Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 99


__ADS_3

Dirga berbaring di tempat tidurnya, saat ini sudah siang sekali. Dia ingin beristirahat tapi Pikirannya tak tenang karena memikirkan Dena yang juga belum kembali ke kamar saat ini.


"Aishh, kenapa? dia aneh begini" Dirga merasa kesal sendiri, ia langsung bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju ke balkon dia melihat Dena yang masih saja berbaring di Gazebo seorang diri.


"Kenapa dengan istriku itu,?" gumamnya sambil terus memperhatikan Dena yang masih tiduran di tempatnya tadi.


"Tidak bisa dibiarkan begitu" Dirga serasa pusing sendiri dengan sikap Dena saat ini.


Dia langsung bergegas pergi dari balkon dan masuk ke kamar kemudian keluar kamar untuk menuju kolam renang.


Dirga berjalan dengan cepat menuruni tangga, saat sudah berada di bawah secara kebetulan ia berpapasan dengan mamanya yang akan naik ke lantai atas.


"Mau kemana Dirga? kenapa terburu-buru?" tanya Sisil seakan bingung dengan Dirga kenapa harus terburu-buru.


"Mau nyusul mantu mama tuh di kolam renang" sahut Dirga langsung pergi meninggalkan mamanya yang merasa aneh dengan sikap anaknya itu. Tapi dia tidak terlalu mempermasalahkannya, ia segera pergi naik ke lantai atas.


Dirga sendiri berjalan kearah kolam renang, dia menghampiri Dena yang masih tiduran di Gazebo.


"Sayang bangun, kamu ini kenapa masih disini siang-siang begini. Ayo bangun, pindah ke kamar" Dirga membangunkan Dena, membantu perempuan itu untuk duduk.


"Kamu apa-apaan sih, aku ingin tidur disini" kesal Dena dan akan berbaring lagi tapi Dirga keburu menahannya.


"Aku bilang nggak ya nggak. Ayo ke kamar" kekeh Dirga


"Aku tidak mau," Dena masih bersih keras untuk tidur di situ.


Dirga diam saja memperhatikan Dena yang tidur kembali.


"Kamu memang keras kepala ya" Dirga langsung mengangkat tubuh Dena menggendongnya untuk diajak masuk kedalam.


"Turunkan aku, aku tidak mau. Sayang turunkan aku" Dena memberontak dari gendongan Dirga. Tapi Dirga tidak perduli, dia terus menggendong Dena masuk kedalam rumahnya.


………………


Dirga menjatuhkan Dena di tempat tidur, dia melihat istrinya itu yang kesal menatapnya dan malah mengalihkan pandangan kearah lain.


"Kamu ini seperti anak kecil saja, sudah aku bilang untuk tidur di kamar saja. Malah tidur di Gazebo" omel Dirga menatap datar Dena yang seakan bodo amat dengan omelan Dirga.


"Kamu berisik, pergilah. Aku tidak ingin melihatmu" Dena membaringkan tubuhnya menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Dirga hanya berdiri diam memperhatikan segala sesuatu yang dilakukan Dena.


"Kenapa jadi kamu yang marah seharusnya aku yang marah sayang. Kamu mengabaikan perkataan ku," lagi-lagi Dirga mengomeli Dena yang sudah tak terlihat karena selimut yang menutupinya.


Dirga memperhatikan Dena yang tidak menanggapinya sama sekali.


Dirga naik ke tempat tidur, membaringkan dirinya di sebelah Dena. Ia perlahan membuka selimut yang menutupi wajah istrinya tersebut.

__ADS_1


Saat selimut terbuka, wajah Dena begitu nampak jelas dan perempuan itu sudah tidur lagi.


"Astaga, baru saja dia menutupi wajahnya sekarang sudah tidur. Semakin aneh saja kamu hari ini sayang" gumam Dirga sambil mengusap kepala Dena pelan.


"Kamu aneh hari ini, membuat emosiku naik turun saja" ucap Dirga lagi di depan wajah Dena yang sudah tidur.


Dirga akan bangkit dari tempat tidur, tapi keburu Dena yang memeluknya. Sehingga membuat Dirga terpaksa harus berbaring lagi di kasur.


Tangan Dena yang ada di perut Dirga, membuat Dirga tertahan harus berbaring di tempat tidur kembali.


Dia melihat ke sebelahnya, melihat Dena yang tidur.


"Terpaksa aku harus ikut tidur juga" ucap Dirga balas memeluk Dena yang ada di sampingnya.


°°°°°


Waktu makan malam akhirnya tiba, Dena bangun dari tidurnya. Dia merasa lelah setelah lama tidur. Dia sendiri juga bingung kenapa dia tidur lama sekali, seingat dia tadi ia sedang kesal dengan Dirga, itupun kejadian siang tadi.


Entahlah pria itu sungguh menyebalkan mengomel terus tiada henti.


Dena melihat ke sekitar kamar, dia juga melihat ke sebelahnya yang kosong bukan hanya sebelahnya saja tapi kamarnya tampak sepi. Tapi matanya langsung tertuju ke sofa, di sofa Dirga sedang berbaring di sana.


"Kamu sudah bangun sayang, kalau sudah kita kebawah sekarang untuk makan malam" ucap Dirga dari sofa saat menyadari Dena yang sudah bangun.


"Ayo bangun, kita makan" Dirga mengulurkan tangannya kearah Dena.


"Aku tidak lapar, perutku masih kenyang" jawab Dena menghiraukan uluran tangan Dirga dan dia berdiri sendiri dari tempat tidur.


"Kamu mau kemana?" Dirga memperhatikan Dena yang berjalan kearah kamar mandi.


"Ayolah sayang, kita makan. Mama dan Papa juga sedang menunggu kita di bawah" Dirga berjalan mendekat kearah kamar mandi.


"Aku bilang, aku tidak lapar. Kalau kamu mau kebawah sana kebawah saja" sahut Dena membuka pintu kamar mandi sekilas dan menutup pintunya lagi.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau makan. Aku kebawah dulu" ucap Dirga menahan kesal, dia berlalu dari pintu kamar mandi yang tertutup.


Baru saja Dirga akan melangkah pergi dari kamar, tiba-tiba saja dia mendengar suara orang muntah-muntah di kamar mandi. Dari Siapa lagi suara itu berasal kalau bukan dari Dena karena yang sedang berada di kamar mandi saat ini Dena.


Dirga yang mendengar itu langsung berjalan cepat menuju kamar mandi.


tok tok


Dia mengetuk pintu kamar mandi itu.


"Sayang, hei sayang, kamu kenapa?" ucapan Dirga terdengar khawatir dari luar kamar mandi.

__ADS_1


tak lama kemudian pintu kamar terbuka, menampakkan wajah pucat Dena.


"Aku tidak apa, cuman badanku sedikit lemas" jawab Dena pelan, dia perlahan berjalan kearah tempat tidur.


Dirga melihatnya dan mengikuti Dena berjalan.


"Kamu sakit? ayo kita ke dokter" ucap Dirga sambil memegang bahu Dirga pelan membantu perempuan itu untuk berbaring di tempat tidur.


"Aku tidak mau, aku hanya lelah saja. Aku mau tidur, kepalaku pusing sedikit saat ini" tolak Dena.


"Bilangnya lelah kok sekarang pusing" bingung Dirga, ia juga tampak khawatir dengan istrinya itu.


"Aku tidak apa, kamu ini berisik sekali. Pergilah, mengganggu diriku saja" sinis Dena kemudian mulai memejamkan matanya.


Jujur Dirga semakin merasa aneh dengan sikap Dena seharian ini, perempuan itu mudah sensian sekali. Padahal ia sedang khawatir sekarang.


"Ya sudah kalau kamu mau aku keluar, aku mau makan malam dulu. Tidurlah" ucap Dirga dengan langkah berat dia mulai berjalan menuju pintu kamar.


"Eh tunggu,." tiba-tiba saja Dena bangun dan duduk melihat Dirga.


"Apa?tadi kamu nyuruh aku keluar sekarang suruh berhenti" ucap Dirga jengah melihat Dena.


"Temani aku tidur," lirih Dena seakan memohon.


Sontak Dirga langsung membulatkan matanya.


"Sini, buruan. Aku ngantuk, ayo temani aku tidur. Kamu tidak mau ya? kalau tidak mau, aku akan membencimu" Dena cemberut melihat Dirga.


Sontak Dirga merasa bingung dengan kondisi saat ini.


"Kok kamu ngancem aku sih sayang, kamu aneh deh hari ini." Ucap Dirga masih di tempatnya memperhatikan Dena.


"Kamu nggak mau? ya sudah sana pergi, aku benci padamu pria egois, pria brengsek, pria tidak tahu diri" ucap Dena sebelum membaringkan tubuhnya ia sempat memaki Dirga yang semakin mlongo tidak percaya dengan perkataan Dena barusan.


"Kamu marah? kenapa bicaramu padaku buruk sekali" Dirga berjalan perlahan mendekati Dena yang sudah membelakanginya.


"Sayang, jangan marah. ini aku sudah disebelah mu, lihat aku" Dirga memegang bahu Dena yang membelakanginya.


Dena sudah tidur, membuat Dirga merasa terperangah. Karena cepat sekali istrinya tidur. Sungguh aneh memang Dena hari ini.


Mungkin saja memang Dena sedang lelah, jadi bersikap seperti ini padanya.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2