Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 50


__ADS_3

Daniel berada di depan kamar Dena dan juga Dirga. Dia langsung membuka pintunya begitu saja.


Dirga yang berada didalam kamar lebih tepatnya, sedang ada di sofa menonton TV langsung melihat kearah pintu. Tadinya ia sangat terlihat senang karena mengira yang masuk Dena tapi ternyata zonk. Yang masuk bukan Dena melainkan kembaran perempuan itu.


Daniel melihat sekeliling kamar kakaknya dan bola matanya bertemu dengan Dirga yang tengah menatap dirinya.


Daniel hanya diam saja seakan tidak perduli, dia melangkah masuk kedalam.


Dirga yang diacuhkan seperti orang yang tidak terlihat langsung berdiri menghampiri Daniel.


"Kau kenapa masuk kedalam kamarku tanpa mengetuk pintu, kau kira ini rumahmu" ucap Dirga melampiaskan kekesalannya.


"Dimana koper kakakku?" bukannya menjawab Daniel malah bertanya pada Dirga soal koper kakaknya.


"Kau orang yang tidak memiliki sopan santun ternyata dan untuk apa kau mencari koper Dena?" Ketus Dirga penasaran.


"Aku harus mencari sesuatu yang penting, berhubung ini kamarmu. Aku minta ijin padamu" Daniel menatap Dirga datar.


"Aku tidak mengijinkannya"


"Aku tidak perduli, kau mengijinkannya atau tidak aku tetap akan mencari apa yang ingin ku cari" tegas Daniel dan langsung berjalan ke arah lemari Dirga membuka lemari itu.


Dia melihat ada dua koper kakaknya di lemari bagian bawah, khusus sebagai tempat menyimpan koper.


Dirga merasa tidak terima dengan sikap Daniel saat ini. Bagaimana bisa dia seenaknya sendiri,.


"Kau tidak bisa seenaknya seperti ini" Dirga memegang kuat lengan Daniel.


Daniel menghempaskan nya, dan dia segera mengambil dua koper di depannya.


Akhirnya Dirga memilih diam saja,


Daniel menaruh dua koper tersebut di ranjang Dirga.


Membuka salah satu koper itu, di bagian kecil.


Mungkin ini keberuntungannya dia menemukan, amplop besar berwarna coklat dari koper pertama itu.


Dirga yang melihatnya menjadi penasaran, dia berjalan mendekat ingin melihat itu juga.


Tidak menunggu waktu lama, Daniel langsung membuka amplop tersebut.


Dua buah foto besar, dengan menampakkan plat nomor mobil yang di zoom. Serta Penampakan tempat dimana mamanya dulu kecelakaan dan disitu terlihat kakek dan neneknya melihat mobil Mamanya yang terbalik.


Daniel benar-benar terkejut melihat itu, apa benar ini semua.


Didalam Amplop itu juga dia menemuka sebuah USB berwana hitam, dengan segera dia mengambilnya.


"Aku pijam laptop milikmu" ucap Daniel dingin, memperhatikan USB itu terus menerus tanpa melihat kearah Dirga.


Dirga diam menatap Daniel yang sepertinya terpukul dengan hal ini. Membuat dirinya merasa tidak tega sehingga langsung berjalan untuk mengambilkan laptop untuk iparnya itu. Karena dia malas untuk berdebat, padahal dia tidak terima dengan sikap Daniel tapi mau bagaimana lagi, pria itu terlihat terluka.

__ADS_1


"Ini,." dia menyerahkan Laptop miliknya kepada Daniel.


Dengan segera Daniel langsung menyalakan laptop tersebut. Saat Laptop sudah menyala dia segera menghubungkan USB itu.


Dia membuka file USB, disitu ada sebuah Video dengan segera Daniel memutar video tersebut.


Dirga juga ikut melihatnya, dia penasaran sebenarnya apa yang disembunyikan Dena pada adiknya.


Video itu merupakan rekaman CCTV yang menampakkan dimana mobil Monica yang sedang melewati sebuah perempatan ditabrak dengan keras dengan sebuah mobil. Membuat Mobil yang di kendarai Monica terguling serta terbalik.


Tak lama kemudian keluar tiga orang dari dalam mobil. Terlihat jelas siapa orang itu, itu Kakek, Nenek, dan Istri simpanan Marco. Mereka memang sengaja turun untuk memastikan apakah Monica sudah tiada atau belum.


Dirga dan Daniel syok tak percaya melihat semua itu, apalagi Dirga merasa tidak percaya kalau kakek dan Nenek Dirga begitu keji.


Daniel langsung berdiri, mengepalkan tangannya kuat. Mengusap wajahnya kasar raut wajahnya terlihat menakutkan menahan marah.


Dia begitu emosi sampai-sampai memukulkan tangannya dengan begitu keras ke lemari kaca milik Dirga. Membuat tangan Daniel seketika terluka.


Dirga yang melihat itu merasa terkejut, dia segera menahan tangan Daniel yang akan di pukulkan lagi.


"Kau gila, " ucap Dirga menahan Daniel.


"Kenapa mereka tega melakukan hal ini padaku dan Dena. Kakek dan Nenek macam apa mereka, kenapa diriku bodoh sekali masih baik saja terhadap mereka yang telah membunuh mamaku" geram Daniel dengan marah.


"Aku harus menemui kakek sekarang juga, akan aku bunuh sekalian dia" emosi Daniel sudah memuncak, dia menghempas Dirga agar bergeser.


Dirga langsung menatap Daniel yang berjalan keluar dengan marah.


Walaupun ia tidak perduli dengan keluarga Dena, ini tidak bisa di biarkan begitu saja. Bagaimana kalau Daniel memang serius akan membunuh kakeknya.


………………


Daniel sudah keluar dari dalam rumah Dirga dengan sorot mata tajam, seakan ingin membunuh seseorang.


Bertepatan dengan itu, sebuah mobil berhenti di depannya. Membuat dia terpaksa menghentikan langkahnya saat ini.


"Daniel,." bentak Doni dari belakang Daniel. Benar Doni berlari bersama Sisil dan Dirga mengejar Daniel yang tadi di dalam rumah tidak bisa ia hentikan kemarahannya.


Daniel melihat kebelakang, melihat Doni yang menatapnya.


"Kenapa om, om dan keluarga om tidak usah ikut campur urusan keluargaku" tukas Daniel kembali menatap Depan.


Tapi kali ini dia melihat di depannya Dena yang sudah turun dari mobil melihatnya.


Seseorang turun dari pintu mobil yang lain, membuat Daniel langsung mengepalkan tangannya kuat dan semakin membuat tangannya berdarah.


Dibelakang Dirga juga melihatnya, dia sendiri tampak terkejut karena melihat saat ini istrinya sedang bersama dengan pria yang ia temui beberapa hari lalu.


Dirga berjalan mendekat berdiri di samping Daniel, dia melihat lebih jelas istrinya yang berada di depannya kini. Begitu juga pria tampan dengan tindik di telinga berdiri di samping Dena.


"Kenapa kau ada disini?" ucap Daniel tajam yang ia tujukan untuk Reyhan yang berdiri di sebelah Dena tak lupa tangannya mengepal semakin kuat.

__ADS_1


Dirga langsung menatap Daniel, dia terkejut tenyata Daniel juga mengenal pria itu.


"Tentu saja menemui orang yang ku sayang" jawab Reyhan santai.


Fokus Dena melihat kearah tangan Daniel yang mengeluarkan darah.


"Tanganmu kenapa?" tanya Dena khawatir.


Daniel diam masih menatap Reyhan.


"Dasar anak pembunuh" geramnya dan langsung meninju Reyhan dengan kuat membuat Reyhan jatuh tersungkur ketanah.


Semua orang tentu saja terkejut melihat kejadian yang ada di depan mereka.


Daniel langsung berada di atas Reyhan.


"Kau harus mati, sebagai ganti dari Mamamu yang membunuh mamaku" Daniel memukuli Reyhan berkali-kali.


Dena langsung menahan Daniel


"Daniel berhenti, aku bilang berhenti" perintahnya pada Daniel yang terus memukuli Reyhan.


Bukannya berhenti Daniel malah menghempas Dena hingga terjatuh.


Membuat Dirga langsung membantu Dena berdiri,


Kali ini dia yang berusaha menghalau Daniel agar berhenti untuk memukuli orang yang belum dia tahu siapa.


"Kau gila, kau membuat kakakmu terluka" Dirga langsung menarik baju Daniel dengan kuat dan menendang tubuh Daniel hingga terjatuh dari tubuh Reyhan yang sudah babak belur akibat ulah Daniel.


Doni dan Sisil langsung mendekat kearah mereka bertiga,


Sisil meneteskan air matanya, dia benar-benar syok melihat pertikaian di depannya saat ini.


Doni membatu Reyhan berdiri sedangkan Dirga menyeret Daniel masuk kedalam rumahnya. Ia akan memberi pelajaran adik iparnya tersebut karena sudah membuat Dena terjatuh tadi.


"Reyhan kau tidak apa?" tanya Dena pada Reyhan yang di bantu Doni.


"Tidak apa kakakku sayang" ucap Reyhan masih bisa bercanda.


"Ayo aku bantu dirimu masuk kedalam rumahku" ucap Doni. Sambil membatu Reyhan untuk berjalan.


Sementara Dena langsung menyusul Dirga yang sudah ada di dalam.


"Kau gila, kau boleh marah. Tapi jangan sampai menyakiti kakakmu sendiri" tegas Dirga mendorong kuat Daniel hingga terjatuh ke lantai.


"Aku tidak suka dengan dirimu yang membuat istriku tadi terjatuh. Untung saja tadi dia tidak kenapa-kenapa, kalau sampai dia terluka karena mu kau bisa mati di tanganku" ucap Dirga dengan nada mengancam Daniel.


Daniel sendiri masih diam menunduk, menatap lantai. Dia benar-benar dalam kondisi tidak baik sekarang.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2