Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 118


__ADS_3

“Dirga,.” Dena berjalan menghampiri Dirga yang sedang sibuk dengan laptopnya di Balkon kamar mereka.


“Iya,..” Dirga menghentikan pergerakan tangannya di Laptop dan melihat kearah dena yang mengambil duduk didepannya.


“Aku boleh keluar?” ucap Dena.


“Keluar? Keluar kemana? Kamu pengen apa, biar aku saja yang belikan” pungkas Dirga mendekatkan kursinya ke Dena.


“Aku tidak ingin apa-apa,” jawabnya.


“Lalu kenapa kamu keluar rumah” Dirga semakin heran dengan istrinya tersebut.


“Mmm, teman-temanku SMA dulu mengajak reuni, boleh aku bertemu mereka?” entah kenapa saat ini Dena berpikiran kalau kemana-mana ia harus ijin dengan Dirga. Karena Dirga adalah suaminya jadi ia perlu ijin.


“Reuni? Bukannya kamu tidak ada teman, kenapa ikut reuni tidak usah ya”


“Kata siapa aku tidak ada teman, aku ada beberapa tapi aku memang menghindari mereka dan saat ini aku ingin bertemu dengan teman-temanku” pungkas Dena. Benar Dena memang memiliki teman, seperti Daniel dia hanya memiliki dua teman terbaiknya. Tapi dialah yang memutuskan hubungan pertemanan dulu, karena ia menganggap semua hubungan itu palsu dan mereka tidak tulus dengannya. Saat setelah ia pikir-pikir kedua temannya tidaklah seperti itu. Dia hamil sekarang baru merasakan kalau ia merindukan temannya


“Bagaimanapun tidak usah ikut Reuni, kamu tidak lihat perutmu sudah besar di rumah saja” tegas Dirga melarang istrinya untuk mengikuti reuni sekolah.


Dena langsung diam, dia tidak mau bicara lagi.


“Ya sudah aku mau masuk dulu,” ucapnya dan langsung berdiri dari duduknya berjalan masuk kedalam kamar. Dirga hanya melihatnya saja tapi hatinya tergerak untuk menyusul sang istri.


Dirga berjalan masuk kedalam kamar, melihat Dena yang merebahkan dirinya di kasur membelakanginya saat ini. Dirga berjalan semakin mendekati sang istri.


“Kamu marah karena aku melarang mu?” Dirga berjongkok didepan Dena


“Nggak,” jawab Dena singkat.


“Tolonglah mengerti diriku sayang, kamu ini sedang hamil perut sebesar ini mau ikut kumpul kalau anak-anak kita yang ada didalam perutmu kenapa-kenapa bagaimana?” Dirga mengusap kepala Dena lembut.


Dena langsung mendudukkan dirinya,


“Ya aku memang mau ngapain sampai membahayakan anak-anak kita, aku kan Cuma duduk aja nanti nggak ngapa-ngapain”


“Ya sudah kalau kamu nggak ngertiin aku, “ Dirga langsung pergi meninggalkan Dena berjala ke balkon dan mengambil Laptopnya berjalan masuk lagi ke kamar dan menaruh laptop itu dimeja dan pergi dari kamar.


Dena hanya melihat dalam diam suaminya yang langsung mendiami dirinya, Dena mendudukkan dirinya menyenderkan tubuhnya saat ini sambil mengusap perutnya yang memang begitu besar diusia kehamilan enam bulan jalan tujuh bulan. Mungkin karena anaknya kembar, sehingga perutnya terlihat begitu besar seperti orang hamil sembilan bulan.


Benar anak Dena dan Dirga kembar dari hasil USG mereka sebulan lalu, terlihat anak mereka kembar dan berjenis kelamin laki-laki.

__ADS_1


“Apa Mama kalau keluar rumah bisa membahayakan kalian, kenapa Papa kalian begitu” ucap Dena sambil mengusap perutnya.


.........


“Wow, kakak ipar tumben ke perusahaan” ucap Reyhan saat turun dari catwalk, dia baru saja berjalan di atas Catewalk mempertontonkan baju yang ia kenakan.


Fashion Show besar-besaran memang sering diadakan PRAHA-KPLUS di gedung mereka, itu merupakan cara PRAHA memperluas kerjasama dan mempromosikan Desain-Desain perhiasan dan baju buatan mereka sendiri dan sekaligus mempromosikan model mereka.


Dirga sendiri tadi berdiri pinggir Catwalk memperhatikan para modelnya dan juga pegawainya yang mengatur semua ini. Sebenarnya dia sudah bilang pada Juna dan juga Samuel kalau dia tidak bisa datang tapi karena dia sedang bersitegang dengan Dena lebih baik dia kesini daripada dia harus berdebat dengan istrinya.


Dia tidak ingin berdebat dengan Dena dan membuat istrinya malah emosi, sehingga bisa membahayakan anaknya yang dikandung Dena.


“Kau sudah selesai,? Tanya Dirga pada Reyhan


“Sudah, tadi bagian terakhirku kenapa kak?” ucap Reyhan pada Dirga


“Temani aku bicara,.” Ucap Dirga menatap adik iparnya tersebut


Reyhan mengkerut kan dahinya menatap Dirga, yang meminta untuk ditemani bicara. Tumben, bukan tumben lagi deng memang sebulan ini dia begitu dekat dengan kakak iparnya.


“Berantem lagi dengan kak Dena?” tebak reyhan memperhatikan wajah Dirga.


“Sudahlah ayok,.” Ucap dirga dan langsung berjalan dulu meninggalkan Reyhan.


..............


Reyhan dan juga Dirga sudah ada di Cafe yang berada tepat didepan PRAHA,


“Bertengkar masalah apa sekarang?” Reyhan langsung bertanya pada Dirga yang tampak lesu dan diam saja.


“Sebenarnya tidak bertengkar, tapi kakakmu itu terlalu keras kepala” pungkas Dirga pada akhirnya.


“Keras kepala? Bukannya kalian sama saja” cibir Reyhan


“Apa?”


“Tidak,”


“Kakakmu itu apa memiliki teman?” ucap Dirga pada Reyhan.


“Kakakku yang mana? Kakak ku ada dua kak Dirga?” ucap reyhan sambil menyedot jus strawberrie miliknya.

__ADS_1


“Dena yang ku maksud, sedari beberapa bulan lalu aku menikahinya hingga sekarang. Aku belum pernah tahu kalau dia punya teman”


“Aku tidak tahu soal itu kak, aku kan sedari dia SMP kelas dua tidak di Indonesia. Dan sebelum aku ke Jerman dulu, aku tahunya cuman kak Dewa yang selalu bersama kak Dena itupun waktu kak Dena kelas satu SMP mereka kenalnya”


“Coba tanya kak Daniel, mereka kan sering bersama SMP-nya pun satu sekolah. Kalau SMA sepertinya mereka pisah tapi walaupun begitu kak Daniel pasti tahu temannya kak Dena” ucap Reyhan lagi.


“Kau tahu sendiri Daniel bagaimana, dia melebihi Dena dinginnya. Dan bagaimana dia kalau bicara denganku dan denganmu”


“Iya juga ya, tapi kenapa kau bertanya tetang kak Dena mempunyai teman atau tidak”


“Dia tadi ijin padaku untuk ikut Reuni SMA dengan temannya, tapi aku tidak mengijinkannya dan sekarang dia marah denganku” pungkas Dirga.


“Kenapa Kak Dirga tidak mengijinkannya saja”


“Kau tidak lihat kakakmu perutnya besar begitu, bagaimana aku bisa mengijinkannya untuk keluar rumah.”


“Iya juga sih, tauk lah itu urusan kalian. Aku pusing” Reyhan langsung mengambil kentang goreng didepannya begitu juga Dirga yang memakan kentang goreng tersebut mereka kini sama-sama diam dan menikmati makanan yang mereka pesan.


........................


Dirga masuk ke kamarnya, dia melihat Dena yang sudah tidur dengan membelakangi. Dia berjalan mendekat kearah tempat tidur saat ini, dia memperhatikan istirnya yang sedang tidur itu. Dia seharian sengaja tidak di rumah, daripada dia di rumah malah emosi lebih baik dia keluar saja dan pulang-pulang sudah malam begini disaat Dena sudah tidur.


Dirga langsung membaringkan dirinya di samping Dena, dan memeluknya dari belakang.


“Kenapa pulang, aku kira kau tidak akan pulang” ucap Dena yang ternyata belum tidur saat ini.


“Kamu belum tidur jam segini,” ucap Dirga masih memeluk Dena.


Dena langsung mendudukkan tubuhnya perlahan, melihat Dirga yang juga melihatnya.


“Bagaimana aku bisa tidur, kalau anakku sedari tadi bergerak terus didalam perut minta diusap. Tapi Papanya malah tidak pulang-pulang, dan malah seling..” belum Juga Dena menyelesaikan ucapannya itu Dirga sudah menciumnya terlebih dahulu, ******* bibir istrinya.


“Jangan bicara sembarangan, Sudah tidur. Aku akan mengusap perutmu, mau diusapkan” ucap Dirga setelah mencium Dena.


Dena diam saja tapi menuruti perkataan Dirga dia segera menuruti Dirga dan memiringkan tubuhnya menghadap Dirga saat ini.


“Sini Papa elus-elus kalian, ini kayaknya mau mama kalian juga ya” ucap Dirga didepan perut Dena.


Baru juga beberapa usapan, Dena sudah memejamkan matanya. Melihat itu Dirga langsung mencium kening sang istri.


“Selamat tidur istriku,.” Ucapnya..

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2