tentang itu, kalau aku sih maunya Salma ikut pindah sekolah ke Bandung. Di Bandung juga banyak sekolah internasional yang bagus," jawab Syam.


"Enak aja sekolah internasional untuk anak pungut kaya dia, udah di sekolahin aja udah syukur. Pokonya gimana pun caranya aku harus yakin kan Syam agar Salma sekolah di sekolah negeri yang biasa jangan sampai di sekolah internasional," batin Ayu.


"Kalau ibu sih, gimana baiknya aja. Kalau menurut kalian baik ya ibu setuju aja, kalau pun Salma mau tetap sekolah di sini ibu ga keberatan Salma tinggal di sini dengan ibu," ucap Ibu.


"Segitu di sayangnya si anak pungut," batin Ayu semakin menambah kebencian Ayu terhadap Salma.


"Sebaiknya kalian mulai membeli barang-barang untuk hantaran nanti, mumpung Ayu masih di sini dan mumpung ada waktu juga," ucap ayah memberi saran.


"Iya sambil ajak jalan-jalan anak-anak, kita beli keperluan untuk hantaran nanti," ucap Syam mengajak Ayu.


"Boleh," ucap Ayu singkat.


Syam berdiri dari tempat duduknya dan memanggil Natasya dan Salma yang sedang bercengkrama di kamar Salma.


Tok tok tok


"Masuk," teriak Salma.


Syam pun membuka pintu kamar Salma dan masuk ke dalam kamar Salma.


"Sayang, mau ikut papa sama mama ga? Kita jalan ke mall sambil shopping-shopping," tanya Syam.


"Mau," ucap Salma dan Natasya bersamaan.


"Udah kompak aja nih," ucap Syam.


"Iya dong, adik kakak kan harus kompak ya dek," ucap Salma.


"Iya kak. Oh iya pa nanti kita tinggal satu rumah kan?" tanya Natasya.


"Iya nak, kita akan tinggal bersama setelah papa dan mama menikah," jawab Syam.


"Ayo siap-siap kita pergi ke mal," sambung Syam.

__ADS_1


"Semoga kalian selalu bahagia nak, dengan pernikahan ku kali ini semoga ini menjadi yang terakhir," batin Syam.


Syam dan anak-anak keluar dari kamar Salma dan berjalan bersamaan menuju ruang keluarga.


__ADS_2