
Tanpa banyak bertanya lagi, Mila segera memberikan 2 botol air putih untuk di bawa anak sulungnya dan si sulung segera pergi ke luar rumah tanpa bertemu dengan Salma.
Si sulung pun kembali dengan 2 botol air putih di tangannya untuk di minum adik dan tantenya.
"Aku kembali, ini minum untuk tante dan ini untuk mu dek tadi kakak udah minum di jalan," ucap si sulung.
"Terima kasih kakak," ucap adek.
"Terima kasih ya kak," ucap Sandra.
"Iya sama-sama," ucap si sulung.
"Kita mau lanjut joging atau mau pulang aja nih?" tanya Sandra.
"Aku cape ma, laper lagi," ucap El.
"Ya sudah, kita jalan aja sambil cari sarapan ya atau mau sarapan di rumah," ucap Sandra memberi pilihan.
"Sarapan di rumah mama aja tante, tadi mama lagi masak nasi goreng. Kayanya enak dari baunya aja udah bikin perut keroncongan," ucap si sulung.
"Boleh tuh ma, jadi kan ga usah jalan jauh lagi cari sarapan di pinggir jalan atau ke rumah nenek. Ke rumah kakak kan lebih deket dari sini," ucap El.
"Ya sudah kalian makan di rumah kakak, mama pulang dulu ke rumah nenek ya," ucap Sandra sengaja menghindar dari Syam.
"Mama ikut aja, nanti kita sama-sama pulang ke rumah nenek setelah selesai sarapan," ucap El.
"Iya tante," ucap adek.
"Anak-anak dengar ya, di rumah mama kalian kan lagi ada tamu, takutnya sarapan yang di buat sama mama mu ga cukup buat kita sarapan di sana. Jadi lebih baik kita sarapan di rumah nenek aja atau kita cari di luar, hanya itu pilihannya," ucap Sandra membujuk anak-anak.
"Ya udah kalau gitu kita sarapan di rumah nenek aja, pasti nenek juga udah masak buat kita," ucap El.
"Iya, tapi kita ke rumah ku dulu ya El. Aku mau ambil baju ganti sekalian simpan botol minum," ucap adek.
"Ya udah kita pergi sekarang, katanya udah pada laper," ucap Sandra.
Sandra dan anak-anak berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan melewati rumah-rumah dan akhirnya sampai di rumah Mila.
"Tante dan El tunggu di sini ya, kakak sama adek masuk ambil baju ganti dan langsung kembali lagi ke sini," ucap Sandra.
__ADS_1
Sandra menunggu di depan gerbang rumah Mila sementara anak-anak Mila masuk ke dalam rumah untuk mengambil baju ganti.
"Ma... mama...," panggil adek.
"Iya dek," sahut Mila lalu berdiri dari tempat duduknya dan menemui anak bungsunya.
"Ma adek mau mandi di rumah nenek, adek mau ambil baju ganti dulu. Tadi adek udah joging sama tante Sandra sama El juga," ucap adek sambil jalan ke kamarnya di barengi oleh Mila karna adek terus menarik tangan Mila.
"Tante Sandra nya mana nak?" tanya Mila.
"Ada, di depan lagi nunggu adek sama kakak," ucap adek sambil terus menarik tangan Mila.
"Ma tolong ambil kan baju adek ya," sambungnya.
Mila pun mengambil kan baju anak bungsunya lalu memasuk kan ke dalam tas kecil milik anak bungsunya.
"Kenapa Sandra ga mau masuk ke dalam ya? Apa karna ada Syam di sini, makanya Sandra ga mau masuk. Ah.. biar nanti aja aku tanya langsung pada Sandra pas jemput anak-anak," batin Mila hanya menebak-nebak.
Ke 2 anak Mila keluar dengan membawa sekantong baju ganti, lalu pergi ke rumah neneknya dengan berlomba berlari.
Mila pun kembali ke meja makan untuk menerus kan sarapannya bersama Doni dan keluarganya.
"Adek kenapa sayang?" tanya Doni.
"Mama Sandra nya mana tante? Kenapa ga masuk dulu untuk menemui ku?" tanya Salma.
"Kayanya sih lagi buru-buru, adek sama kakak aja lupa pamit sama om," ucap Mila beralasan.
"Nanti kita ketemu tante Sandra di rumah nenek ya sayang, sekalian jemput kakak sama adek," sambung Mila.
"Oh iya, rencananya kita pergi ke rumah Ayu jam berapa Syam?" tanya Doni.
"Ya.. sekitar jam 1 siang aja kak, kita ke sana sekalian menentu kan hari pernikahan karna lebih cepat kan lebih baik," jawab Syam.
"Kok rasanya cepat banget, kamu yang ngebet apa gimana nih?" tanya Doni.
"Kak bukannya ngebet tapi lebih cepat kan lebih baik, aku ga mau mengulangi kesalahan untuk ke sekian kalinya," ucap Syam.
"Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari dek, karna memilih keputusan yang tergesa-gesa tanpa memikir kan berulang kali," ucap Doni mengingat kan.
__ADS_1
Salma yang mendengar obrolan antara Syam dan Doni, merasa tidak enak hati dengan apa yang di ucap kan oleh Doni karna Syam memilih Ayu hanya demi Salma bukan karna pilihan hatinya sendiri.
"Gimana kalau ternyata tante Ayu mengecewa kan papa? Aku juga pasti sedih kalau papa sedih, tapi mana mungkin kan tante Ayu sampai hati mengecewa kan papa," batin Salma menepis semua prasangka jelek tentang Ayu.
...***...
Jam 12:30 semua orang sudah bersiap untuk pergi, termasuk Salma yang sudah bersiap sedari pagi.
"Sayang, mau ikut ga jemput kakak sama adek ke rumah nenek? Tadi katanya mau ketemu sama tante Sandra," ajak Mila.
"Ayo tante aku mau ikut, aku mau ketemu sama mama Sandra," ucap Salma antusias.
"Papa aku ke rumah nenek dulu ya, mau ketemu mama Sandra," ucap Salma pamit pada papanya.
"Iya sayang, jangan lama ya. Kita kan mau ke rumah tante Ayu," ucap Syam.
"Iya pa,"
"Ayo tante," ucap Salma menggandeng tangan Mila dan pergi dari rumah Mila.
Di perjalanan menuju rumah ibu, Salma sudah tidak sabar untuk ketemu dengan Sandra.
"Oh iya sayang, kenapa kamu panggil tante Sandra dengan sebutan mama?" tanya Mila.
"Aku kan ga punya mama dan aku ingin punya mama kaya mama Sandra, yang lembut dan baik hati," ucap Salma.
Sesampainya di rumah ibu dan begitu Salma melihat Sandra, Salma segera memeluk Sandra dengan erat.
"Mama Sandra kenapa tadi pagi ga mau mampir ke rumah tante Mila untuk menemui ku?" tanya Salma dengan polosnya.
"Tadi kami buru-buru sayang, El sudah lapar. Maaf ya," ucap Sandra.
"Oh iya, katanya kamu mau ikut melamar tante Ayu? Kenapa malah ke sini," sambung Sandra melepas kan pelukan Salma.
"Aku ke sini mau jemput kakak sekalian ketemu dulu sama mama Sandra. Ma boleh ga aku minta kado dari mama Sandra?" tanya Salma.
"Salma mau kado apa, nanti mama Sandra cari kan," ucap Sandra.
"Aku hanya ingin jalan-jalan dengan mama Sandra, boleh?" ucap Salma.
__ADS_1
"Boleh, nanti sepulang dari rumah tante Ayu kita jalan-jalan ya sama El," ucap Sandra.
"Oke, nanti kita jalan-jalan ya El," ucap Salma tersenyum bahagia.