Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 121


__ADS_3

Dirga berjalan ke depan panti sambil menggandeng tangan Dena, di luar tepatnya keempat pemuda duduk sambil bermain dengan anak-anak panti langsung melihat sepasang suami istri yang berjalan bersama.


“Mau kemana kak?” ucap Reyhan, dia yang tadinya sedang berjongkok bersama anak kecil lainnya langsung berdiri saat melihat Dena dan juga Dirga yang baru saja keluar dari dalam panti.


“Ingin tahu saja,” sahut Dirga


“Ayo sayang,” ucap Dirga pada Dena sambil memegangi pinggang Dena menuntunnya saat menuruni undakan tangga kecil.


“Dasar menyebalkan, aku sebenarnya sudah tahu mau kemana” ucap Reyhan cemberut karena jawaban Dirga.


“Eh iya, punyamu dimana? Kau kasih nanti atau sekarang?” ucap Dirga menghentikan langkahnya melihat kearah Reyhan.


“Sekarang, aku ikut berarti ya” ucap reyhan langsung girang dan berlari mendekati Dirga dan Dena.


Daniel dan kedua temannya hanya melihat dengan penasaran saja. Kemana dan apa yang sebenarnya mereka bicarakan.


“Tirta, lihat tuh. Suami Dena romantis banget dari tadi dia memegangi istrinya terus. Nggak cemburu? Ucap Agam menyenggol bahu Tirta.


“Cemburu sih sedikit, tapi mau bagaimana lagi dia bukan jodohku. Aku cukup melihatnya dengan pria yang membuatnya nyaman aku sudah bahagia” lirih Tirta tersenyum kecil melihat sepasang suami istri yang menurutnya romantis apalagi suami Dena yang terlihat mencintai Dena.


“Kau miris ya, mencintai seseorang dan berusaha menjadi yang terbaik. Tapi ternyata keburu orang” lagi-lagi Agam berbicara seperti itu pada Tirta.


“Kalian daripada ngegosipin Dena, ngomong didepannya sana” ketus Daniel dan langsung pergi.


“Kenapa sih tuh orang, untung kita tahu banget dia kayak apa. Coba kalau kita orang baru, ngadepin dia pasti kayak perang” tukas Agam pada Tirta sesaat setelah Daniel pergi.


“Sudahlah biarin”


Dirga membawa Dena kebelakang mobilnya saat ini, tentu saja itu membuat dena bingung kenapa mereka bertiga harus berdiri dibelakang mobil saat ini. Katanya Dirga akan mengajaknya kemana gitu.


“Kenapa kita hanya berdiri saja disini? Kau membodohi ku ya?” ketus Dena menatap suaminya.


“Jangan emosi dulu dong sayang, sabar” tutur Dirga sedikit tersenyum pada istrinya. Begitu juga Reyhan yang terus tersenyum.


“Kenapa kalian berdua tersenyum begitu?” ucap Dena saat menangkap ada yang aneh dengan kedua pria tersebut.


“Kau dulu sana, ambil punyamu” perintah Dirga pada adik iparnya tersebut.


“Oke,” reyhan segera berjalan membuka pintu mobil milik Dirga untuk mengambil sesuatu yang dia beli untuk kakaknya.

__ADS_1


Ia membawa keluar paper bag besar dengan merk ternama tertera di depan belakangnya. Kemudian dia berjalan menghampiri Dena dan Dirga yang melihatnya.


“Ini untuk kakakku yang cantik” Reyhan menyodorkan paper bag besar itu pada Dena.


“Tas?” dengan melihatnya saja Dena sudah tahu apa isinya.


“Iya, ini untukmu kak dan aku tahu kamu tidak suka tas. Tapi mulai sekarang belajarlah menyukainya, karena kamu nyonya Dirga masa tida punya tas” pungkas Reyhan.


“Ya terimakasih” lirih Dena.


“Giliran Mu kak,” ucap Reyhan pada Dirga.


“Tutup matamu sayang” ucap Dirga pada dena.


“Tidak mau, kenapa aku harus menutup mata?” pungkas Dena tidak ingin mematuhi permintaan Dirga.


“Sudahlah sayang menurut apa kataku” ucap Dirga lagi.


“Iya kak, turuti permintaan kak Dirga” ucap Reyhan meyakinkan Dena.


Dena akhirnya menurutinya, dia mulai memejamkan mata dan Dirga langsung membuka bagasi mobilnya yang penuh dengan berbagai macam bunga dan di tengah-tengahnya ada dua kotak mewah yang berbeda ukuran.


“Buka matamu sayang,” pinta Dirga pada istrinya.


“Kau yang menyiapkan ini untukku?” Dena menatap Dirga penuh rasa gembira.


“Iya,. Bagaimana? Kamu menyukainya?”


Dena malah langsung memeluk Dirga, dia begitu senang dengan bunga-bunga yang Dirga berikan untuknya.


“Iya, aku menyukainya. Aku cinta padamu” ucap Dena langsung mencium pipi Dirga dan memeluk erat suaminya.


“Aku juga mencintaimu, jangan erat-erat memelukku. Kasihan anak kita, dia ke himpit” ucap Dirga pada Dena.


“Masih ada lagi sayang, jangan senang dulu” ucap Dirga lagi melepas pelan pelukan Dena. Dan dia mendekati bagasi mobil mengambil dua kotak itu.


“Reyhan pegang,” Dia meminta Reyhan untuk memegang kan satu kotak kecil dan yang besar Dirga membukanya dan memperlihatkan itu pada Dena.


“Ini sepatu Flat untukmu sayang, kamu suka?” ucap Dirga menunjukkan semua itu.

__ADS_1


Dena menggangguk berbinar,


“Dan masih ada satu lagi,” Dirga mengambil kotak kecil dari tangan Reyhan. Dia langsung membukanya memperlihatkan pada sang istri. Itu sebuah kalung emas dengan ukiran yang begitu indah, kalung itu Desainan khusus yang Dirga minta pada Desainer di perusahaannya. Kalung dengan bandul D&D, itu terlihat sangat bagus dan indah sekali.


“Sini, aku pasangkan untukmu” ucap Dirga membalikkan tubuh Dena pelan.


Dirga memasangkan kalung tersebut pada Dena saat ini, dia sangat bahagia karena istrinya tampak begitu senang menerima kejutan manis darinya ini.


“Bagaimana? Kamu menyukainya?” ucap Dirga saat dia telah selesai memasangkan kalung itu.


“Iya, aku suka. Aku sangat suka” mata Dena berbinar melihat apa yang diberikan Dirga tersebut.


“Terimakasih, kalau kamu menyukainya. Sebenarnya ada satu lagi yang ingin ku berikan tapi ada anak ini. Jadi nanti saja ya sayang” pungkas Dirga.


“Huh, memangnya kenapa kalau ada aku. Aku juga tidak akan melihatnya” kesal Reyhan.


Dena hanya tersenyum sambil melihat Dirga, ia senang atas apa yang Dirga berikan padanya.


“Aku suka kalau kamu senang dengan apa yang kuberikan. Jangan marah padaku lagi soal tadi ya” ucap Dirga pada Dena.


“Aku tidak marah denganmu, aku hanya kecewa saja, aku kecewa kamu tidak tahu ulang tahunku” pungkas Dena.


“maaf aku lupa soal itu, aku tadi terlalu emosi denganmu. Aku minta maaf ya, maafkan aku” ucap Dirga pada Dena.


“Iya aku memaafkan mu, aku juga minta maaf. Karena selalu membuatmu repot” entah kenapa Dena bisa mengatakan itu padahal selama ini ia gengsi sekali untuk sekedar mengatakan maaf.


“Tidak apa, aku memaklumi dirimu yang seperti itu. Kamu sedang hamil jadi aku paham denganmu” ucap Dirga memeluk istrinya dengan lembut.


“Astaga, aku disini cuman dijadikan obat nyamuk oleh kalian. Aku pergi ah,”


“tunggu Reyhan, kamu tahu dimana Daniel. Hari ini kan juga ulang tahunnya masa dia tidak dapat hadiah juga seperti ku”


“Aku sudah memberikannya hadiah, kau tidak usah khawatir” pungkas Dirga.


“Tadi dia di sana dengan Agam dan juga Tirta lalu sekarang dimana dia” ucap Dena menunjuk kearah dimana Daniel dan kedua temannya tadi berdiri.


“Aku tidak tahu mungkin mereka pergi kemana gitu kak” pungkas Reyhan.


“Sudahlah, tidak usah memikirkan dia, dia sudah besar. Ayok masuk kedalam” ucap dirga mengajak Dena untuk kembali masuk kedalam panti.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2