Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 102


__ADS_3

Dena saat ini merasakan ada yang menimpa tubuhnya dan membuat badannya seperti kaku tak bergerak. Dia perlahan membuka matanya melihat apa yang menimpa tubuhnya,.


Saat matanya terbuka, ia melihat Dirga yang tidur dengan memeluknya saat ini. Sontak saja Dena langsung melepaskan pelukan paksa Dirga dan mendorongnya pelan.


Sehingga membuat Dirga langsung terjatuh ke lantai dorongan Dena yang kuat.


"Arkkh," Dirga mengerang sakit karena terjatuh dari tempat tidur.


Dia memegangi pantatnya yang sakit dan langsung melihat keatas tempat tidur dimana disitu ada Dena yang menatapnya tajam.


Dirga sendiri bingung dengan sikap Dena yang sekarang.


"Kamu apa-apa sih sayang," Dirga segera bangkit dari duduknya menatap istrinya kesal.


"Jangan pernah menyentuhku lagi dengan tubuh mu yang kotor nan menjijikkan itu" sinis Dena dan mulai bangkit dari tempat tidur.


"Jangan mulai deh, ini masih pagi jangan membuatku kesal Dena" Dirga menghela nafasnya berusaha mengontrol emosinya kini.


Dena diam saja tidak menggubris ucapan Dirga. Dia malah berjalan ke kamar mandi, lagi-lagi perutnya terasa mual, apa karena ia sedang hamil muda maka dia sering mual di pagi hari.


"Mau kemana kamu?Aku belum selesai bicara sayang?" ucap Dirga keras saat melihat Dena malah mengabaikannya.


Dirga mendengar Dena yang sedang muntah-muntah di kamar mandi membuat Dirga sedikit iba, ia memutuskan untuk menyusul Dena ke dalam kamar mandi saat ini.


"Kamu kenapa?Masih muntah seperti kemarin? Aku antar ke dokter yuk" Dirga melihat Dena yang memuntahkan sesuatu dari dalam mulutnya.


Dena bangkit berdiri mengusap mulutnya dengan air.


"Bukan urusanmu," Dena menatap Dirga begitu dingin tepat di manik mata suaminya.


Lalu ia pergi dari hadapan Dirga saat ini.


"Tunggu, dari kemarin kamu marah padaku. Apa yang membuatmu marah padaku?bilang?"


"Lepas, aku mau kebawah" Dena menepis tangan Dirga dengan kuat. membuat pegangan itu terlepas.


Dia berjalan pergi dari kamar meninggalkan Dirga yang diam menatapnya.


………………


Saat ini keluarga Suherman tengah berkumpul di meja makan. Mereka sedang menikmati sarapan pagi bersama.


Di meja makan lengkap dengan anggota keluarga lain termasuk Dewa yang juga ada di rumah setelah beberapa waktu tidak ada di rumah Suherman.


Dena sudah duduk di situ, begitu juga dengan Dirga yang duduk di sebelah Dena saat ini. Dia terus memperhatikan istrinya itu yang hanya diam saja.


"Kok pada diam, ayo makan" ucap Doni memecah keheningan diantara mereka semua.


"Ah iya ayo makan" ucap Dewa membantu ayahnya untuk memecah keheningan saat ini.


Sementara Sisil melihat kearah Dirga dan Dena yang tampak aneh diantara mereka berdua.

__ADS_1


"Dena makan nak," ucap Sisil karena melihat Dena yang hanya diam saja menunduk ke bawah.


"Ah, iya ma" ucapnya sambil mendongak melihat sang ibu mertua.


"Dirga ambilkan makanan untuk istrimu" ucap Sisil meminta Dirga mengambilkan makanan untuk Dena.


"Apa tidak kebalik ma, seharusnya dia yang mengambilkan makan untukku" ucap Dirga menatap Dena.


Dena hanya diam berdiri akan mengambilkan makan untuk Dirga saat ini.Tapi tiba-tiba saja ia merasa mual saat mencium bau makanan yang akan dia ambil.


Niatnya urung untuk melakukannya.


Dirga menyadari itu, ia menyadari ada yang aneh dengan Dena.


"Ma, a..aku ke kamar mandi dulu" ucap Dena menahan mual.


"Ya sudah sana nak, Kamu di kamar saja ya. Nanti Mbok Pinem mama suruh untuk mengantarkan makan untukmu ya" ucap Sisil yang memahami kondisi Dena.


Sementara Dirga merasa bingung sebenarnya ada apa dengan Dena.


Dia terus melihat Dena yang dengan cepat berjalan kearah tangga.


"Dena kenapa ya mama? Mama tahu kalau dia sakit. Soalnya beberapa hari ini dia seperti mual begitu" akhirnya Dirga memutuskan bertanya pada Mamanya.


"Kamu tidak tahu kondisi istrimu sekarang?" Sisil tampak terkejut jika Dirga tidak tahu kondisi Dena saat ini.


"Memang ada apa dengan dia?"


"Dena belum bilang padamu?"


"Astaga, Istrimu hamil kamu belum tahu"


"Apa?"


"Dena hamil? dia tidak bilang padaku?" Dirga mengepalkan tangannya dia seakan emosi saat ini bagaimana bisa Dena tidak memberitahunya kalau dia hamil.


"Aku ke kamar dulu" Dirga langsung pergi dari meja makan membuat Doni dan Dewa menatap bingung. Jujur mereka berdua juga tidak tahu apa yang terjadi.


…………………


Dirga masuk kedalam kamar, dia membanting pintunya keras. Mencari keberadaan Dena, dan ternyata Dena duduk dia di atas tempat tidur.


"Ada yang perlu kamu jelas kan padaku?" Dirga berjalan mendekat kearah Dena.


Bukannya menjawab Dena malah membaringkan dirinya di kasur sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Namun seketika selimut langsung terbuka saat Dirga menyibaknya keras dan membuang selimut itu ke lantai.


"Kamu apa-apaan sih" kesal Dena melihat Dirga yang mencoba mengatur nafas emosinya.


"Kamu yang apa-apaan, Kamu marah tidak jelas, dan lebih parahnya darimu Kamu tidak memberi tahuku soal anak ku yang kamu kandung"

__ADS_1


Dena langsung menatap Dirga, dia tidak menyangka kalau pria itu tahu kalau saat ini ia sedang hamil.


"Untuk apa aku memberitahu pria brengsek sepertimu. Percuma juga aku memberitahu kalau kamu sedang bersama dengan perempuan lain"


Dirga merasa tidak mengerti dengan ucapan Dena.


"Apa maksudmu?"


"Aku waktu itu hendak memberitahumu, tapi apa kamu sedang dengan perempuan di lantai depan pintu ruangan mu. Sungguh menjijikan yang ku lihat saat itu" sinis Dena lalu beranjak dari tempat tidur.


Dirga diam, mencoba memikirkan apa yang di bicarakan Dena itu. Dan bayangannya tertuju pada kejadian kemarin saat dia tidak sengaja menabrak perempuan teman dekat Samuel.


"Sekarang aku tahu maksudmu, Kamu melihat itu." Dirga menahan tangan Dena agar tidak pergi.


Dena diam saja tidak menjawabnya.


"Astaga sayang, kamu salah paham. Dia itu teman dekat Sam. Kamu hanya melihat sesaat dan sudah menduga-duga tentang ku"


"Mana mungkin itu salah paham, lepas" Dena melepaskan paksa tangan Dirga.


"Mau aku panggilkan mereka ke sini, itu murni salah paham. Mengerti,"


"Kamu jangan marah-marah kenapa?"


"Bukan urusanmu kalau aku marah-marah" ketus Dena.


"Tentu itu urusanku, kamu sedang hamil anakku. Aku tidak ingin anakku kenapa-kenapa mengerti"


Dena hanya diam saja, dan dia akan berjalan ke balkon.


"Tunggu, kamu masih tidak percaya denganku, ayolah jangan begini" ucap Dirga menghalangi langkah Dena dengan berdiri di depannya.


"Minggirlah,"


"Tidak, sebelum kamu memaafkan ku"


"Menyebalkan" sinis Dena.


"Bodo amat, kamu juga lebih menyebalkan dariku"


"Kamu percaya kan padaku, itu salah paham sayang" Dirga berusaha meyakinkan Dena.


"Ya," hanya singkat saja jawaban dari Dena. Sebenarnya ia berat untuk percaya tapi di hatinya lain dia mempercayai itu.


Dirga langsung tersenyum dan memeluk Dena.


"Terimakasih, Terimakasih sayang" Dirga memeluk istrinya itu.


"Minggir, sebelum aku memaafkan mu sepenuhnya. Carikan aku anggur berwarna hijau" ucap Dena.


Sontak Mata Dirga langsung menajam, menatap Dena..

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2