Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
CTHM 83


__ADS_3

Sepulang dari kampus, Lala dan Raja memilih langsung kerumah Lala, sebenarnya ia berniat mengajak Lala ke cafe favorit nya selama di Surabaya namun niatnya diurungkan Karen melihat wajah kusut Lala yang sepertinya kecapek an.


Sesampainya didepan rumah ~


"Ayo ja masuk dulu" Lala membuka pintu rumahnya tanpa memencet bel lebih dulu.


Raja pun ikut masuk kedalam rumah, dan duduk di sofa ruang tamu ditemani oleh Lala.


"Bi bibi!!" teriak lala memanggil asisten rumah tangganya.


Saat mendengar teriakan Lala, art nya dengan cepat berlari ke arah Lala.


"Ada apa non?"


"Buatin minuman dingin buat saya sama temen saya" titah Lala.


Sang art pun mengangguk paham dan pergi dari ruang tamu, ia langsung menuju dapur membuatkan minuman perintah Lala.


"Kok sepi banget la, mama sama papa elo kemana?" Raja memulai pembicaraan.


"Ga tau, mungkin ada di kantor" jawabnya santai seraya membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan.


Tak lama kemudian, sang art membawa 2 buah gelas berisikan es sirup jeruk yang sangat segar diminum di siang hari menghilangkan dahaga.


Bibi menaruhnya diatas meja, lalu kembali ke dapur untuk menaruh nampan.


Saat sedang meminum es nya, tiba tiba suara langkah kaki yang turun dari tangga terdengar jelas membuat mereka terpaku menatap penasaran.


"Siapa?" Raja menaikkan satu alisnya.


"Masa bibi" Lala pun juga kebingungan.


Suara langkah kaki sudah tak lagi terdengar namun seseorang yang berdiri diantara tangga dan ruang keluarga lah yang membuat mereka terkejut.


Siapa dia? Willy, dia adalah Willy yang baru saja datang satu jam yang lalu.


"Abang!" Lala bersorak gembira.


"Bang Willy" gumam Raja dengan senyum tipis.


Willy pun berjalan menghampiri mereka dan duduk di tengah tengah untuk memisah Lala dan Raja agar tidak berdekatan.


"Kenapa elo ga bilang kalo mau kesini sih bang" lala memanyunkan bibirnya.


"Ya buat kejutan lah" Willy terlihat lebih kalem.


"Aaa kangen" Lala memeluk erat tubuh berisi Willy.


"Apa kabar bang?"

__ADS_1


"Baik, elo tinggal disini?"


"Gue kuliah disini, ngontrak sendiri tanpa keluarga, kalo kuliah gue udah selesai ya balik lagi ke Jakarta" jelas Raja.


"Oh gitu"


"Iya, yaudah gue pamit pulang ya la" pamit Raja seraya tersenyum dan menjabat tangan Willy.


Lala dan Willy hanya mengangguk, dan Raja pun kembali untuk pulang ke rumah kontrakannya.


"Bang gimana kabar tante sama om?"


"Sehat, bulan depan mereka mau kesini"


"Wahh, elo ikut juga?"


"Liat dulu, kalo sibuk ya engga, ehh tapi bunda sama ayah kalo ga sibuk kesini kalo sibuk ya ga jadi"


"Oh gue doain moga ga sibuk eheh"


Willy mengacak gemas rambut Lala hingga membuatnya berantakan, nampak seram.


Keduanya pun memilih untuk melanjutkan mengobrol di kamar Lala seraya mercanda tawa bersama.


'kita dekat namun tak terikat' Willy menatap dalam manik mata Lala dengan jarak yang sungguh dekat mengungkapkan perasaannya lewat tatapan mata.


Willy masih tetap saja mencintai wanita yang ia cintai 3 tahun yang lalu, cinta nya sungguh tulus dan setia.


Memang seharusnya dia mundur, sadar diri jika mereka takkan mungkin bisa bersama karena ikatan persaudaraan, tetapi cinta itu misteri, kita takkan tau sampai kapan cinta akan bertahan.


Atau mungkinkah beberapa tahun kemudian, cintanya pada Lala akan berakhir dan digantikan oleh wanita yang lebih cocok dengannya.


"Elo capek ya la?" tanya Willy tiba tiba saat melihat wajah Lala yang terlihat lesu namun tetap bertahan dengan senyuman dibibirnya.


"Engga kok" Lala tetap tersenyum.


"Udahlah jangan sembunyiin kelelahan lo ini dari gue, gue tau kok elo capek, istirahat ya gue ga mau disaat gue ada disini elo malah sakit" Willy memgusap rambut panjang Lala dengan sangat lembut, sungguh soft boy.


"Tau aja sih bang, yaudah gue bobo dulu ya, kalo gue udah bangun, kita ngobrol lagi"


"Oke, gue keluar ya nice dream"


Lala membalasnya dengan senyuman, lalu segera membenarkan posisi tidurnya.


****


Sebangun dari tidurnya, jam telah menunjukkan pukul 17.00


Ia langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi, dan mulai membersihkan badannya, tak terasa ia tidur siang lama sekali, tapi tak apalah karena nanti malam dia berniat akan begadang menyelesaikan tugas tugas kantornya.

__ADS_1


Sesudah mandi dan berpakaian sederhana dengan rambut terurai panjang, ia duduk di kursi yang berada dibalkon, membuka handphone nya dan memulai pembicaraan dengan Dion lewat aplikasi berwarna hijau yaitu WhatsApp.


Karena bosan dengan chatting, ia pun langsung menekan tombol Video Call untuk mengobati rasa rindunya pada sahabat lelakinya tersebut.


Dilayar kaca tersebut, nampaklah Dion mengenakan kaus putih dengan rambut yang tertata sangat rapi, sungguh tampan.


📞 Apa kabar?


📞 Baik, perasaan elo tiap hari tanya kabar mulu, bosen tau


Lala berdecak kesal.


📞 Yah, itu tandanya gue bener bener kangen sama elo, gue ga bisa lewatin sedikit kabar tentang elo ahahah


Lala tertawa bahagia begitu juga dengan Dion.


📞 Oke, gue bakal main ke rumah elo, tapi kalo tugas kuliah agak longgar ya


📞 Oke siap gue tunggu


📞 Kapanpun elo harus nunggu gue ya


📞 Oke siap, gue akan slalu nunggu elo kapanpun itu


Entah tiba tiba percakapan mereka berubah menjadi romantis, namun lelaki yang berada tak jauh dari belakangnya, tiba tiba hatinya sungguh sakit saat tak sengaja mendengarkan pembicaraan antara Dion dan Lala.


'Udah saatnya gue sadar kalo ternyata emang bukan gue orangnya, mau sekuat apapun gue kejar dia, kalo emang dasarnya bukan gue, ga bisa dipaksa' Willy menahan sakit didadanya.


Ia pun melangkah mundur dan menjauh dari Lala, ia kembali menuruni tangga dan duduk sendiri di taman belakang rumah.


Sedangkan Lala, ia masih asik dengan obrolannya, meskipun setiap hari mereka mengobrol lewat handphone tetap tak ada rasa bosan.


📞 La, kita kayak LDR aja ya, tiap hari kasih kabar, telfonan, chattingan, video call an ahahah


📞 Iya ya, LDR tanpa hubungan yang jelas, padahal kita cuma sahabat


📞 Lah iya, tapi kalo seumpama elo suka sama gue, gue ga suka kok sama elo, karena elo sahabat gue, selamanya sahabat dan ga akan pernah punya rasa yang lebih, karena kalo udah tumbuh rasa yang lebih, pasti persahabatan akan hancur


📞 Iya dio, gue juga mikir gitu, meskipun ntar kita udsh jadi kakek nenek kita tetep sahabat ya


📞 Iya, ehmm maaf ya gue matiin dulu soalnya kakak gue dateng, gue mau minta ajarin dia dulu tentang nih tugas kuliah


📞 Yaudah, semangat byee


Setelah selesai bercakap cakap, ia pun meletakkan handphone nya diatas laci dan berjalan kearah tembok disudut kamarnya, melihat foto foto kebersamaannya dengan Leo yang terpampang di dinding.


Hanya ada beberapa foto saja yang masih bisa diselamatkan dan sisanya ada di handphone Lala yang tercebur kedalam kolam.


Masih tetap sama saat melihat foto Leo, bibirnya tersenyum namun hatinya menangis terluka.

__ADS_1


"Akhirnya gue merasakan merindukan tanpa bisa memiliki dan pada akhirnya gue harus berteman dengan luka, berdamai dengan kehilangan" bibrinya masib tetap tersenyum lebar dan matanya mulai dipenuhi dengan cairan bening.


~•~


__ADS_2