Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
CTHM 68


__ADS_3

Sepulang sekolah, ia telah berada didalam mobil milik orang tuanya, duduk manis sambil memainkan handphone nya.


"Pak kita ke kantor papa dulu" titah Lala.


"Baik non" jawabnya yang mulai menuruti permintaan dari nona kecil nya.


30 menit perjalanan, akhirnya mereka telah sampai di perusahaan milik papa iris, sejak dia berumur 11 tahun, ia tak pernah lagi datang kesana, tetapi sewaktu dia masih kecil, papa nya sering mengajaknya ke kantor.


"Ini benera kantor papa?" Lala mendongak menatap perusahaan sang papa dari bawah sampai atas.


"Iya non"


"Oh udah banyak perubahan ya, dulu kayaknya bangunannya ga kayak gini, sekarang lebih tinggi" ucapnya berdecak kagum dengan bangunan tinggi tersebut.


"Yasudah mari pak antar saya ke ruangan papa, bapak ngerti kan ruangannya?" tanya Lala.


"Eng-enggak non, sa-saya ga pernah masuk kedalam ruangan tuan, saya hanya menunggunya diluar kantor saja biasanya" jawab pak Slamet.


Lala menghela nafas, lalu pergi berjalan meninggalkan pak Slamet yang masih mematung didepan mobil.


Sebelum masuk kedalam, Lala telah disambut hangat oleh kedua satpam yang berjaga didepan pintu.


"Sore non" sapa salah satu satpam tersebut.


Lala membalasnya dengan senyuman "pak antar saya keruangan papa" titah Lala pada salah satu satpam yang ia kenal sejak kecil tersebut.


Satpam tersebut pun hendak mengantarkan Lala, namun dicegah oleh satpam satunya yang lebih muda.


"Siapa?" bisiknya pada satpam yang lebih tua.


"Nona Lala, anak dari bos iris dan Bu Yuri" balas bisiknya.

__ADS_1


Satpam yang lebih muda tersebut pun terkejut sambil menutup mulutnya tak menyangka ternyata bos nya memiliki anak perempuan yang sangat cantik.


Keduanya pun masuk kedalam ~


Saat hendak memasuki lift pribadi khusus untuk keluarga iris saja, tiba tiba ia dihadang oleh beberapa karyawan.


"Mbak ini siapa? ini bukan untuk lift umum" ucap salah satu karyawan.


Lala hanya terdiam malas untuk menjawabnya.


"Apakah mbak mau bertemu dengan pak iris?, apakah mbak sudah ada janji?" tanya nya mulai mendetail.


"Jika mbak belum ada janji, mbak ga bisa bertemu dengan pak iris, karena hari ini jadwal pak iris sangat padat"


Lala sudah muak dengan ucapan salah satu karyawan tersebut, ia tak memperdulikannya dan segera masuk kedalam lift pribadi tersebut bersama satpamnya.


"Maaf non, saya ga berani naik kedalam lift ini, ini khusus untuk keluarga pak iris saja" tolak satpam.


"Nona kenapa ga bilang kalo nona ini anak dari pak iris?"


"Percuma, mereka ga akan percaya kalau bukan papa yang bilang, lagian ntar papa bakalan ngenalin aku ke mereka kok" jawabnya bertingkah santai.


"Oh iya non, non.... jangan aduin saya ke tuan ya non kalo saya ikut naik kedalam lift ini" pintanya ketakutan.


"Iya, emang kenapa sih? kalo aku yang nyuruh bapak naik lift ini, papa ga akan marah, tenang papa ga akan pecat bapak kok"


Hingga akhirnya, mereka telah turun dilantai 8 tempat dimana ruangan papa nya berada.


Pak satpam pun memberitahu letak ruangan iris, dan Lala pun masuk kedalamnya tanpa pak satpam.


"Makasih pak, bapak bisa kembali" ucapnya dengan ramah.

__ADS_1


"Iya non sama sama"


Sebelum masuk, Lala lebih dulu mengetuk pintu kaca tersebut agar lebih sopan, saat mendengar ketukan pintu, seseorang didalamnya pun menyaut.


"Masuk!"


Mendengar perintah, Lala pun masuk kedalam ruangan tersebut dan terlihat sang papa dan mamanya yang duduk santai di sofa.


"Ma pa" sapanya dengan senyuman tipis.


"Eh sayangku" balas Yuri dengan menghampiri anak gadisnya tersebut, ia pun mencium kening dan mengelus rambut panjang anaknya.


Lala pun mencium punggung tangan sang mama dan papa nya, lalu mereka kembali duduk disofa.


"Istirahat lah dulu, ntar papa kenalin kamu ke semua karyawan, dan juga akan suruh asisten papa buat bawa kamu untuk melihat semua fasilitas perusahaan" ucap iris dengan wajah seriusnya.


"Iya pa"


Ia melihat ada kamar mandi didalam ruangan papa nya tersebut, ia pun memilih untuk mandi karena badannya yang lengket dan bau menbuatnya kurang percaya diri jika nanti diperkenalkan pada karyawan karyawan kantor.


"Ma Lala mandi ya, tapi Lala ga bawa baju"


"Yaudah mandi aja dulu, ntar mama suruh asisten mama buat beliin baju baru buat kamu di cabang butik tante azizah" jawab Yuri.


"Oke mam"


Lala pun masuk kedalam kamar mandi, disana sudah tersedia beberapa handuk baru dan juga sikat gigi baru.


Sedangkan Yuri, ia memanggil asisten perempuannya untuk membelikan baju baru untuk Lala di cabang butik milik Azizah.


Pastilah semua karyawan Azizah tau ukuran baju untuk Lala, karena selama ini mereka hanya membeli baju di butik tersebut.

__ADS_1


~•~


__ADS_2