Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta Tak Harus Memiliki
Episode 146


__ADS_3

Salma dan semua anggota keluarga berangkat ke kebun binatang dengan menggunakan 2 mobil.


"Tante Ayu udah di ajak belum nak?" tanya ibu.


"Udah nek, tadi udah aku kasih tau nanti ketemu di sana," jawab Salma.


"Bukannya kamu yang ajak Ayu, malah Salma yang ajak," ucap ibu menepuk pundak Syam.


"Sama aja kan bu, yang penting Ayu ikut," ucap Syam.


Sementara di mobil Doni yang ber isi 4 orang, berjalan di depan mobil yang membawa Syam dan yang lainnya untuk menunjuk kan arah tempat tujuan.


"Sayang kayanya Syam terpaksa deh nikah sama Ayu?" ucap Mila.


"Memangnya kenapa, masa Syam terpaksa tapi Syam yang minta pernikahan di percepat," ucap Doni.


"Keliatan aja, Syam keliatan ga mau deket-deket sama Ayu. Sering cuekin Ayu, kalau gitu kaya terpaksa ga sih," ucap Mila.


"Bukannya apa-apa, sesuatu yang terpaksa di lakukan itu ga baik di kemudian hari. Apa lagi pernikahan," sambung Mila.


"Ah kamu ini, kita doa kan aja untuk hal-hal yang baik untuk Syam dan Ayu. Mudah-mudahan Syam bisa membuka hatinya untuk Ayu," ucap Doni.


20 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di area kebun binatang Bandung. Doni memarkir kan mobilnya di tempat yang telah di sedia kan oleh pihak kebun binatang, begitu pun dengan pak Suryo memarkir kan mobil di sebelah mobil Doni.


"Kita tinggu tante Ayu di sini aja ya pa," ucap Salma.


"Iya, kita beli tiket dulu yu sambil nunggu tante Ayu sama Natasya datang," ajak Syam menggandeng tangan Salma.


Syam dan salma berjalan menuju loket pembelian tiket masuk, sedang kan Mila dan yang lainnya menunggu di dekat pintu masuk.


"Pak mau beli tiket, untuk 10 orang ya pak," ucap Salma.


"Biar papa yang bayar nak, uang kamu simpan aja jangan di pakai di sini. Biar bisa di pakai nanti kalau ada keperluan lain di saat papa jauh dari kamu," ucap Syam mengeluar kan dompetnya dan membayar tiket masuknya.


"Tapi kan pa, aku udah janji mau traktir semuanya," ucap Salma.


"Ga apa-apa kamu tinggal bilang ini pakai uang kamu, kan uang papa uang kamu juga," ucap Syam.


"Tapi pa," ucap Salma terhenti.


"Udah ya jangan banyak melawan, papa cari uang juga buat kamu buat siapa lagi," ucap Syam.


"Terima kasih ya pak," ucap Salma saat petugas loket memberi kan tiket masuk.

__ADS_1


Syam dan Salma bergabung kembali bersama yang lain. Menunggu Ayu dan Natasya yang masih dalam perjalanan.


5 menit menunggu Ayu dan Natasya datang dengan menggunakan taxi online.


"Maaf kami terlambat, tadi jalanan macet sekali," ucap Ayu


"Iya ga apa-apa Yu, kita juga belum lama nyampenya," ucap Mila.


"Loh mobil mu mana Yu?" tanya Syam.


"Mobil ku ada di rumah, sengaja di tinggal. Lagi malas bawa mobil," ucap Ayu.


"Kan mama Ayu udah datang jadi kita udah bisa masuk dong," ucap Salma.


"Yu kita masuk," ucap Natasya menggandeng tangan Salma agar bisa berjalan bersama.


"Tapi aku belum beli tiket masuk," ucap Ayu.


"Udah, kita tinggal masuk aja. Semua tiket Salma yang traktir karna hari ini Salma ulang tahun," ucap Syam.


"Oh, terima kasih ya sayang udah di bayarin tiket masuknya," ucap Ayu.


"Iya sama-sama tante, eh mama😄," ucap Salma.


Sedang kan Syam dan Ayu berjalan berdua di paling belakang, ini merupakan kesempatan untuk Ayu mengambil hati Syam.


"Oh iya Syam, nanti setelah kita menikah kamu mau aku tetap bekerja atau di rumah jadi ibu rumah tangga aja?" ucap Ayu membuka obrolan dengan Syam.


"Aku sih terserah kamu aja, kalau kamu masih mau bekerja silah kan tapi aku ga janji bakal ngasih uang bulanan yang lebih dari gaji kamu. Aku hanya bisa memberi kan semampu ku aja," ucap Syam.


"Iya ga apa-apa Syam, kamu udah mau tanggung jawab terhadap ku aja udah syukur alhamdulillah. Aku harap kamu bisa secepatnya mencintai ku Syam," ucap Ayu menggenggam tangan Syam namun Syam menepisnya.


"Malu Yu, banyak orang. Pake pegang tangan segala kaya Salma sama Natasya aja," ucap Syam.


"Ga apa-apa, kan aku calon istri kamu," ucap Ayu.


"Baru calon Yu, masih belum muhrim. Nanti setelah menikah baru boleh," ucap Syam.


"Pegang tangan aja pake nunggu nikah segala, kamu malu atau ga mau pegang tangan aku," ucap Ayu.


"Kita ini udah bukan Abg lagi jadi buat apa pegangan tangan kaya mau kemana aja," ucap Syam beralasan.


"Ya sudah kalau ga mau," ucap Ayu mengalih kan pandangannya.

__ADS_1


"Boleh aku minta sesuatu sama kamu," tanya Syam.


"Boleh dong, mau minta semuanya juga boleh. Pasti aku kasih buat kamu," ucap Ayu.


"Aku cuma minta, nanti setelah kita menikah aku mau kamu merubah pakaian mu. Jangan terlalu ketat begini, bisa mengundang hasrat pria lain. Pakai yang longgar dikit kan bisa," ucap Syam.


"Iya Syam sayang, aku mau melakukannya untuk mu. Apa sih yang ga buat kamu," ucap Ayu.


"Apa pun itu Syam, asal kan aku bisa membuat mu jatuh hati pada ku," batin Ayu.


Sejam berjalan mengelilingi kebun binatang, melihat binatang yang ada dan sesekali berinteraksi dengan hewan tertentu memberi keseruan untuk anak-anak.


"Papa aku mau ice cream, boleh?" tanya Salma.


"Boleh nak, beli lah nanti papa yang bayar," ucap Syam.


"Kak kita istirahat di cafe itu aja, pegel juga dari tadi jalan kaki," ajak Syam.


"Iya boleh, sekalian beli makanan," ucap Doni.


Mereka pun berjalan menuju warung ala cafe yang ada di sekitar area kebun binatang.


Syam dan yang lain memesan makan ringan untuk sekedar ngemil santai, sedang kan anak-anak bermain di area taman bermain anak.


"Ini udah semua kita kunjungi belum sih kak?" tanya Syam.


"Belum dek, kita belum ke area kandang burung-burung hewan melata juga belum," jawab Doni.


"Luas juga ya area kebun binatangnya, padahal kita udah sejam berkeliling," ucap Syam.


"Kamu sih jarang jalan kaki jadi cepat capeknya," ucap ibu.


Canda tawa selalu ada di setiap obrolan, mengenang masa kecil jadi hal yang mengasyik kan. Ayu pun jadi tau masa kecil Syam seperti apa, bukan hanya masa lalu tentang kisah cinta Syam.


Setelah puas mengelilingi kebun binatang, Syam mengajak salma dan yang lainnya untuk makan siang.


"Aku laper, kita pulang yu kak. Cari restoran, kita makan siang dulu," ajak Syam.


"Iya ayo, kakak juga laper. Ibu sama ayah laper ga?" tanya Doni.


"Iya nak, laper," ucap ibu.


Akhirnya mereka pun sepakat untuk keluar dari kebun binatang dan mencari restoran atau rumah makan untuk makan siang bersama.

__ADS_1


__ADS_2