Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Keseleo


__ADS_3

Lala dan Willy telah sampai di parkiran sekolah, mereka berjalan menuju ke kelas masing masing.


Sesampai di kelas, Lala duduk dibangkunya dan asik menonton anime kesukaannya sambil menunggu bel masuk berbunyi.


Tiba tiba Sepasang kekasih memasuki kelasnya seraya bergandengan tangan, membuat seisi kelas ramai menyorakinya akan kemesraan mereka. ya, siapa lagi kalau bukan Raja dan Yara, Yara mengantar Raja ke kelasnya.


"La" sapa Yara dan Raja bersamaan, Lala mendongak dan membalasnya dengan senyuman tipis.


"Lagi dan lagi" gumam Lala sambil menatap kepergian Raja dan Yara.


Setelah Raja menaruh tas nya dibangkunya, lalu Raja dan Yara melanjutkan perjalanannya menuju ke kelas Yara, setelah mengantar Yara, ia kembali ke ruang OSIS.


****


Bel masuk berbunyi, pelajaran pertama adalah olahraga, semua murid diarahkan untuk menuju ke lapangan sekolah untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu.


"Maaf pak saya telat, tadi saya habis mengurus murid yang terlambat" ucap murid laki laki yang berlari dari arah kelas.


"Iya gapapa, kamu kan sedang melaksanakan tugasmu sebagai ketua OSIS" ucap pak Damar guru olahraga.


Murid laki laki tersebut mengangguk dan tersenyum, murid laki laki tersebut adalah Raja, ia melirik sekilas ke arah Lala.


Pemanasan segera dimulai, selesai melakukan pemanasan, pelajaran pun dimulai dengan melakukan praktek lari jarak pendek, semua murid kelas XI MIPA C melakukan praktek satu persatu.


Tepat diwaktu giliran Lala, seperti murid lain, Lala melakukannya dengan sangat baik, disaat hendak sampai di garis finish.


Tiba tiba kaki Lala terkilir dan langsung terjatuh.


"Akhh!!!" Pekik Lala dengan meringis memegangi kakinya yang terasa amat sakit.


"Lala!!" Ucap beberapa murid.


Lalu para murid dan pak Damar, menghampiri Lala yang duduk ditanah memegangi kakinya.


"Cepat anak anak PMR bawa Lala ke UKS" titah Pak Damar pada petugas kesehatan.


Tanpa perintah dari pak Damar, Raja menggendong Lala membawanya ke UKS diikuti juga dengan 2 murid perempuan petugas kesehatan.


Semua murid yang melihat adegan tersebut, melihat raja yang menggendong Lala membawanya ke UKS, semua bersorak, tak menyangka kalau Raja sedekat itu dengan Lala sampai sampai menggendongnya ke UKS.


Karena biasanya, selain Yara dan Jessica, Raja tak sedekat itu dengan murid perempuan lainnya.

__ADS_1


"Udah lepasin, gue bisa jalan sendiri" ucap Lala dengan memberi tatapan tajam pada Raja.


"Sttt!!!" Saut Raja dengan menggelengkan kepalanya.


Lala memutar bola matanya dengan pasrah.


Selama menuju ke UKS, Lala menatap wajah tampan Raja tanpa berkedip sekali pun, ia memandanginya dengan tersenyum lebar.


Serasa seketika kesedihannya menghilang, padahal dia lah yang menyakitinya kemarin.


Jantung Lala tak henti berdekup cukup kencang, tubuhnya pun mulai berkeringat dingin karena posisinya yang sedekta itu dengan Raja.


"Kedip" ucap Raja tanpa melihat wajah Lala, ia tau kalau Lala sedari tadi memandanginya tanpa berkedip sekalipun, hanya saja ia diam sambil menahan tawa.


Seketika wajah Lala memerah seperti tomat akibat menahan malu, ia memalingkan wajahnya.


Sesampainya di UKS, Raja mendudukkan Lala di kursi yang berada di UKS dan ia kembali ke lapangan karena pelajaran olahraga masih belum berakhir.


lalu anak anak PMR pun mengompres kaki Lala dengan air dingin, dan memberinya obat pereda nyeri untuk diminum.


karena kaki Lala terkilir, terpaksa ia tak mengikuti pelajaran untuk hari ini, ia hanya berdiam di UKS.


Setelah anak anak PMR kembali ke kelas masing masing, Lala sendiri di UKS dengan mata yang terus hampir terpejam karena efek dari obat pereda nyeri tersebut.


Tak jadi memejamkan matanya, ia pun menoleh ke arah pintu, dan terlihat kedua temannya sedang menjenguknya, ya siapa lagi kalau bukan Yara dan Jessica.


"Gimana keadaan Lo la?" Tanya Jessica melihat Lala yang terbaring dengan kaki yang sedikit membengkak.


"Ya gini, sakit, tapi tadi udah dikasih obat pereda nyeri" jawab Lala.


Jessica hanya membalasnya dengan ber "oh" ria. Sedangkan Lala, ia menatap sinis ke arah Jessica yang sedang melanjutkan ber 'oh' ria nya.


"Cepet sembuh ya la" kata kata yang keluar dari mulut Yara, dengan tatapan datar tanpa ekspresi.


Lala hanya mengangguk, dan terus mengamati ekspresi wajah Yara, ia terlihat seperti sedang kesal, apa karena kabar yang tersebar tadi Raja menggendong Lala sampai ke UKS.


"Lo jealouse ke gue?" Tanya Lala pada Yara.


Yara hanya mengindikkan bahunya, lalu tak lama menghela nafas berat dan langsung memeluk Lala.


"Ngga lah" jawab Yara dengan tersenyum.

__ADS_1


padahal dalam hati Yara, ia sangat cemburu dengan sikap Raja yang perhatian ke Lala, tapi ia berusaha menyembunyikannya, entah kenapa tiba tiba ia merasa sangat dekat dengan Lala, bahkan ia merasa tidak ingin menyakitinya.


Tetapi Lala mengerti kalau sebenarnya Yara cemburu.


"Okey" jawab Lala dengan membalas pelukan Yara.


"Willy ga jenguk elo La?" Tanya Jessica dan hanya dibalas gelengan oleh Lala.


Jessica pun mengangguk paham.


"Lo mau gue beliin sesuatu?, Ntar gue bawa kesini" tawa Yara dengan senang hati.


"Ngga usah makasih" tolak Lala dengan halus.


"Yaudah, gue disini temenin Lo Sampek bel masuk bunyi, kalo Lo gimana Jess?" Ucap Yara seraya duduk ranjang dimana Lala berbaring.


"Gue ngikut aja lah, lagian perut juga masih aman hehe" jawab Jessica dengan tertawa garing.


Lala menatap ke arah Yara dan Jessica lalu tersenyum.


'baru pertama kali gue punya temen, ternyata punya temen itu seneng ya' batin Lala dengan tersenyum terharu dengan sikap Jessica dan Yara.


Mereka bertiga pun melanjutkan pembicaraan, entah tentang apa pun itu yang mereka bahas.


Tiba tiba pintu terbuka, menandakan kalau ada yang akan masuk, Yara dan Jessica buru buru berdiri dari tempat yang mereka duduki dengan menoleh ke arah pintu.


Ternyata yang datang adalah Willy, Willy menjenguk Lala dengan membawakan sebuah camilan dan sebotol Aqua.


"Masih sakit la?" Tanya Willy yang langsung menghampiri Lala, Lala membalasnya dengan gelengan.


Willy mengangguk dan memberikan camilan dan Aqua yang ia bawa pada Lala.


Lala merasa kebingungan dan menautkan satu alisnya.


"Buat Lo" ucap Willy.


"Ahhem ahhem babang Willy tampan, ga mau nyapa princessnya dulu?" Tanya Jessica diiringi dengan deheman, dan tak lupa ia juga membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan.


Willy hanya menoleh ke belakang ke arah Jessica, lalu beranjak pergi keluar UKS.


"Gue balik dulu la" pamit Willy.

__ADS_1


"Yap" saut Lala.


~•~


__ADS_2