Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 104


__ADS_3

Setelah beberapa jam tidur, Dena akhirnya bangun. Tidur siangnya hari ini terasa tidak nyaman entah kenapa.


Dia menggeliat, ke kanan dan dia melihat Dirga yang ada di sebelahnya tengah tidur.


"Sayang bangun..Aku bilang bangun" ucap Dena sambil menggoyangkan tubuh Dirga yang pulas tidur.


"Enggg,. apa?" dengan mata masih terpejam Dirga menyahuti panggilan Dena.


"Bangun, mana anggur hijau ku" Dena masih menyuruh Dirga yang masih terpejam untuk bangun.


"Sayang.." rengek Dena pada Dirga yang belum juga mau bangun.


"Apa?" Dirga langsung terduduk kesal melihat Dena.


"Kamu ngantuk.." lembut Dena Nada manja menyertai ucapannya itu.


"Iya, aku ngantuk sayang" balas Dirga.


"Kamu mau apa?" tanyanya pada sang istri.


Dena bukannya menjawab, dia malah mencondongkan tubuhnya ke arah Dirga.


Seketika ia mencium bibir suaminya itu. membuat mata Dirga yang tadinya terasa mengantuk kini terbuka lebar memperhatikan Dena yang menciumnya


Hanya singkat kemudian Dena melepaskan ciuman itu.


"Agar kamu merasa segar," ucap Dena sambil tersenyum di hadapan Dirga.


Dirga terpana, jujur ini pertama kalinya ia melihat Dena tersenyum di depannya. Apa karena Dena hamil jadi dia menjadi seperti ini. Jika benar, besok-besok setelah Dena melahirkan akan ia buat Dena hamil lagi agar sifatnya manis padanya.


"Sering-seringlah bersikap manis begini padaku sayang. Itu membuatku lebih bersemangat lagi"


"Akan selalu ku lakukan" lagi Dena tersenyum manis pada Dirga.


"Bagus, aku mencintaimu" Dirga mencium pipi Jihan kanan kiri.


"Sekarang kamu ingin apa?aku belikan" ucap Dirga lagi.


"Aku mau anggur hijau mana?" ucap Dena layaknya anak kecil di depan Dirga.


"Anggur hijau?Bukannya tadi kamu tidak mau. Kenapa sekarang ingin anggur hijau lagi"


"Ya karena aku ingin. Dimana anggurnya"


"Untung aku tidak membuangnya ke kotak sampah. Itu anggurnya" Dirga menunjuk sekresek anggur di lantai kamar.


Dirga langsung bangkit dari duduknya di kasur dan mengambil anggur itu yang masih ada di dalam keresek.


"Ini, habiskan" ucap Dirga memberikan pada Dena.

__ADS_1


"Ya, aku habiskan" Dengan segera Dena langsung membuka kresek seperti orang kelaparan dia ingin buru-buru memakan anggur hijau itu.


Dirga hanya duduk diam memperhatikannya, dia sesekali tersenyum melihat istrinya yang berbinar saat anggurnya terlihat di dalam kresek


………………


Dirga turun terburu-buru ke bawah, dia tampak mencari-cari seseorang. Karena ia menoleh ke sana kemari seperti orang kebingungan.


"Dimana dia, perasaan tadi setelah kenyang makan anggur dia tidur bersama ku. Tapi sekarang sudah tidak ada" gumam Dirga turun ke lantai dasar.


"Kamu mencari siapa?" tanya Doni yang kebetulan lewat di depan anaknya.


"Aku mencari Dena pa, Apa Papa melihatnya?" ucap Dirga. Benar saat ini dia mencari Dena yang tidak ia dapati didalam kamar.


"Dia di kolam renang" ucap Doni.


"Kenapa dia di sana?" gumam Dirga sendirian.


"Kalau begitu aku ke sana pa" ucap Dirga lagi dan langsung pergi menuju kolam renang.


"Kenapa malam-malam begini malah di kolam renang. Apa dia tidak berpikir kalau sedang hamil, cuaca dingin begini" gerutu Dirga sambil terus berjalan kearah kolam renang.


"Ma, mama kenapa ngajak Dena di luar jam segini" ucap Dirga saat melihat mamanya yang juga duduk di gazebo.


Sisil dan juga Dena langsung melihat kearah Dirga yang berjalan dengan cepat kearah mereka.


"Mama tidak mengajak Dena, dia ingin di sini. Lagi pula tidak apa-apa di luar. Kamu lebay sekali" ucap Sisil mencibir anaknya.


"Aku tidak mau, aku sedang menunggu kak Dewa dan Reyhan" ucap Dena menolak ajakan Dirga masuk ke rumah.


"Reyhan?kak Dewa? kenapa kamu menunggu mereka?" heran Dirga.


"Mereka sedang membeli sate untuk Dena" sahut Sisil.


"Sate?Kamu ingin makan sate?kenapa tidak menyuruhku membelinya. Kenapa harus menyuruh mereka" Dirga merasa tidak terima jika yang membelikan untuk istrinya mereka berdua.


"Kamu tidur, bagaimana aku bisa menyuruhmu. Sudahlah sana masuk, aku ingin disini menunggu mereka"


"Menunggu di dalam saja, kasian anak kita kedinginan ayo masuk"


"Aku tidak mau, aku mau disini sampai mereka datang. Ma bilang pada dia" ucap Dena langsung melenggang pergi duduk di sofa yang ada di gazebo.


"Sudahlah Dirga, dia di sini juga tidak apa. Tidak bermasalah dengan bayinya. Jangan lebay ah" tutur Sisil.


"Ya sudah, aku juga di sini." ucap Dirga dan akan mendekat kearah Dena.


"Jangan mendekat kearah ku, kamu bau belum mandi. Mandi dulu sana" tolak Dena saat Dirga sudah mulai mendekat kearahnya.


"Ada to, aku bau harum tahu sayang. Cium nih" Dirga mendekatkan bajunya kearah Dena.

__ADS_1


Hueekk,


Dena malah seakan ingin muntah saat Dirga mendekatkan bajunya ke arah Dena.


"Dirga menjauh lah dari istrimu, turuti dia. Sana mandi. Dia ingin muntah di dekatmu" ucap Sisil.


Dirga menatap tak percaya pada Dena yang menutup mulut saat ini.


"Serius, kamu membuat jengkel sayang. Ya sudah aku mandi dulu" Dirga langsung melenggang pergi dengan kesal. Ia tidak habis pikir istrinya tidak tahan dengan bau tubuhnya yang belum mandi.


°°°°°


Dena masuk kedalam kamar bertepatan dengan Dirga yang baru saja selesai mandi. Dirga sendiri saat melihat Dena yang masuk kedalam kamar tampak terkejut bukannya tadi istrinya itu ia ajak masuk tidak mau tapi sekarang malah masuk ke dalam kamar.


"Kok kamu sudah masuk kedalam, tadi aku ajak masuk tidak mau" ucap Dirga memperhatikan Dena yang berjalan ke naik ke tempat tidur.


"Aku ngantuk, aku mau tidur saja" pungkas Dena menyibak selimut.


"Sudah makan satenya" tanya Dirga berjalan berlawanan arah dengan keberadaan Dena yang sudah berbaring. Dirga menggantungkan handuknya pada gantungan baju.


"Belum, mereka lama. membosankan" ucap Dena cemberut seperti anak kecil.


Dirga berjalan mendekati Dena yang sudah berbaring di atas kasur.


"Kamu kok sekarang gampang bosan sih sayang. Apa salahnya menunggu sebentar"


"Aku tidak mau, kamu tidak suka aku tidur di sini" Dena mendongak melihat Dirga yang duduk di sampingnya.


"Bukan begitu sayang,"


"Aku mau tidur, peluk aku" Dena mendudukkan dirinya mengulurkan kedua tangannya pada Dirga ingin dipeluk.


"Kamu ingin tidur aku peluk lagi seperti kemarin?" tanya Dirga memperhatikan istrinya yang tampak manja lagi.


"Iya, aku ingin memelukmu sekarang" pungkas Dena masih dalam posisi yang sama.


"Baiklah, sini aku peluk" Dirga mulai menaikkan tubuhnya ke tempat tidur setelah Dena bergeser.


"Besok temani aku terus" ucap Dena tiba-tiba sambil melihat wajah Dirga.


"Kamu ingin ku temani terus?"


Dena mengangguk mengiyakan.


"Baiklah, besok aku akan menemanimu terus. Menemani istriku tercinta" ucap Dirga memeluk Dena.


"Aku mau tidur, usap punggungku terus" ucap Dena penuh manja pada suaminya.


Dirga langsung melakukannya, dia mengusap lembut punggung istrinya tersebut sampai. Dena terlelap tidur dalam pelukannya.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2