Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 81


__ADS_3

Dena baru saja dari halaman depan, dia habis menanam bunga di halaman depan rumah mertuanya. Karena kegiatan apalagi di pagi hari ia lakukan kalau bukan menanam bunga. Dia tadi bangun terlebih dahulu dari Dirga dan mungkin saja Dirga belum bangun saat ini. Selesai menanam bunga Dena kembali masuk kedalam rumah berjalan melewati ruang tamu serta ruang tengah yang luas di rumah itu.


Saat ini dia hanya di rumah dengan Dirga dan beberapa pegawai yang bekerja di rumah serta Reyhan yang memang saat ini tinggal di rumah mertuanya ini.


“Darimana kak?” tanya Reyhan yang baru saja keluar dari kamar tamu yang ia tempati.


“Dari depan,” singkat Dena saat berhenti melihat kearah reyhan.


“Dari depan? Kenapa di depan?” Reyhan tampak penasaran dengan apa yang dilakukan kakaknya di depan.


‘Habis menanam bunga, tumben sudah bangun?” tanya Dena pada adik bungsunya.


“Aku sudah bangun dari tadi” jawab Reyhan. Dia kemudian berjalan menuju sofa yang berada di ruang tengah.


Dena pun mengikutinya dari belakang dia masih melihat cara berjalan Reyhan yang sedikit berseok kesulitan saat jalan


“Kakimu masih sakit?” tanya Dena terkesan khawatir memperhatikan kaki Reyhan.


“sedikit kak” ucap Reyhan saat dirinya sudah duduk di sofa.


Dena juga ikut di sofa, ia duduk di samping Reyhan.


“Terimakasih sudah menolong Daniel ya? Padahal dia tidak pernah perduli padamu” ucap dena penuh rasa berhutang budi.


“Sama-sama kak, ya mau bagaimanapun dia kakakku. Mana mungkin aku tidak menolongnya”


Dena memeluk Reyhan haru, dia merasa bersalah karena sedari dulu ia juga tidak bersikap baik pada Reyhan. Bahkan dulu ia baik pada Reyhan hanya untuk memanfaatkan pemuda itu saat dia ingin keluar dari rumah bertemu dengan Dewa.


………………


Dirga masih tidur berbaring di kamarnya, bahkan mungkin saja tidak menyadari kalau istrinya sudah bangun.


Suara lantunan lagu dari westlife yang berjudul My Love tiba-tiba saja terdengar d dalam kamar. Diikuti dengan getaran Hp yang berada di meja samping Dirga tidur. Membuat tidur Dirga terganggu dengan mata yang masih terpejam meraba-raba meja di sampingnya mencari Hp yang berbunyi tersebut.


“Ya Halo” ucap Dirga masih dengan mata terpejam tanpa melihat siapa yang telah menelponnya saat ini.


“Kau masih tidur jam segini, habis unboxing bini mu sampai bangunnya siang begini” gerutu Juna. Iya Juna yang menelpon Dirga di pagi hari..


“Mulutmu, ada apa kau menelponku pagi begini Jun” kesal Dirga dengan berubah posisinya menjadi duduk bersandar sandaran tempat tidur.


“Kau bilang sekarang pagi, ini sudah jam delapan woy, mentang-mentang konglomerat muda jam segini masih tidur.”


“Sudahlah, tidak usah banyak bicara. Kau mau bicara apa denganku”

__ADS_1


“Soal bukti Reyhan anak Papa mertuamu. Bukannya kau kemarin sudah ku beritahu. Tapi kau malah tidak datang, terus ini bagaimana”


“Soal itu aku minta maaf, istriku kemarin tidak fit jadi aku langsung pulang. Kau sekarang datang saja ke rumah ku. Aku tunggu”


“Oke, siap pak bos” ucap Juna dari seberang sana.


Panggilan telpon langsung terputus, Dirga meletakkan kembali Hpnya di tempatnya tadi. Dia melihat kesebelahnya ternyata sudah tidak ada Dena. Kemana istrinya itu bukannya kemarin dan semalam di bilang bagian bawanya masih sakit. Tapi sekarang malah sudah tidak ada di kamar.


………………


Setelah mandi dan berganti pakaian kini Dirga sudah turun kebawah, dia melihat Dena sedang duduk di ruang tengah bersama Reyhan. Dirga berjalan mendekati mereka berdua.


“Kamu sudah bangun tapi tidak membangunkanku, dan katanya kamu merasa sakit pada...” ucap Dirga belum selesai bicara Dena sudah berdiri terburu-buru dan langsung membungkam mulut Dirga dengan tangannya.


Reyhan menatap kedua orang itu dengan aneh


“Kamu kenapa kak?” tanya Reyhan heran.


“Kamu apa-apa sih, kenapa menyumpalku dengan tangan bukannya dengan ini” ucap Dirga menyentuh bibir Dena lembut. Sontak langsung membuat Dena langsung memundurkan tubuhnya terkejut.


“Kalau mau romantisan jangan di depan bocah sepertiku” cibir Reyhan melihat semua itu. Dena langsung melihat Reyhan dan berjalan duduk dengan canggung.


Dirga mengikuti Dena duduk, dia melihat istrinya yang sedang menahan malu.


“Honey, tolong telpon kembaranmu suruh dia ke sini” ucap Dirga lagi meminta Dena untuk menelpon Daniel.


Dena yang tadinya menunduk langsung melihat Dirga


“Kenapa dia harus ke sini?” hera dena.


“Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengannya” pungkas Dirga.


“Ya, aku telpon dia” sahut Dena datar.


Sementara Reyhan hanya melihatnya saja, dia hern sendiri melihat kedua orang itu yang sepertinya kini sudah saling mencintai. Kalau memang benar syukurlah kakaknya itu memiliki sebuah kebahagian lain yang memang pantas dia dapatkan.


°°°°°


Hampir satu jam kemudian akhirnya Daniel datang ke rumah dirga dia berjalan dengan tegap menuju ruang tengah, saat sudah sampai di ruang tengah ia melihat ada empat orang yang ada di sana. Ada kembarannya dena, ada Dirga, Reyhan dan satu orang yang tidak dia ketahui siapa. Mereka semua menatap kehadiran dirinya.


“Ada apa kau menyuruhku kesini? Kemarin aku kesini kau tidak ada, kau malah bulan madu” sindir Daniel masih berdiri menatap Dena.


“aku minta maaf,” ucap Dena

__ADS_1


Daniel hanya diam,


“Kau mau berdiri saja di situ atau mau duduk. Dan satu lagi yang menyuruhmu kesini bukan Dena tapi aku jangan marah kepada istriku mengerti” pungkas Dirga menatap Daniel.


Seperti tadi Daniel hanya diam, dia langsung duduk berseberangan dengan Reyhan.


“Ada apa menyuruhku kesini?” ucap Daniel dingin menyilangkan kakinya melihat Dirga.


“Aku ingin memberitahumu, kalau kau harus percaya apa yang di katakan Dena kalau Reyhan adalah adikmu” ucap Dirga membuka pembicaraan yang mengarah kesitu.


Daniel tersenyum miring menatap Dirga dan sesekali menatap reyhan serta dena.


“Kau menyuruhku untuk mempercayai kalau bocah itu adikk. Jangan harap aku mengakuinya tanpa adanya bukti” sinis Daniel.


“Sudahlah, kalian tidak perlu meyakinkan orang bodoh itu. Dia tidak akan percaya” ucap reyhan menyela di antara mereka.


Daniel yang mendengar itu langsung menatap tajam reyhan.


“Woy, keluarga apa ini. Kenapa tegang sekali, luar biasa keluarga istri Dirga” gumam Juna melihat ini semua di depannya.


“Daniel, percayalah” ucap Dena


“Tidak ada pembicaraan lain, kalau tidak ada aku pergi. Aku sibuk sekarang” ucap Dirga dingin.


“Juna berikan padaku” ucap Dirga pada Juna, meminta amplop yang ada di depan Juna saat ini. Juna segera memberikannya pada Dirga.


“Lihat sendiri, kalau kau tidak percaya. Dia memang adikmu, kau tidak bisa mengelak kalau dia juga anak Papa Marco” ucap Dirga sedikit melempar amplop itu di depan Daniel.


“tuh-tuh lihat buktinya kak, muka sudah mirip begini denganmu. Kau masih tidak percaya, kakak kesayanganku dan kakak iparku sudah membuktikannya kan kalau aku anak Papa. Huh, andai aku bisa memilih ogah aku mirip denganmu yang mengerikan” ucap reyha terkesan meledek Daniel yang memegang amplop yang di lempar Dirga barusan.


“Diamlah kau bocah,” bentak Daniel pada Reyhan. Juna yang mendengar itu langsung menelan ludahnya, dia tidak menyangka saat ini berada di tengah-tengah keluarga yang menurutnya banyak bersitegang


“Bukalah Daniel, dan dibaca” ucap dena meminta Daniel untuk membuka amplop coklat itu.


“Aku akan membukanya nanti, aku harus pergi” ucap Daniel berdiri dari duduknya.


“Mau kemana kau? Kenapa tidak kau lihat di sini” tanya Dirga melihat Daniel yang sudah berdiri.


“Aku sibuk” sahutnya enteng dan langsung melenggang pergi meninggalkan keempat orang itu yang menatap kearah Daniel pergi


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2