
Ayu terus bertanya-tanya dengan apa yang terjadi dengan Syam, tapi Ayu tidak ada jawaban untuk semua itu.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan, katanya di restui tapi kok jadi seperti ini sih. Kamu kemanag hu Syam, aku rindu.... Jangan biar kan aku gila karna terus memikir kan mu yang berlebihan," batin Ayu.
Ayu pun membaring kan tubuhnya di atas ranjang miliknya dan terus memikir kan tentang Syam.
"Tuhan, apa pun yang sedang terjadi dengan Syam tolong jaga dia, lindungi dia, beri kan dia kesehatan dan keselamatan. Sampai kan rasa rindu ku untuknya Tuhan, amin," batin Ayu penuh dengan doa untuk Syam.
...***...
Sementara Syam masih terbaring lemah di ruang ICU, dan Salma masih bertanya-tanya tentang dirinya.
"Nanti kalau papa udah sehat, biar aku tanya papa aja tentang mama karna selama ini aku tidak tau apa-apa tentang mama. Dulu mama suka warna apa, golongan darah mama apa dan pribadi mama seperti apa. Aku kangen mama.. kangen papa," batin Salma.
Sandra menjelas kan kondisi Syam saat ini sudah mulai ada kemajuan yang cukup baik.
"Mama Sandra, apa boleh aku masuk ke ruangan papa? Aku ingin ketemu sama papa," tanya Salma.
"Boleh nak, ayo masuk sama mama Sandra," jawab Sandra.
Salma dan Sandra pun masuk ke ruangan Syam dengan memakai pakaian steril yang sudah di siap kan di ruang ICU.
Melihat akrabnya Salma dan Sandra membuat kedua orang tua Syam senang.
"Udah kaya keluarga beneran ya bu," ucap ayah.
"Iya ya, lebih serasi dari pada sama Ayu. Kenapa dulu Syam ga bisa mempertahan kan Sandra ya?" tanya ibu terus melihat pintu ruangan dimana Salma dan Sandra masuk.
__ADS_1
"Jalan hidup yang membuat mereka seperti ini dan jalan takdir yang sudah di tulis kan untuk mereka menjalani hidup masing-masing, takdir Tuhan yang tidak menulis kan mereka untuk bersama," ucap ayah.
Sementara di dalam Salma memeluk tubuh Syam yang terbaring lemah dan mulai menangisi kondisi Syam.
"Pa, ayo bangun. Aku kangen papa, kangen di peluk papa dan di manja sama papa. Pa jangan seperti ini terus dong, ayo bangun," ucap Salma terus menangis tanpa henti.
"Papa sayang, kalau papa bangun nanti aku janji aku ga akan pernah memaksa kan kehendak ku lagi sama papa asal kan papa cepat bangun, aku kangen sama papa," ucap Salma berbisik di telinga Syam.
Perlahan kesadaran Syam pun mulai kembali, Syam menggenggam tangan Salma dan membuka matanya.
"Saaalll...maaa," ucap Syam terbata-bata.
Sontak membuat Salma langsung menegak kan kelapanya dan menatap wajah pucat Syam.
"Papa udah sadar," ucap Salma tersenyum melihat Syam membuka matanya.
Salma langsung berteriak memanggil Sandra.
"Mama Sandra, mama Sandra," panggil Salma membuat para suster bertanya-tanya dengan panggilan Salma.
"Haaahh, mama Sandra. Sebenarnya apa hubungannya antara pasien dan dokter Sandra ya?" batin salah satu suster.
"Ada apa sayang," ucap Sandra.
"Papa udah sadar, papa udah bisa buka mata," ucap Salma tersenyum senang.
"Ayo sus kita cek kondisi pasien," ajak Sandra.
__ADS_1
"Iya dok," ucap suster singkat langsung membawa catatan kesehatan Syam.
Sandra langsung memeriksa kondisi Syam di bantu oleh suster.
"Sekarang Salma keluar dulu ya, mama Sandra sama tante suster mau periksa papa Syam dulu," ucap Sandra membelai rambut panjang Salma.
"Iya, aku akan kasih tau kakek sama nenek di luar kalau papa udah sadar," ucap Salma tersenyum bahagia.
Salma pun keluar untuk memberi kabar gembira ini pada kakek dan neneknya.
Sandra dan suster memeriksa kondisi Syam secara keseluruhan.
"Semuanya sudah mulai normal dok. Tekanan darah, detak jantung dan semuanya sudah normal kembali dok," ucap suster.
"Syam, kamu bisa dengar aku?" tanya Sandra.
Syam hanya bisa mengangguk kan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari Sandra.
"Apa kamu bisa melihat ku dengan jelas?" tanya Sandra lagi dan Syam kembali mengangguk kan kepalanya untuk menjawab.
"Sus, tolong siap kan ruang rawat inap untuk memindah kan pasien ke ruang rawat inap," ucap Sandra.
"Baik dok," ucap suster singkat dan langsung pergi dari ruangan Syam meninggal kan Syam dan Sandra berdua di ruangan yang sama.
"Syukur lah kamu sudah sadar Syam, aku lega melihat kamu mulai berangsur pulih," ucap Sandra.
"I-iya," jawab Syam singkat dan tersenyum melihat Sandra ada di dekatnya.
__ADS_1
"Andai yang ku lihat setiap pagi saat aku bangun itu kamu San, aku pasti akan bahagia seperti saat ini," batin Syam.