Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 67


__ADS_3

Dirga menghampiri Dena yang berdiri di balkon kamar saat ini, Dirga menatap Dena penuh pertanyaan.mengenai benarkan apa yang diucapkan Dena barusan. Dia ingin mendapat jawaban pasti dari perempuan yang ada di depannya saat ini.


“Kau serius dengan apa yang kau katakan barusan?” Tanya Dirga masih tidak yakin, dia berdiri di samping Dena yang berpegang pada pembatas tralis balkon.


“Seharusnya kau sudah tahu tidak perlu aku mengatakannya lagi,” Dena masih menatap ke depan melihat jalan raya yang memang terlihat dari balkon kamarnya saat ini. Dia tidak melihat kearah Dirga sama sekali yang melihat dirinya dengan pandangan yang tidak bisa di artikan.


Dirga langsung memegang tangan Dena kuat menghadapkan tubuh perempuan itu menghadapnya.


“Bagaimana aku bisa tahu hah, kau saja membingungkan seperti ini. Aku tanya sekali lagi padamu apa kau sudah membuka hatimu untukku” Dirga menatap serius Dena yang melihat dirinya dengan raut wajah datar.


“Jawab,.” Tegas Dirga memegang bahu Dena mendekatkan kearahnya. Dia seperti itu karena Dena hanya diam menatap dirinya.


Dena memalingkan wajahnya saat ini.


“Ya, aku membuka hatiku untukmu, aku akan menjalani pernikahan ini denganmu dan akan mulai mencintaimu” ucap Dena tanpa mau menatap Dirga yang berbinar menatap Dena.


Dirga tersenyum tipis, Dia memegang wajah Dena meminta perempuan itu menghadap kearahnya.


“Tatap aku,” ucap Dirga menyuruh Dena menatapnya.


“Bagus, ingat ini. Kau Dena Nindia Sharman telah menjadi milik Dirga Prakarsa Suherman, tidak ada yang bisa merebut dirimu dariku dan tidak ada yang bisa melukaimu. Aku mencintaimu” ucap Dirga penuh penekanan didepan wajah Dena yang menatapnya tak percaya.


Dirga langsung menarik tengkuk Dena mencium singkat bibir manis istrinya.


“Kau percaya sekarang, kalau kau belum percaya tidak apa. Aku akan terus membuatmu semakin yakin untuk jatuh cinta lebih dalam padaku. Karena dirimu sudah mulai membuka hati untukku, aku harap kau bisa menceritakan apa pun yang membuatmu sedih mengerti dan apapun yang kau simpan dari semua oang” jelas Dirga memegang wajah Dena setelah melepaskan singkat ciumannya.


Dena memperhatikan Dirga,


“Akan aku usahakan,”Singkat dena dan tanpa diduga dia mencium Dirga saat ini. Membuat Dirga tersenyum di tengah ciuman mereka, tidak menyia-nyiakan kesempatan Dirga langsung memperdalam ciuman Dena ******* habis bibir manis perempuan dingin itu.


Kini mereka menikmati apa yang merea lakukan sekarang dibawah terik sinar matahari yang mulai meninggi menyinari balkon tempat mereka berada sekarang.


………………


Dena duduk di gazebo yang berada disebelah kolam renang dia duduk sendiri di situ sambil membayangkan kejadian tadi saat dia dan Dirga berciuman. Bayangan yang kini terngiang di kepalanya entah kenapa mampu membuatnya sedikit tersenyum.


Dengan pelan Dena menyentuh dadanya yang kini berdebar kencang saat membayangkan hal tadi, memang benar sepertinya ia sudah jatuh cinta dengan pria itu. Tapi dia bingung harus merespon bagaimana, dan bersikap seperti apa.


Drrrrttt


Saat tengah berdiam Hp milik Dena yang ada digenggaman tangannya berbunyi, dengan cepat dia melihat layar Hp itu. Melihat siapa yang menghubungi dirinya.


“Om Michel” gumam Dena saat melihat nama siapa yang tertera disitu.


Dengan cepat Dena langsung mengangkatnya.

__ADS_1


“Iya, Halo om. Ada apa?” ucap dena saat mengangkat panggilan itu.


“Om sudah menemukan beberapa foto Mamamu yang ada di rumah ini. Katanya kalau om menemukannya, kamu menyuruh om untuk menghubungi dirimu” jelas Michel. Michel merupakan kakak dari Monica Mama Dena.


“Om serius, Om sudah menemukannya” ucap Dena begitu senang mendengarnya.


“OM, om Michel aku akan segera ke rumah om sekarang juga” ucap Dena antusias, dia langsung berdiri bahagia karena dia akan memiliki foto mamanya lagi. Dia akan bisa melihat mamanya melalui foto.


Dena langsung bergegas pergi dari area kolam renang dan berjalan masuk kedalam rumah. Dia berjalan dengan senyum yang sedikit mengembang saat mendengar apa yang tadi dibicarakan oleh Michel.


Saat Dena berjalan diruang tengah menuju keluar rumah, kebetulan Dirga baru saja turun dari tangga melihat Dena yang berjalan cepat kearah luar secara terburu-buru. Membuat Dirga penasaran,


“Mau kemana kamu?” tanya Dirga masih berada di tangga menatap Dena yang langsung berhenti dan melihat kearah Dirga saat ini.


“Aku mau keluar sebentar” ucap Dena dengan nada yang tidak terlalu dingin seperti biasnya.


“Kemana?” Dirga berjalan mendekati Dena yang masih berdiri menatapnya.


“Aku temani, jangan menolak. Bukannya kita tadi sudah sepakat untuk saling membuka hati dan mencintai. Orang yang saling mencintai harus menemani pasangannya kemanapun dia pergi, termasuk dirimu nanti kalau aku pergi kemanapun kau berhak menemaniku”


“aku mau ke rumah masa kecilku dulu dan keluargaku” pungkas Dena menatap Dirga yang langsung serius menatapnya.


“Rumah masa kecilmu dulu?” heran Dirga karena dia hanya mengetahui rumah yang ditinggali Dena sebelum perempuan itu menikah dengannya.


“Iya”


°°°°°


Dirga mengemudi mobilnya saat ini dengan disebelahnya ada Dena yang menatap luruh ke depan. Dirga melihat kesamping memperhatikan Dena.


Secara tak terduga Dirga memegang tangan Dena yang memegangi Hp miliknya yang berada di paha. Akibat tindakan dirga itu langsung membuat Dena terkejut melihat Dirga yang menggenggam tangannya sambil melihat dirinya.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Dena memperhatikan Dirga yang sesekali melihat dirinya.


“Tidak ada, aku hanya ingin menggenggam tanganmu saja” tutur Dirga masih fokus menyetir.


Dena tidak menanggapi perkataan dirga, dia membiarkan apa yang dilakukan dirga saat ini yang menggenggam tangannya.


“Rasa hangat ini lagi” gumam Dena dan tentu saja itu mampu didengar Dirga.


“Baru saja kau bilang apa?” tanya Dirga saat samar-samar dia mendengar ucapan Dena.


“tidak, aku tidak bilang apa-apa”


“Terserah dirimu, tapi aku mendengarnya” ucap dirga tersenyum melihat Dena.

__ADS_1


Dena memperhatikan Dirga yang kembali melihat ke jalanan didepan.


“Aku mencintaimu juga Dirga Prakarsa Suherman” ucap Dena didalam hatinya.


“Kenapa kau menatapku seperti itu,” ucap Dirga yang sadar saat Dena terus memperhatikan dirinya yang sedang mengemudi.


“Tidak” Dena langsung mengalihkan pandangannya keluar jendela, begitu juga dengan Dirga yang kembali fokus mengemudi saat ini.


“Dirga..” Dena tiba-tiba saja memanggil Dirga yang sudah fokus menyetir. Menatap pria itu kembali.


Dirga langsung melihat kearah Dena


“Ada apa?”


“Bisa kau membantuku menyelidiki sesuatu”


Dirga mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Dena.


“Menyelidiki tentang Apa?” ucapnya menatap Dena penasaran baru kali ini dan pertama kalinya Dena mulai berbicara lembut dengannya. Mungkin ini awal dirinya dan Dena memulai hubungan yang lebih dalam lagi.


“Tentang Reyhan, aku minta tolong padamu. Tolong carikan bukti kalau Dena memang adikku.” Lirih Dena.


“Kau tidak yakin dia adikmu?”


“ aku yakin dia adikku, dari wajahnya saja kini aku bisa melihat dia sekilas mirip dengan Daniel. Bukan itu saja, dia juga memiliki kesamaan denganku.” Jelas Dena.


“lalu kenapa kau masih menginginkan bukti” ucap Dirga penasaran.


“Aku ingin menunjukkannya pada Daniel, dia masih meragukan Reyhan adik kita kalau tidak ada buktinya”


“Kalau memang dia masih meragukannya, biar dia saja yang mencari buktinya kenapa harus dirimu” kesal Dirga.


“Dia tidak mungkin mencarinya, karena dia tidak mau repot mengurusi hal tidak penting baginya”


“Kalau aku tidak membuktikan bahwa Reyhan juga anak Papa, maka mungkin Daniel bisa saja menyakiti Reyhan”


Dirga semakin dibuat bingung dengan ucapan Dena. Masa Daniel bisa setega itu dengan orang.


“Kau berprasangka buruk dengan kembaran mu sendiri?” ucap Dirga.


“Bukannya begitu, tapi aku tahu bagaimana Daniel. Dia akan melakukan apapun untuk membuat orang-orang yang telah menyakiti dirinya menderita” jelas Dena dengan sedih.


Dirga tertegun mendengarnya,


“Begitu sifat kembaran mu, baiklah aku akan membantumu. Tapi dengan syarat” ucap dirga membuat Dena langsung menatapnya.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2