Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 137


__ADS_3

Daniel duduk santai disebelah Omnya Jason saat ini mereka berdua duduk di pusat utama kursi meja rapat semua mata tertuju pada mereka berdua saat ini.


Daniel duduk santai seakan duduk seperti dirumahnya sendiri, ia menatap orang-orang didepannya yang tampak terlihat tidak suka dengannya.


Orang-orang tersebut merupakan saudara-saudara jauhnya. Mereka merupakan adik serta keponakan kakeknya. Daniel menatap sinis beberapa orang itu rasanya ingin sekali ia habisi mereka semua yang menatap remeh padanya.


“Silahkan bagi kalian yang tidak menerima keputusan tentang Daniel Nandra Sharman serta Jason Ivander Sharman sebagai Chairman dari Sharman Group bisa mengajukan banding penolakan sekarang juga” ucap pembawa acara dalam rapat pemegang saham.


“Saya menolak, saya juga menolak, saya juga, saya juga, saya juga” ucap Kelima orang bersamaan mereka berdiri menentang tidak terima keputusan rapat saat ini.


Mereka berlima adalah adik dari Maryo, dan dua anaknya dan satu lagi keponakan Maryo anak dari kakek Daniel.


Daniel tersenyum sinis menatap kelima orang itu yang berdiri menantangnya dengan santai Daniel menggebrak meja ikut berdiri menatap mereka berlima bergantian.


“Daniel,.” Jason yang duduk di sebelah Daniel memegang lengan keponakannya tersebut.


“Kau,..Kakek Noval,” tunjuk Daniel menatap adik dari kakeknya itu.


“Apa hak mu menolak diriku dan Om Jason sebagai Chairman disini?” ucapnya sinis.


“Tentu saja aku menolaknya, kau bocah ingusan dan Om mu itu seorang yang tidak kompeten bagaimana bisa kalian berdua menjadi pemilik dari Sharman Group” tegas Noval menatap meremehkan Daniel dan juga Jason.


“Wow, adik kakekku ini” ucap daniel menatap orang tua didepannya tersebut.


“Lalu alasanmu Andra, kenapa kau menolak ku dan Om Jason sebagai pimpinan saham perusahaan ini” ucap Daniel menatap sepupunya


“Tunggu jangan jawab dulu Andra, aku ingin tanya juga denganmu Om Danendra kenapa kau menolak Om Jason juga bukannya kalian akrab” Daniel menatap satu-satu kelima orang didepannya.


“Kau berbuat apa dengan kakek mu sehingga dia menyerahkan semua sahamnya padamu dan pada Jason tidak memberikan kami apa-apa” Ucap Novel menatap nyalang Daniel


“Sungguh lucu ya kalian, kalian menolak diriku karena tidak mendapat bagian ternya lucu sekali” senyum sinis begitu terlihat di wajah Daniel.


“Pikir pakai otak kalian, kalian siapa kakekku sehingga mendapatkan apa yang dia miliki. Sadar kalian hanya saudara jauh kami, tidak ada hak kalian mendapatkannya” tegas Daniel menatap kelima orang itu tanpa rasa takut.


“Aku adiknya dan keempat orang keponakannya, kenapa kita tidak mendapatkan hak kita” ucap Noval lagi.


“Hak, Om Jason dengar apa yang barusan dia bolang. Mereka mengatakan hak mereka” ucap daniel melihat Omnya yang duduk dengan diam memperhatikan dirinya.


“Hei, kau hanya adiknya saja dan perusahaan ini Kakekku sendiri yang mendirikannya tanpa campur tangan kalian. Bagaimana bisa kalian minta hak dari sini, Papaku saja yang anaknya sama sekali tidak mendapatkan apapun dari kakekku kalian yang hanya orang lain meminta hak. Tidak tahu malu sekali,” Daniel menatap dingin keduanya sambil berjalan mendekat penuh tatapan menantang dalam sorot matanya.


“Kalian tidak memiliki hak disini mengerti, ini hak ku dan Om ku Jason. Tidak ada nama kalian disini, dan aku harap kalian berlima pergi dari perusahaan ini karena telah menolak ku mengerti. Kau biang aku ingusan tadi, kemampuanmu dan kemampuanku lebih hebat diriku buktinya aku mendapatkan Sharman Group dengan mudah daripada dirimu yang mengabdi tapi perlahan menghancurkannya” Daniel mencengkram kerah baju Andra yang akan memukulnya menjauh.


“Wow, kau Andra berani juga denganku. Kau tidak memiliki ha disini mengerti. Keluar dari perusahaan milikku dan Om ku sekarang” daniel mendorong kuat kerah baju Andra membuat kelima orang itu mengepalkan tangannya menatap Daniel tidak suka


“AKU BILANG KELUAR DARI SINI” bentak Daniel menggelegar didalam ruangan itu membuat para pemegang saham yang lain terkejut memperhatikan Daniel yang ternyata bisa marah juga.


“Kak,.” Reyhan langsung berdiri mendekati kakaknya itu.

__ADS_1


Noval merasa tidak terima bukan Noval saja tapi yang lainnya juga. Tapi mau apalagi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Aturan tadi mereka diam saja menerimanya paksa daripada diusir begini.


“Kenapa melihatku seperti itu? Tidak terima aku begini kan” ucap daniel.


Mereka langsung keluar dari ruangan itu,.


“Dengarkan untuk kalian semua, apabila kalian tidak menyukai diriku atau Om ku. Kalian bisa menolaknya sekarang dan ku persilahkan untuk pergi sekarang juga. Jika tidak ada penolakan lagi makan akan ku pertegas kepemipinan di Sharman Group” ucap Daniel dengan lantang menatap yang lain.


“Aku Daniel Nandra Sharman dan Om ku Jason Ivander Sharman merupakan pemegang saham utama disini. Dan perlu kalian ketahui kami berdua Chairman di Sharman Group. Dimana Artinya Sharman Group memiliki dua pemilik perusahaan. Serta yang perlu kalian ketahui perusahaan ini akan dipimpin oleh Om Jason sebagai CEO perusahaan mengerti”


“Ada yang keberatan disini?” lanjut Daniel menatap satu persatu orang disitu.


“Tidak, tapi maaf ijinkan saya bertanya pak?” ucap salah satu orang yang ada disitu.


“Iya silahkan”


“Dia adik anda, dan merupakan keluarga dari Sharman Group. Lalu letak jabatannya dimana?” ucap karya pria itu.


“Dia, dia adikku Reyhan. Dia tidak memegang jabatan disini. Hanya orang kepercayaan diriku dan Om Jason. Ia tidak ingin fokus dengan perusahaan” jawab Daniel menatap reyhan yang melihatnya.


“Bukan begitu Reyhan,.” Ucap Daniel.


“Iya, aku tidak ingin bergabung dengan perusahaan ini. Kalian tahu sendiri aku masih muda dan aku juga seorang model. Jadi aku tidak ingin terkekang dengan perusahaan” jelas Reyhan menatap mereka semua.


“Ada lagi yang ingin mengungkapkan sesuatu?”


“Kalau tidak kalian semua bisa keluar sekarang. Rapat sudah selesai” ucap Daniel.


“Baik Pak,” semua langsung keluar satu persatu meninggalkan ruang rapat. Dan saat ini di ruangan itu hanya ada empat orang saja di ruangan termasuk sekertaris Jason.


“Daniel, Om tidak menyangka kau berani begitu dengan Om Nova. Dia termasuk kakek mu padahal” ucap jason tampak takjub dengan keponakannya tersebut.


“Biasa saja Om,.”


Pandangan Daniel menatap perempuan yang berdiri agak jauh dari Jason saat ini yang memegang tumpukan berkas ditangannya.


“Dia sekertaris mu Om?” ucap Daniel menatap sinis perempuan yang dibelakang Omnya itu.


“Iya dia bau dua bulan lebih bekerja dengan Om, ada apa” ucap Jason melihat sekilas kebelakang.


“Pecat dia,.” Mata mereka semua langsung melebar mendengar ucapan Daniel barusan. Apalagi perempuan itu yang tadinya terlihat takjub kini berubah menajamkan pandangannya.


“Apa? Yang benar saja Daniel” ucap Jason tidak percaya perkataan keponakannya itu.


“Kak, kenapa kau tiba-tiba menyuruh Om Jason memecat perempuan itu” ucap reyhan.


“Aku tidak mau tahu Om, pecat perempuan itu sekarang juga. Tidak ada kata penolakan”

__ADS_1


“Daniel, om tidak bisa langsung memecat orang tanpa alasan”


“Maaf, kau kenapa menyuruh pak Jason memecat ku. memang aku ada salah denganmu” ucap perempuan itu yang sedari tadi diam kini tidak tahan lagi dengan apa yang diucapkan pria angkuh didepannya.


Daniel menatap dingin perempuan itu,


“Kau lupa dengan kesalahanmu apa? Wanita tidak tahu sopan santu sepertimu tidak pantas bekerja disini” sinis Daniel.


“Daniel, tenanglah. Khanza tidak memiliki kesalahan apapun. Untuk apa om memecatnya”


“Oke jika Om tidak ingin menuruti ku. Sekarang Om pilih memecat perempuan ini atau pilih perusahaan ini aku jual. Bukannya dulu yang ingin mempertahankan Sharman Group ditangan kita”


Jason langsung terdiam mendengar perkataan Daniel, apa yang harus ia lakukan sekarang.


Khanza perempuan baik, kerjanya juga bagus rasanya tidak adil harus memecatnya begitu saja. Tapi ancaman Daniel membuatnya risau.


“Khanza,aku minta maaf dengan sangat. Sepertinya ini bukan pekerjaan yang cocok denganmu, maaf kamu harus ku pecat saat ini” ucap Jason merasa bersalah menatap perempuan muda yang menatapnya penuh harap mata perempuan itu berkaca-kaca tangannya mengepal.


“Pak, Pak Jason saya mohon jangan pecat saya pak. Saya butuh kerjaan ini pak” ucap perempuan yang bernama Khanza itu dia memegang erat tangan Jason memohon.


Daniel tersenyum puas,


“Kalau begitu aku permisi dulu Om” ucapnya dan langsung melangkah pergi.


Khanza yang melihat Daniel pergi langsung mengejarnya karena tidak ada harapan untuk memohon pada Jason karena semua keputusan sepertinya di pegang oleh pria angkuh bernama Daniel itu.


“Pak, pak Daniel aku mohon padamu. Jangan pecat aku, keluargaku bergantung dengan pekerjaanku ini” Khanza berlutut tepat didepan Daniel ia menangis memohon pada pria tak memiliki ekspresi tersebut.


“Minggir dari jalanku” Daniel menggeser langkahnya dan akan berjalan. Tapi langkahnya terhenti karena kakinya yang dipegangi erat dia melihat perempuan itu yang memohon dikakinya.


“Aku mohon, aku mohon pak, jangan pecat aku” ucap Khanza di kaki daniel.


Daniel hanya diam saja, dia menarik kuat kakinya dan membuat perempuan itu sedikit terjatuh dan pegangan pada kakinya terlepas.


“Kalau kau tau sopan satun diawal waktu itu aku tidak akan se benci ini denganmu.” Tukas Daniel menatap tidak perduli, dia langsung melenggang pergi meninggalkan perempuan itu yang menangis,


Tangis Khanza begitu menyayat hati, ini pekerjaannya ini harapan dirinya dan keluarganya. Tapi sekarang dia sudah dipecat, bagaimana dengan keluarganya nanti. Lagi-lagi ia kehilangan pekerjaan gara-gara pria yang sama kenapa dia selalu menemui masalah dengan pria itu. Tangan Khanza terkepal erat, rasa benci seakan masuk kedalam hatinya menatap langkah kaki Daniel yang kian menjauh.


“Kamu akan menemui akibat mu nanti tuan muda yang sombong nan arogan” sinis Khanza dengan menangis menatap Daniel yang sudah tak terlihat.


“Hey Nona, berdirilah. Sudah tidak usah menangis. Aku harap dirimu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari ini, aku minta maaf atas nama kakakku tadi” ucap Reyhan yang membantu perempuan itu berdiri setelah membantu dia langsung pergi menyusul Daniel.


“Bagi kalian orang kaya mendapatkan pekerjaan itu muda, tapi bagi kita tak semudah membalikan telapak tangan” ucap Khanza begitu miris.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2