Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 54


__ADS_3

Daniel masuk kedalam rumahnya, matanya begitu tajam mantap melangkah masuk kedalam.


Langkahnya terhenti saat melihat dua orang yang duduk di sofa ruang tengah rumahnya sedang melakukan hubungan intim. Pandangannya semakin tajam saja dan sangat menakutkan bagi siapa saja yang melihatnya.


Dia mengepalkan kuat tangannya, merasa tidak perduli dia melangkah mendekati kedua orang yang baginya sedang melakukan hal mesum.


"Menjijikkan" Desisnya didepan kedua orang itu. Seketika membuat Marco yang tadi berada di atas tubuh Soraya langsung turun dan melihat kearah putranya yang baru saja datang.


Sementara Soraya malah menatap kesal Daniel sembari membenarkan baju miliknya yang sedikit terbuka karena Marco.


"Kau sudah pulang Daniel, kau dari mana saja sedari pemakaman nenekmu kemarin?" tanya Marco pada Putranya.


Daniel hanya diam melihat Papanya yang tanpa rasa malu atau canggung sedikitpun. Mungkin orang itu urat malunya sudah putus apalagi wanita ular yang menjijikkan seperti pelacur.


"Daniel, papa tanya padamu dari mana saja kamu sedari kemarin?" tegas Marco karena Daniel tidak menjawabnya malah melihat kearah Soraya.


Daniel masih tidak menjawab fokusnya tertuju pada Soraya. Dia berjalan mendekati Mama tirinya,


Soraya sendiri tampak heran dengan Daniel yang sepertinya tampak marah.


Daniel berdiri di samping Soraya duduk,


"Kau senang ya menjadi wanita simpanan, kasihan sampai sekarang belum bisa menjadi wanita sah bagi Papa. Sangking tidak bisanya sampai menjadi pembunuh" ucap Daniel tajam menusuk.


Soraya melebarkan matanya, lalu menatap Daniel yang berdiri di depannya.


"Kenapa kaget, aku mengetahuinya," ucap Daniel dingin.


Marco yang mendengar itu menatap anak dan Istrinya tak mengerti. Apa yang membuat mereka saling menatap tajam seperti itu.


Setelah mengatakan itu Daniel tersenyum miring menatap Soraya, seakan mengejeknya. Dan beralih ke Marco Daniel menatap Papanya itu.


"Kau akan menyesal, karena tidak mempercayai Mamaku dan memilih perempuan murahan seperti wanita ular yang menjadi pelampiasan nafsumu" sinis Daniel pada Papanya dan langsung berjalan kearah tangga.


"Kenapa dengan dia,?" kesal Marco karena tingkah Daniel barusan. Biasanya Daniel tidak pernah bicara seperti itu pada dirinya meskipun Daniel jarang mengobrol atau bicara dengannya.


………………

__ADS_1


Dirga masuk ketempat acara pernikahan temannya dia melingkarkan tangannya terus-terusan di pinggang ramping milik Dena. Dia seakan tidak ingin melepaskan wanita yang saat ini ia rengkuh dan dia seakan menunjukkan ke semua orang bahwa wanita cantik di sebelahnya adalah miliknya tidak ada yang bisa mengambilnya atau meliriknya.


Samuel dan Juna saja di buat geleng-geleng, tidak biasanya Dirga bersikap posesif begitu pada seorang wanita. Dengan Clara saja Dirga tidak melakukan seperti itu, cuman hanya menggandengnya. Tapi tidak dengan Dena.


"Lihatlah Dirga, dia seperti tidak ingin orang lain melihat istrinya" tukas Juna pada Samuel.


"Biarkan saja namanya juga istrinya, " ucap Samuel.


"Tapi dulu dia tidak posesif begitu dengan Clara tapi dengan perempuan yang menjadi istrinya itu dia sangat posesif sekali. Bukannya Dirga tidak mencintai istrinya?" heran Juna.


"Entahlah, tapi mereka berdua sangat cocok. Sifat mereka saja sama, membuatku merinding sendiri" pungkas Samuel sembari mengingat dimana dulu dia menjemput Dirga dan Dena di pinggir jalan mengantar mereka ke rumah.


"Sudahlah tidak usah bahas mereka, kita makan saja yuk. Cewe-cewe yang kita sewa nanti ngambek" lanjut Samuel mengajak Juna untuk menghampiri kedua perempuan yang berada tidak jauh dari mereka.


Kedua perempuan itu merupakan perempuan sewaan yang di sewa oleh mereka berdua untuk menemani datang ke pernikahan rekan mereka. Kalau tidak begini mereka yang jomblo bisa di ledek orang karena tidak membawa pasangan.


"Kau bisa tidak melepaskan tanganmu dari pinggangku" ucap Dena merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukan Dirga.


"Tidak, aku akan tetap seperti ini. Apa kau tadi tidak mendengarkan ku, cukup diam dan terima saja apa yang ku lakukan sekarang. Ayo kita ke sana, kau pasti lapar kan?"


Mendengar itu Dena langsung diam, dia bisa apa tidak mungkin untuk berdebat di tengah kerumunan orang seperti ini. Mereka semua pasti mengenal mereka berdua.


"Bersama istriku lah, memang dengan siapa. Untuk apa kau menemui ku" ketus Dirga pada orang tersebut.


"Ayolah Dirga, masih marah denganku gara-gara Clara dulu. Kau kan sudah tahu sendiri Clara bagaimana, dia yang menggodaku"


"Sudahlah tidak usah bahas wanita itu membuatku kesal, pergi sana kau Rian" dengus Dirga


"Ya sudah aku pergi, apa segitu cintanya kau dengan Clara. Sampai kau bersikap begini dengan temanmu sendiri. Kalau memang dia istrimu apa tidak merasa sakit hati kau masih mencintai Clara" Rian langsung pergi dari hadapan Dirga dan Dena


Dirga terdiam mendengar ucapan Rian, dia langsung melihat kearah Dena yang memalingkan wajahnya.


Dena sendiri heran dengan dirinya kenapa dia merasa tidak suka mendengar hal tadi.


"Kau kenapa?" tanyanya pada Dena.


"Tidak memang aku kenapa?" dingin Dena melepaskan tangan Dirga dari pinggangnya. Membuat Dirga melihat Dena.

__ADS_1


"Aku akan mengambil makan" Dena langsung pergi dari hadapan Dirga saat ini.


Dirga melihat Dena aneh, ada apa dengan wanita itu. Setelah mendengar ucapan Rian tadi kenapa dia menjadi aneh batin Dirga.


Dirga langsung berjalan menghampiri Dena.


"Aku sudah bilang padamu untuk diam saja saat aku melakukan apapun kenapa kau melepaskan tanganku dari pinggang mu" bisik Dirga di telinga Dena.


"Aku kan sudah bilang padamu, aku akan mengambil makanan" ketus Dena.


Dena akan berjalan lagi kearah makanan yang lain, tapi Dirga langsung menghadangnya. Dia mengambil piring Dena,


"Biar aku saja yang ambilkan" ucapnya berjalan pergi sembari membawa piring milik Dena mengambilkan beberapa jenis makanan yang terhidang di acara tersebut.


Dena hanya melihat Dirga yang mengambilkannya makanan untuknya. Ia sedikit tergugah juga hatinya atas perlakuan manis Dirga.


"Stop Dena, jangan buat hatimu lemah dengan pria seperti itu" sangkal Dena dalam hatinya.


………………


Dena turun dari mobil Dirga, meninggalkan Dirga yang masih di dalam mobil. Dena melihat Dena yang keluar begitu saja meninggalkan dirinya ada di dalam mobil merasa aneh,


"Kenapa sebenarnya dengan wanita itu? kenapa dia menjadi dingin lagi padaku?" heran Dirga keluar dari mobilnya dan hendak menyusul Dena yang sudah masuk kedalam rumah.


Saat sampai di ruang tengah Dena terdiam, dia juga merasa aneh dengan dirinya kenapa dia menjadi tidak suka lagi dengan Dirga.


"Tunggu, kau bersikap seperti ini padaku karena kau mendengar ucapan Rian tadi soal Clara?Kau cemburu?Tenanglah, aku tidak suka lagi dengan Clara" ucap Dirga entah kenapa ia seakan harus menjelaskannya pada Dena.


Dena menatap Dirga, ia tersenyum miring melihat Dirga yang menatapnya aneh.


"Siapa yang cemburu?aku?Tidak usah kepedean, untuk apa aku cemburu. Cinta padamu saja tidak" sinis Dena dan dia langsung pergi.


Membuat Dirga mengepalkan tangannya,


"Lihat saja, kau pasti akan mencintaiku. Aku yakin itu, Seorang Dena Nindia Sharman pasti akan jatuh cinta pada Dirga Prakarsa Suherman dan itu pasti" ucap Dirga penuh keyakinan sambil menatap Dena yang berjalan pergi menjauh darinya saat ini.


Dena yang sudah berjalan jauh tiba-tiba saja menghentikan langkahnya melihat kembali ke belakang. Dan dimana ternyata Dirga masih melihat dirinya, bahkan pria itu tersenyum aneh sekarang membuat Dena merasa mrinding sendiri. Dia langsung melanjutkan langkahnya kembali.

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2