
Dena terbangun dari tidurnya karena secara tidak sengaja sinar matahari mengenai wajahnya. Perlahan dia membuka matanya yang masih terasa berat. Menutupi wajahnya yang terkena sinar matari dengan tangannya melihat secara sama-samar kearah jendela besar yang tirai nya sudah dibuka. Ada seorang yang berdiri di sana.
Perlahan orang itu mendekat kearah Dena.
"Good morning my wife" ucap Dirga berdiri disisi ranjang melihat Dena yang masih berbaring.
"Dirga," ucap Dena lirih merasa tidak yakin kalau itu Dirga.
Dirga berjalan mengitari tempat tidur menuju Dena berbaring.
"Bangun sudah pagi," ucap Dirga duduk ditepi ranjang Dena melihat Dena yang sudah mendudukkan dirinya menatap heran Dirga yang bersikap manis padanya.
"Kenapa kau menatapku begitu?Kau heran dengan sikapku sekarang. Kau lupa apa yang membuatku berubah seperti ini?" ucap Dirga menatap serius Dena yang kebingungan.
"Kau lupa apa yang kau katakan semalam padaku?" ucap Dirga lagi.
"Apa?" Dena masih tidak tahu, apa yang dia katakan semalam.
Namun dia langsung terdiam, saat sekilas ingatan muncul di kepala nya. Benar semalam dia mengungkapkan kalau ia sudah mencintai Dirga. Dan kejadian lain yang hampir membuatnya terbuai lebih dalam.
"Kau sudah ingat?" ucap Dirga tersenyum saat melihat Dena diam.
"Kau masih muda, tapi lupa ya padahal baru semalam" kekeh Dirga melihat Jihan yang menunduk malu.
Dirga memeluk Dena erat.
"Aku mencintaimu, lebih besar dari kau mencintaiku. Aku akan selalu mencintaimu, kita buka lembaran baru ya" ucap Dirga penuh harap dan serius dalam ucapannya.
"Aku juga..mencintaimu" lirih Dena membalas pelukan Dirga.
Mereka saling berpelukan satu sama lain saat ini mengutarakan apa yang mereka berdua rasakan.
Dirga melepas pelukannya melihat Dena,
"Aku minta maaf ya soal tadi malam" ucap Dirga kembali membahas perkataannya semalam pada Dena.
"Iya, aku juga ingin memberitahumu. Kalau aku bukan lulusan SMA. Aku kuliah dan selesai lebih cepat." Jelas Dena memberitahu Dirga.
Tentu saja itu membuat Dirga melebarkan matanya,
"Bagaimana kita bisa sama," gumam Dirga melihat Dena yang memperhatikannya.
"Apa?" ucap Dena karena ucapan Dirga tadi terdengar samar-samar di telinganya.
"Tidak," elak Dirga.
"Karena dirimu sudah mengakui mencintaiku dan aku juga mencintaimu. Bagaimana kalau sekarang kita pergi kencan" ucap Dirga menatap penuh godaan dan penuh rasa harap
Dena mengangguk mengiyakan permintaan Dirga.
"Bagus, sekarang kau dulu atau aku dulu yang mandi. Baru setelah itu kita pergi keluar" ucap Dirga dengan begitu sumringah bahagia.
"Kau dulu saja," ucap Dena singkat.
__ADS_1
"Baiklah, aku mandi dulu My Wife" ucap Dirga dan langsung mencium pipi Dena sebelum dia pergi ke kamar mandi. Dirga langsung bergegas ke kamar mandi.
Sementara Dena masih duduk ditempat tidur memegangi pipi kanannya yang barusan dicium Dirga. Senyum kecil keluar dari bibir tipisnya.
………………
Dena dan Dirga sudah selesai mandi dan berpakaian rapi. Saat ini mereka berdua sedang berjalan di tangga beriringan menuju kebawah.
Dena berjalan dengan diam sementara Dirga melihat Dena sesekali.
"Kau mau kemana sekarang tempat kita menghabiskan waktu berdua" tanya Dirga menatap Dena.
"Terserah dirimu saja mau kemana" jawab Dena.
"Ku serahkan saja padamu kita akan kemana. Tapi sebelum itu kita ke PRAHA K-PLUS dulu ya" ucap Dirga lembut.
"Iya," singkat Dena. Dirga menggandeng tangan Dena menuruni satu tangga terakhir.
"Wiih, kayaknya ada yang berbeda nih" goda Reyhan yang duduk di sofa ruang tengah.
Dena langsung melepaskan tangan Dirga yang menggenggam tangannya.
"Kenapa?" tanya Dirga.
"Tidak" jawab Dena singkat.
"Ya elah kakakku yang dingin bisa malu juga" ucap Reyhan melihat Dena.
"Berhentilah menggoda istriku, kenapa kau masih di rumah? kau tidak ke agensi?mau ku pecat" ucap Dirga ketus pada Reyhan yang duduk.
"Kau tidak lihat kakiku sakit kak" ucap Reyhan pada Dirga sambil melihat kakinya yang diperban.
Dirga langsung diam, dia tidak kembali bicara. Ia malah menggandeng tangan Dena
"Ayo honey" ucapnya menarik Dena pergi.
Tapi langkahnya berhenti sebentar.
"Kau jaga rumah" ucapnya lagi pada Reyhan.
"Ya,." sahut Reyhan.
°°°°°
Dena mengajak Dirga ke sebuah rumah yang menyerupai Vila tempat dimana dulu ia menenangkan diri saat terjadi masalah dalam hidupnya.
Mobil Dirga sudah berhenti di depan vila itu, Dirga heran menatap ke sekeliling tempat itu yang terletak berjauhan dengan tempat yang lain. Tapi vila ini yang tampak lebih besar dan megah. Dan Agak jauh didepan ada sungai yang mengalir dan terdapat sebuah pohon di tepi sungai itu dengan ayunan yang tergantung di sana.
Dirga lalu menatap Dena yang duduk di sampingnya,
"Tempat ini yang mau kamu beritahukan padaku?" ucapnya bertanya pada Dena.
"Iya,. ayo turun" ucap Dena mengajak Dirga untuk turun. Mereka berdua turun secara bersamaan.
__ADS_1
"Ini tempatmu menangkan diri, bagus." ucap Dirga.
Dena mengangguk.
"Jangan hanya melihatnya saja, ayok kau ku ajak masuk kedalam" ucap Dena melangkah lebih dulu.
Dirga berlari kecil mengejar Dena, dan langsung menyambar tangan perempuan itu. Menggandengnya untuk berjalan bersama.
"Kenapa kamu selalu berjalan dulu, kamu lupa kita sudah saling mencintai. Maka harus berjalan bersama mengerti" ucap Dirga menggandeng Dena berjalan menuju pintu rumah.
Saat sampai di depan pintu, Dena masuk kedalam begitu juga Dirga. Pintu vila memang sudah terbuka karena saat ini ada tukang kebun dan pembantu yang mengurus villanya kini.
"Ayo kita duduk di sofa" ajak Dena dengan tangannya yang masih tergenggam oleh tangan Dirga.
"Kamu mau minum apa biar ku suruh bi surti membuatkannya untuk mu" ucap Dena melihat Dirga yang melihatnya sedari tadi.
"Aku tidak haus, aku hanya butuh dirimu disini" ucap Dirga tersenyum pada Dena.
Dena yang mendengar itu langsung diam melihat Dirga.
"Kamu mengajakku kesini, karena kamu ingin berdua saja denganku ya" ucap Dirga menggoda Dena dia mendekatkan tubuhnya ke Dena.
Tentu saja Dena melebarkan matanya melihat Dirga.
"Kau mau apa?" ucap Dena saat Dirga semakin mendekatkan tubuhnya padanya saat ini. Ditambah tangan pria itu sudah berada di wajahnya.
"Aku mau membuat anak dengan mu" ucap Dirga dengan seringai.
"Dirga,." ucap Dena mendorong pelan Dirga.
"Aku hanya bercanda," ucap Dirga saat melihat wajah Dena yang berubah serius. Dirga tersenyum karena berhasil menggoda Dena.
"Aku hanya menggoda mu, wajah dingin mu ini terlihat lucu saat kamu marah" ucap Dirga lagi tersenyum sambil memegang wajah Dena gemas.
"Jangan mencoba menggoda" ketus Dena merasa tidak suka dengan ulah Dirga.
"Kenapa?Kau istriku jadi terserah diriku" ucap Dirga pada Dena.
"Kamu juga sudah mencintaiku kan, sebenarnya aku bukan hanya ingin menggoda mu tapi aku ingin meng kode dirimu. Agar kamu segera mau membuatkan cucu untuk mama" ucap Dirga.
Dena langsung berdiri tidak menjawab perkataan Dirga,
"Aku mau keluar sebentar" ucap Dena melihat Dirga yang masih duduk.
"Kemana?kenapa kamu mau keluar?Kamu mengajakku ke sini tapi kamu meninggalkanku" ucap Dirga protes.
Dirga ikut berdiri dan tiba-tiba saja dia memeluk Dena dari belakang. Menaruh kepalanya di ceruk leher Dena.
"Kamu masih ragu denganku? Lalu apa yang harus ku lakukan agar kamu yakin dengan perasaanku padamu"
°°°
T.B.C
__ADS_1