
Dena hendak bersiap tidur, ia sudah menata sofa yang akan ia jadikan tempat tidurnya. Baru saja ia merebahkan tubuhnya pandangannya langsung beralih menatap pintu kamar yang terbuka menampakkan seorang Dirga yang baru saja masuk. Sontak itu membuatnya langsung waspada takut dengan apa yang di lakukan pria itu nantinya, ia tidak ingin apa yang ia alami tadi siang teralami lagi kali ini.
Dirga yang masuk kedalam kamar melihat Dena yang melihatnya was-was, senyum licik langsung timbul di wajahnya. Dia berjalan mendekati Dena yang terlihat gugup sekarang, perempuan itu mulai menggenggam selimutnya menutupi tubuhnya sambil melihat Dirga yang berjalan semakin mendekat.
"Mau apa apa kau?" tanya Dena dingin, semakin erat menggenggam selimut di tubuhnya.
"Terserah diriku mau apa" ucap Dirga sakartis dia langsung menaruh tangannya di kedua sisi Dena mengurung perempuan itu. Dirga menunduk memperhatikan sorot mata tajam yang Dena berikan padanya.
"Pergi dari hadapanku!"ketus Dena mendongak melihat Dirga yang tersenyum miring melihatnya.
"Aku bilang pergi!!" ucap Dena keras sambil mendorong Dirga yang akan mencium lehernya.
Dirga terdorong ke belakang, membuat Dena yang tadi duduk kini berdiri.
"Ternyata kau perempuan yang berani juga, " senyum sinis keluar dari mulut Dirga.
"Kau takut, aku akan memperkosa mu sekarang?Tidak usah takut, aku sedang tidak minat denganmu" ketus Dirga berjalan mendekati Dena.
Dena yang melihat itu tentu saja langsung memundurkan dirinya, dia tidak percaya Dirga tidak minat padanya sekarang, pria gila sepertinya pasti berminat untuk melakukannya. Dena terus berjalan mundur sampai punggungnya mentok ke tembok, Dirga masih terus berjalan mendekati dirinya saat ini membuatnya semakin cemas saja.
"Berhenti!!" teriak Dena berharap Dirga akan berhenti. Namun tidak, pria itu terus berjalan mendekati Dena saat ini, mengurung Dena dengan kedua tangannya.
"Tenanglah wanita matre, aku tidak akan melakukan apapun padamu" ucap Dirga memegang lembut dagu Dena.
"Lepaskan Dirga, aku bilang lepaskan aku. Mau mu apa padaku?Kalau kau tidak mau dengan pernikahan ini, aku akan mengurus perceraian segera." lirih Dena mencoba menahan ketakutannya pada Dirga.
"Kau bilang apa?Kau akan mengurus perceraian?Kau gila?Kau akan membuat Mamaku syok iya?Kau berniat membunuhnya" raut wajah Dirga berubah mengeras wajahnya merah padam menatap Dena yang gemetar takut tangannya dia pukul kan ke tembok sebelah Dena.
"Bu..Bukan begitu, daripada kau melampiaskan begini padaku lebih baik kita bercerai saja"
"Tidak akan, tidak akan pernah bisa kau bercerai dariku. Salah mu sendiri sudah mau menikah denganku, ini akan menjadi penjara buatmu mengerti" ucap Dirga lalu sedikit memberi jarak pada Dena.
"Besok kau ikut denganku, mengerti?" ucap Dirga lagi menatap Dena dingin.
Lalu dia berjalan menjauh menuju tempat tidur merebahkan dirinya di sana. Memasukkan tubuhnya ke dalam selimut.
"Matikan lampunya" ucap Dirga datar menyuruh Dena untuk mematikan lampu kamarnya.
Dena menuruti perkataan Dirga, ia berjalan menuju saklar mematikan lampu itu. Lalu ia kembali ke sofa, sekilas ia melihat Dirga yang masih belum tidur memperhatikannya berjalan.
__ADS_1
"Untuk apa kau melihatku seperti itu, Kau menunggu diriku tidur dan akan memperkosaku. Daripada menungguku tidur lebih baik perkosa aku saja sekarang, "
"Kau sungguh pria bajingan, tak berkelas" Desis Dena menatap Dirga yang langsung memiringkan tubuhnya. Sebenarnya Pria itu merasa tersinggung serta marah dengan wanita didepannya. Tapi tidak mungkin ia melampiaskan kemarahan membabi-buta di malam hari seperti ini.
"Tidurlah, jangan membuatku marah" lirih Dirga dari balik selimut.
Dena diam melihat pria itu, lalu ia berjalan menuju sofa. Rasa takut begitu menyelimuti dirinya saat ini bagaimana bila Dirga melakukan sesuatu di saat dia tidur.
Perlahan secara was-was Dena melangkahkan kakinya ke sofa. Melihat ke tempat tidur si situ sepertinya Dirga sudah tidur.
Walaupun merasa takut, Dena berusaha memejamkan matanya tetapi sesekali ia juga merasa was-was melihat Dirga yang tidur di tempat tidur.
………………
Dena benar-benar tidak bisa tidur sedari tadi kewaspadaannya membuat dirinya gelisah membawa ketakutan mengenai Dirga yang mungkin saja bisa melakukan hal tak terduga padanya.
Bahkan hingga pukul 04:00 dirinya juga tidak bisa tidur. Malah sekarang ia merasa haus. Dena akhirnya memilih untuk berdiri dan berjalan keluar kamar. Berniat untuk pergi ke dapur untuk minum.
Langkahnya ia buat sepelan mungkin agar Dirga tidak mengetahui dirinya bangun, dia juga bisa melihat Dirga yang tidur di tempat tidur. Walupun ruangannya sangat gelap tetapi ia bisa melihat wajah Dirga yang pulas.
Dena membuka pintu perlahan, lalu di keluar dari dalam kamar.
"Mungkin mereka masih tidur" batin Dena saat melihat kondisi rumah mertuanya saat ini.
Namun dugaan Dena salah ternyata dapur saat ini sangat sibuk sekali, Dena sendiri terkejut dengan itu.
Ia melihat Bik nah yang sedang sibuk memasak ditemani oleh seorang asisten rumah tangga yang lain. Hanya mereka berdua di dapur sudah tampak sibuk dengan pekerjaannya.
"Bik," Sapa Dena pada Biknah yang sedang memasukkan sayuran yang sudah di potong kedalam panci.
"Eh, non Dena udah bangun, ini masih pagi banget loh non masih jam empat" ucap Biknah kaget melihat istri dari Dirga yang sudah bangun jam segini.
"Iya bi kebangun," ucap Dena.
"Disini biasa seperti ini ya bi, pagi begini sudah bangun" heran Dena. Selama dia tinggal disini, ia baru tahu kalau art di rumah mertuanya bangunnya pagi sekali.
"Udah biasa non, sana non Dena tidur lagi aja. Ngapain disini lihatin kita berdua masak mendingan tidur lagi aja non"
"Nggak pa-pa bi, lagian aku tidak bisa tidur. Aku bantuin bibi aja ya," ucap Dena setelah mengambil air minum di belakang Biknah.
__ADS_1
Dena berinisiatif untuk membantu pekerjaan di dapur saja ketimbang dirinya malah was-was di kamar takut Dirga melakukan apapun padanya.
°°°°°
Dirga baru saja bangun dari tidurnya, kamarnya juga sudah terlihat sangat rapi sekarang. Dengan penutup Jendela yang sudah terbuka dan dia langsung melihat kearah sofa di depannya di sana Dena sudah tidak ada ditempatnya.
"Kemana dia?" batin Dirga mempertanyakan kemana Dena saat ini.
"Bodo amat, kemana dia?aku tidak perduli" batin Dirga lagi,
Dirga langsung melangkahkan kakinya turun dari tempat tidur, ia berniat akan ke kamar mandi untuk mandi. Karena dia hari ini harus menghadiri acara fashion show di sebuah mall besar di ibu kota.
"Oh iya, bukannya aku sudah bilang untuk mengajak wanita itu pergi. Tapi sekarang dimana wanita itu" kesal Dirga saat dia di dalam kamar mandi teringat dengan Dena yang akan ia ajak. Dia mengajak Dena tentu saja ada alasannya, bukan karena ia ingin mengajaknya saja memikirkan itu membuat Dirga tersenyum penuh misterius.
Beberapa menit kemudian Dirga selesai mandi, dia keluar dari kamar mandi itu. Melihat ke arah sofa masih sama sofa itu kosong tidak ada Dena di sana semakin membuatnya penasaran saja sebenarnya kemana perempuan itu, biasanya juga dia jam segini belum bangun. Tapi sekarang kenapa tidak ada di kamar..
Baru saja ia mempertanyakan keberadaan Dena perempuan itu tiba-tiba masuk kedalam kamar.
"Dari mana kau?" tanya Dirga saat Dena masuk kedalam kamar seperti tidak melihat dirinya. Perempuan itu hanya diam saja tidak merespon.
"Kau tuli.?"kesal Dirga melihat Dena yang mencueki dirinya.
"Cepat ganti bajumu, lalu ikut aku" perintah Dirga saat melihat Dena yang masih menggunakan baju tidur.
"Aku tidak mau" tolak Dena ia hendak tidur di sofa karena ia sangat mengantuk sekarang.
"Apa perlu ku perkosa dulu baru kau mau ikut denganku. " ucap Dirga yang mulai membuka kancing bajunya berjalan menuju kearah Dena.
Dena yang mendengar itu langsung bangkit terduduk melihat kearah Dirga.
Dena melihat Dirga tidak suka, lalu ia berdiri mengambil bajunya dan masuk ke kamar mandi sebelum Dirga benar-benar melakukannya.
Dirga sudah selesai dengan penampilannya yang modis sekarang. Kemeja biru, dan berpadu dengan celana bahan bergaris berwarna coklat. Seta jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Kau kutunggu di bawah, awas sampai kau tidak menemui ku di bawah" ancam Dirga didekat pintu kamar mandi agar dengan mendengarnya. Lalu ia segera pergi ke lantai dasar terlebih dahulu.
°°°
T.B.C
__ADS_1