Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 142


__ADS_3

"Ya sudah jika ke 2 calon pengantin sudah setuju dengan pernikahan yang akan di adakan secara sederhana, kita semua sepakat ya. Acara pernikahan akan di gelar pada tanggal 15 bulan depan dan akan di adakan secara sederhana," ucap Alam.


"Kita akhiri acara ini, dengan makan siang bersama. Silah kan di makan, maaf hanya bisa menyaji kan makanan seadanya," ucap Alam.


Semua tamu yang hadir dari keluarga Syam makan, menikmati makanan yang di hidang kan oleh pihak keluarga Ayu.


Ayu melihat Salma memakai perhiasan yang lengkap dan sama seperti yang Syam beri untuknya.


"Kenapa dia yang selalu di utama kan sih? Di saat hari penting seperti ini dia pun sama mendapat kan satu set perhiasan, kenapa Syam begitu sayang sama dia sih. Dasar anak pungut," batin Ayu.


Natasya dan Salma makan bersama terpisah dari yang lain, ke 2 anak yang akan menjadi kakak beradik ini memang sudah akrab sejak awal.


"Kak, setelah acara kita ajak jalan-jalan mama sama papa yu," ajak Natasya.


"Emm, jangan hari ini ya dek. Kakak ada janji sama adek El rumi mau main bersama di rumah nenek, papa udah janji kok mau ajak kita jalan di hari minggu. Sekalian merayakan hari ulang tahun kakak yang ke 9," ucap Salma.


"Loh kakak kan udah mau kelas 6, tapi kok masih 9 tahun," ucap Natasya kebingungan.


"Iya, kan kakak 2 kali loncat kelas dan minggu depan kakak ada ujian untuk naik kelas 6. Jadi kakak sekolah SD hanya sebentar ga sampai 6 tahun belajar," ucap Salma.


"Waaaahh, kakak hebat ya. Aku pun mau seperti kakak," ucap Natasya.


"Kamu juga pasti bisa kok, kamu kan anak pintar. Sudah banyak kejuaraan yang kamu dapat kan," ucap Salma saling memuji satu sama lain.


Begitu pun dengan Ayu, lebih memilih mengajak makan berdua dengan Syam untuk membuat Syam jatuh hati padanya.


"Syam kamu beneran setuju jika kita menikah dengan sederhana?" tanya Ayu membuka pembicaraan dengan Syam.


"Ya, lagi pula kita kan sama-sama pernah menikah dan pernah merasa kan pesta pernikahan. Lebih baik kita tabung uangnya untuk masa depan anak-anak kita nanti," jawab Syam.


"Yang penting sah jadi suami istri kan, itu kan yang penting. Status di mata hukum dan agama, terutama di mata para tetangga. Begitu kan," sambung Syam.


"Kok dari kata-katanya sepertinya Syam merasa tersinggung dengan ucapan kak Alam tadi," batin Ayu.


Syam memilih diam dan tidak mau membicara kan hal apa pun, termasuk mengajak Ayu untuk meraya kan ulang tahun Salma.


"Tuhan, tepis segala keraguan di hati ku. Yakin kan hati ku untuk tetap memilih Ayu karna bagi ku pernikahan bukan lah permainan. Aku ingin ini menjadi pernikahan ku yang terakhir kalinya, jangan sampai aku gagal dalam pernikahan lagi," batin Syam.

__ADS_1


Selesai makan dan segala obrolan selesai, Syam dan rombongan izin pamit untuk pulang.


...***...


Sementara Sandra dan El sedang mencari kado untuk Salma di pusat perbelanjaan.


"Kita beli baju aja ma," usul El.


"Tapi kan mama ga tau ukuran baju kak Salma," ucap Salma.


"Kita beli tas sekolah aja yu sayang," sambung Sandra saat melintas di toko tas anak-anak.


Sandra dan El masuk ke dalam toko tas untuk memilih tas yang cocok untuk Salma.


Setelah lama berkeliling toko dan memilih tas yang cocok untuk Salma, akhirnya Sandra menemukan tas berwarna pink yang pasti Salma suka.


"Mba sekalian di bungkus ya tasnya," ucap Sandra saat membayar di kasir.


Sandra pun membayar dan menunggu kasir selesai membungkus tas menjadi kado yang cantik.


"Kamu mau beli tas juga sayang?" tanya Sandra.


"Emm, mainan ya🤔, kita tanya papa dulu ya," ucap Sandra.


Sandra pun mengeluar kan ponselnya di dalam tas kecil yang di bawanya, lalu mencoba menghubungi Ryan.


"Papa lagi sibuk ga ya? takutnya papa lagi sibuk sayang," ucap Sandra.


📱"Halo papa, papa lagi sibuk ga?" tanya Sandra.


📱"Aku baru selesai seminar sayang, ada apa?" jawab Ryan.


📱"Kita lagi belanja nih papa, tapi El minta mainan. Kira-kira boleh ga pa beli mainan," ucap Sandra.


El mengambil ponsel dari Sandra untuk berbicara pada sang papa.


📱"Halo papa, ini El. Papa, boleh ya El beli mainan di sini. El janji ga akan banyak-banyak beli mainannya," ucap El berjanji pada sang papa.

__ADS_1


📱"Emm, boleh ga ya?" ucap Ryan menggoda El.


📱"Boleh ya pa, El janji ga akan banyak-banyak bli mainannya," ucap El membujuk agar di izin kan membeli mainan.


📱"Iya sayang, boleh. Tapi janji ya ga banyak beli mainannya," ucap Ryan.


📱"Yeeee, asyik. Terima kasih ya pa," ucap El memberi kan ponsel pada Sandra.


"Kata papa boleh ma," ucap El.


📱"Ya udah ya sayang, nanti aku telpon lagi kalau udah sampai rumah. Ini El udah ga sabar mau beli mainan," ucap Sandra.


📱"Iya sayang, nanti pulangnya hati-hati ya bawa mobilnya," ucap Ryan mengingat kan.


📱"Iya sayang," ucap Sandra mengakhiri obrolannya dan menutup telponnya lalu menyimpan kembali ke dalam tas.


"Ayo ma cepat, kita beli mainan," ucap El menarik tangan Sandra ke depan toko mainan, lalu masuk ke dalam dan memilih mainan yang di ingin kan El.


"Tapi ingat ya, jangan terlalu banyak beli mainannya," ucap Sandra mengingat kan.


"Iya ma, kalau 5 boleh ga? Kan biasanya lebih dari 5," tanya El.


"Emm, boleh. Tapi lebih boleh lagi kalau hanya 1," ucap Sandra.


"Yaaaahhh, kok 1 sih ma kan ga seru kalau mainan cuma 1 kan harus ada temennya. Udah kaya aku aja ga ada temen di rumah, mama ga seru ah," ucap El.


"Kok ngambek sih. Emm,, iya deh iya El boleh beli mainan sesuka hati El," ucap Sandra mengalah dengan anak kesayangannya.


El pun memilih beberapa mainan yang ia mau, bahkan lebih dari 5. El memilih mainan robot, mobil, motor dari yang terkecil hingga yang terbesar.


El terlalu di manja oleh Sandra, apa pun yang El mau pasti Sandra memberi kan apa pun yang El mau demi membahagia kan anak semata wayangnya.


"Sudah selesai memilih mainannya sayang?" tanya Sandra yang ternyata ada 2 keranjang belanja penuh.


"Sudah ma," ucap El bersemangat.


"Ayo kita bayar, terus kita pulang. Nanti kak Salma nunggu kita lagi, kan udah ada janji sama kak Salma mau meraya kan ulang tahun kak Salam," ucap Sandra.

__ADS_1


Sandra dan El pergi ke kasir untuk membayar semua mainan yang di pilih El.


Selesai berbelanja dan El puas membeli banyak mainan, Sandra mengajak El untuk pulang.


__ADS_2