Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 119


__ADS_3

Dirga bangun dari tidurnya, ia merasakan ada yang aneh sekarang. Apalagi yang aneh kalau bukan ranjang disebelahnya yang kosong tidak ada istrinya disitu. Dia langsung terduduk bingung, kemana gerangan perginya Dena.


“Sayang..” panggilnya keras agar jika Dena dikamar mendengarnya.


Tidak ada jawaban darimana pun, membuat Dirga melangkahkan kakinya turun dari tempat tidur dan berjalan kearah kamar mandi. Ternyata pintu kamar mandi terbuka berarti tidak ada orang di sana, lalu kemana Dena saat ini.


Balkon, batin Dirga karena biasanya Dena duduk di balkon, segera saja Dirga berjalan kearah Balkon kamarnya. Namun sama saja tidak ada Dena di sana, sekarang kemana perginya Dena tanpa memberitahunya saat ini.


Baru saja Dirga akan keluar dari kamar, pintu kamar berwarna putih itu sudah terbuka lebih dulu menampilkan Jihan yang memakai celana pendeknya serta baju putih miliknya yang kebesaran dipakai Dena.


“Kamu darimana? Aku mencari mu?’” Dirga berjalan menghampiri Dena yang hanya menatapnya saja. Dena mengabaikan Dirga berjalan kearah sofa dan menyalakan Tv.


“Sayang, aku tanya loh sama kamu. Aku manusia bukan patung yang bisa kamu diamkan begitu saja” Dirga juga berjalan mengikuti Dena kearah Sofa.


“Ya aku tahu kamu manusia bukan patung” ucap Dena, sambil mendudukkan dirinya di sofa saat ini.


“Ya jawab pertanyaan ku tadi, kamu darimana?” Dirga ikut mendudukkan tubuhnya di samping Dena.


“Aku dari bawah,”


“Kamu masih marah denganku gara-gara kemarin?” Dirga menatap Dena yang fokus dengan televisi.


“Sedikit,.” Sahut Dena


“Baiklah, aku minta maaf soal kemarin. Kamu mau apa sekarang untuk menebus apa yang ku lakukan kemarin?”


“Aku sedang tidak mau apa-apa, kamu pergilah aku sedang nonton tv” ucap Dena masih tidak ingin menatap Dirga.


“Ya sudah kalau itu mau, jangan marah ketika aku cuek padamu nanti. Aku sudah meminta maaf padamu tapi kamu masih bersikap begini” Dirga merasa sedikit kesal karena dia sudah minta maaf. Dena malah tetap saja cuek dengannya.


Dena hanya diam saja, tanpa memperhatikan Dirga yang berjalan keluar dari kamar.


“Bagaimana aku tidak marah dengan mu, kau pria egois bahkan sampai lupa ini hari apa” sinis Dena menatap pintu kamar yang sudah tertutup.


………………


Daniel berjalan menuruni tangga sambil mengenakan jam ditangannya. Hari ini ia harus ke kantor kakeknya menemui Omnya Jason. Karena mereka akan berunding tentang kerja sama mereka.


Baru saja Daniel menampakkan kakinya di ruang tengah, dari belakang dia sudah diguyur air oleh seseorang. Membuat ia langsung berbalik kesal.


“APA-APAAN sih ini” bentaknya pada dua orang dibelakangnya. Daniel langsung terdiam, melihat siapa dua orang itu.


“Kalian,.”

__ADS_1


“Happy Birthday Bro,” ucap Agam dan Tirta sambil tersenyum melihat wajah datar Daniel.


Benar kedua orang itu Tirta dan Agam, mereka sahabat karib Daniel dari SMP. Dan saat ini adalah ulang tahun Daniel dan Dena.


“Kau sudah pulang?” tanya Daniel melihat kearah Tirta.


“ya, I’M back” ucap Tirta menyalami dan memeluk bahu Daniel. Begitu juga dengan Agam.


“Seperti anak kecil, dan aku bukan anak kecil lagi dengan diberi kejutan seperti ini. Lagi pula aku tidak suka dengan ulang tahun” desis Daniel memperhatikan kedua temannya.


“Sudahlah terima saja, disyukuri dan Sorry Bro, kita telat ngucapin. Seharusnya semalem kita menemui mu. Tapi karena Tirta telat datang jadi kita putuskan sekarang saja kasih kejutan buatmu. Dena mana? Kita mau kasih kejutan juga buat dia” ucap Agam serta Tita yang menanyakan dena yang tidak terlihat.


“Dia di rumah suaminya, tidak tinggal disini lagi”


“Whatt, Husband. Dia sudah menikah Bro?” Agam dan juga Tirta terkejut mendengar itu.


“Iya, sudah hampir setahun”


“Waktu itu kamu tidak bilang kalau dia sudah menikah” ucap Agam pada Daniel, karena sebulan lalu saat Daniel ke Apartemennya pria itu tidak bilang kalau Dena sudah menikah.


“Aku kira kau sudah tahu, pernikahannya menjadi berita karena menikah dengan pebisnis muda” jawab Daniel sambil memperhatikan bajunya yang ternyata benar-benar basah.


“Siapa suaminya? Pebisnis muda?” ucap Tirta saling lihat dengan Agam.


“Wow, Kak Daniel kau habis kehujanan dimana? Perasaan tidak hujan” Reyhan yang baru saja turun dari lantai atas melihat kakaknya itu bersama dengan dua pria yang tidak ia kenal.


“Bukan urusanmu, minggir. Aku mau ganti baju” Daniel langsung menyuruh Reyhan untuk tidak menghalangi langkahnya.


“Oke,” Reyhan langsung bergeser dan turun kebawah berdiri didepan kedua teman Daniel.


“Kalian siapanya kak Daniel” tanyanya langsung karena penasaran.


“Kau adiknya Daniel dan dena anak ibu tiri mereka” ucap Tirta memperhatikan Reyhan dengan pandangan menilai.


“Ya,.Kenapa kau melihatku dengan tatapan tidak suka begitu. Aku beda dengan Mamaku ya” ucap Reyhan langsung saat teman Daniel menatapnya tidak suka.


“Syukurlah kalau kau berbeda, Siapa namamu?” ucap Agam dan juga Tirta.


“Reyhan,.” Reyhan mengulurkan tangannya kearah dua orang didepannya yang belum pernah ia lihat.


“Agam, Tirta” jawab mereka berdua bersamaan.


“Kita temannya Daniel dan Dena di SMP dulu” ucap Agam.

__ADS_1


“Oh, itu kenapa sih es basah kuyub” ucap Daniel.


“Dia kita siram dengan air, ini hari uang tahun Dena dan juga Daniel” pungkas Tirta memasukkan tangannya kedalam saku celana.


“Oh ini ulang tahu kedua kakakku, bagaimana aku tidak tahu” Reyhan berbicara sendiri.


“Ya sudah aku pergi dulu kakak\=kakak baru.” Ucap Reyhan langsung pergi sambil melambaikan tangannya kepada Agam dan juga Tirta.


“Anak itu kenapa aneh sekali, dia berbeda dengan Daniel dan juga Dena” ucap Tirta sambil tersenyum dengan tingkah Reyhan.


“Ya mungkin karena beda ibu makanya mereka sedikit beda. Tapi lihat wajahnya mirip sekali dengan Daniel. Itu versi riang dari Daniel” ucap Agam


“Iya, mukanya mirip dengan Daniel. Sekilas malah terlihat kembar. Bisa begitu ya,” ucap Tirta terkekeh heran.


“Ya bisa dong, yang membuahi aja sama” ucap Agam sambil menahan tawa begitu juga dengan Tirta.


...............


“Kakak Ipar,” panggil Reyhan saat sudah melihat Dirga yang duduk di Cafe sendirian. Seperti biasa jika ada masalah dengan dena, Dirga pasti mengajak bertemu Reyhan. Ia selalu curhat dengan bocah itu.


Dirga langsung menoleh melihat Reyhan yang berjalan mendekatinya.


“Ada apa lagi kak, kau bertengkar lagi dengan kakakku. Masalah kemarin belum selesai?” heran Reyhan.


“Belum, kau tahu sendiri kakakmu keras kepala, dan tidak mengerti.” Ucap Dirga tampak lemah.


“Sama saja dengan, kau egois, dan keras kepala. Jangan salahkan kakakku” Reyhan tidak terima Dirga mengatakan seperti itu pada Dena.


“Aku tidak begitu” elak dirga tidak merasa dirinya seperti itu.


“Masa, kalau kau tidak begitu tidak mungkin kau tidak di rumah sekarang. Kau juga egois, dan kau pasti tidak tahu hari ini hari apa. Kalau kau tahu juga tidak mungkin diluar begini”


“Ini hari Jum’at kan,?”


“Bukan itu, ini tuh hari ulang tahun kak Dena dan kak Daniel. Seharusnya kak Dirga memberi kejutan manis pada kak Dena bukan menggerutu disini”


“Apa hari ini ulang tahu dena?”


“Astaga bagaimana aku bisa lupa, aish..aku pulang dulu kalau begitu” ucap Dirga lagi setelah ingat kalau hari ini hari apa. Dia langsung pergi meninggalkan Reyhan sendiri disitu.


“Hey kak, kau tidak mengajakku,” teriak Reyhan dan ikut berdiri menyusul Dirga yang telah berjalan cepat keluar dari Cafe.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2