Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 131


__ADS_3

Dena dan Dirga sedang duduk menunggu Marco dan juga Reyhan yang sedang dalam perjalanan ke bandara. Dirga duduk disebelah Dena memegangi tangan istrinya terus, sambil kakinya ia gerak-gerakan.


“sayang, kamu mau makan atau minum apa? Aku belikan” Dirga menoleh kearah Dena.


“Nggak, aku sedang tidak ingin apa\=apa”


“Kamu serius, mumpung kita belum di pesawat” tukas Dirga meyakinkan lagi.


“Serius,”


“Ya sudah, kalau tidak mau apa-apa” ucap Dirga, lalu melihat ke sekeliling yang lain.


“Dena,..” panggil seorang perempuan yang lewat didepan Dena sambil menarik koper.


Dena serta Dirga langsung melihat siapa orang itu.


“Lisa,..” ucap Dena langsung berdiri dia sedikit terkejut melihat ada Lisa temannya saat SMA dulu. Lisa adalah teman baiknya dan masih ada dua orang lagi teman baiknya. Sebenarnya Dena memiliki teman saat SMA tapi karena dia sendiri yang memutuskan menjauh dari mereka semua jadinya terlihat seperti tidak punya teman.


“Bagaimana kabarmu Dena, lama tidak ketemu. Kamu waktu itu kenapa tidak ikut Reuni?” ucap Lisa memperhatikan Dena, ia sedikit terkejut saat melihat perut besar Dena.


“Kamu hamil? Berarti kamu sudah menikah Dena? Kapan kamu nikah kok nggak ngabarin kita?” ucap Lisa lagi.


“maaf, kabarmu bagaimana?” ucap Dena singkat terkesan tidak mau menanggapi.


“kabarku baik, itu suamimu” ucap Lisa menunjuk Dirga yang masih duduk sambil memperhatikan mereka berdua.


“Iya,.”


“Kalian berdua mau kemana? Kok ada disini?”


“Mau ke Australia, kamu sendiri?”


“Aku habis pulang dari Bali Dena, kapan-kapan kita kumpul yuk sama yang lain juga. Kamu sendiri yang selalu ngilang seperti tidak ada kabarnya”


“Jangan begitu lagi,”


“Ya,.”


“kalau begitu aku pergi dulu ya, sampai ketemu nanti kalau kita bisa kumpul-kumpul” ucap Lisa sambil tersenyum.


Dena membalas senyuman itu dan hanya melihat saja Lisa yang pergi sambil menarik kopernya.


“Tadi temanmu?” tanya Dirga setelah teman Dena pergi.

__ADS_1


“Iya,.” Ucap Dena singkat dan dia duduk kembali disebelah Dirga.


Dirga hanya diam memperhatikan Dena yang diam, menatap ke depan seperti memikirkan sesuatu. Dia merasa bersalah dengan Lisa, itulah yang dia pikirkan.


...................


Akhirnya pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat di bandara Australia, mereka berempat berdiri menunggu mobil jemputan mereka. Mobil yang sudah Dirga sewa sebelumnya.


“Kamu mau apa? Sebelum kita ke rumah Opa dan Oma mu” ucap Dirga menawarkan sesuatu untuk Dena.


“Tidak, aku tidak ingin apa-apa” sahut Dena, ia mengaitkan tangannya di lengan Dirga saat ini.


“Kak, aku dan Papa pergi ke hotel saja ya?” ucap reyhan membuka suaranya.


Dirga serta Dena langsung melihat kearah Reyhan.


“Untuk apa pergi ke Hotel, tidak usah” ucap Dena menentang.


“Tidak apa, kita ke hotel saja.” Ucap Marco menimpali.


“Kenapa kau pergi ke hotel, kau takut bertemu dengan orang tua Mama” ucap Dena dengan ketus pada Papanya.


“Bukan begitu Dena, Reyhan merasa tidak enak kalau dia ke sana” ucap Marco.


“Iya, tidak apa. Meskipun aku belum pernah ketemu mereka. Aku yakin mereka akan baik padamu” ucap Dirga.


“Itu mobilnya sudah sampai. Ayo kita masuk kedalam mobil” ucap Dirga lagi saat menunjuk mobil yang mereka sewa berhenti tidak jauh dari mereka berdiri saat ini.


Mereka berempat langsung mengarah ke mobil sementara, koper-koper mereka dibawakan anak buah yang Dirga suruh sebelumnya.


...........


Daniel duduk di kursi taman rumahnya saat ini, dia melihat-lihat majalah. Sebenarnya dia disini sedikit bosan tapi mau bagaimana lagi. Dia butuh menenangkan diri, entah alasan apa yang membuatnya ingin lebih menenangkan diri padahal dulu dia tidak terlalu membenci Papanya tapi kenapa setelah Dena bilang memaafkan dan ia teringat kembali wajah terakhir mamanya itu membuat dirinya merasa tertekan dan butuh ketenangan.


Mata Daniel menatap kearah gerbang masuk dia sedikit heran, para penjaga gerbang berlarian membuka gerbang besar di rumah Opa dan Omanya ini. Kira-kira siapa yang datang.


Matanya tidak lepas dari mobil panjang yang melaju mendekat kearah dia duduk saat ini. Mobil putih panjang itu berhenti tepat didepan taman yang menjadi tempatnya bersantai saat ini.


Matanya melebar saat melihat siapa yang turun dari mobil, segera saja dia berdiri berjalan mendekat.


“Dena,..” iya itu Dirga dan Dena yang turun dari dalam mobil.


“Sedang apa kalian disini,” ucap Daniel saat sudah sampai didepan kakaknya itu.

__ADS_1


Dena diam saja menatap Daniel yang melihatnya saat ini. Tiba-tiba saja kaki Dena langsung menendang kaki Daniel membuat Daniel merasa sakit.


“Arkkh, kau apa-apa sih” kesal Daniel sambil memegangi kakinya.


“Kenapa kau pergi kesini tanpa bicara padaku maupun pada kakakmu” ucap Dirga menggantikan dena yang bertanya Dena masih terlihat kesal melihat kembarannya itu.


“Aku hanya ingin berlibur tanpa gangguan” pungkas Daniel.


“Kalian berdua turunlah,” ucap dena menyuruh kedua orang yang masih berada didalam mobil untuk turun.


Daniel terlihat heran, siapa yang disuruh turun oleh kembarannya itu.


Dan dua orang turun dari dalam mobil, saat dua orang itu turun. Semakin membuat Daniel terkejut, bagaimana bisa Papanya dan reyhan juga ikut ke sini.


“Ada tamu Daniel?” ucap Seseorang dari belakang Daniel berdiri. Itu Michel dia berjalan mendekat dan langkahnya langsung berhenti ia terpaku melihat siapa didepannya saat ini.


“Marco?” ucapnya menatap pria yang disebelah Dena.


“Kak,.” Lirih Marco saat melihat Michel.


Michel terdiam, dia masih melihat orang-orang yang datang ke rumah orang tuanya saat ini. Dia tidak menyangka orang-orang terdekat Monica bakal datang kerumahnya saat ini.


“Ayo masuk dulu, kita bicara didalam” ucap Michel, setelah mengatakan itu dia langsung pergi masuk kedalam rumah terlebih dahulu.


Marco yang melihat itu hanya menunduk merasa bersalah, Michel kakak dari Monica yang dulu kakak iparnya dan dekat dengannya. Kini menjauh seperti tidak mengenal dirinya, itu salahnya sih. Dulu saat Michel masih di Indonesia dan pria itu masih tinggal dirumahnya dan Monica dulu. ia tidak pernah menemui pria itu bahkan melarang anak-anaknya untuk menemui Michel.


Daniel melihat Omnya dan mereka berempat secara bergantian. Apa ini, apa yang terjadi nanti jika Opa, Oma dan Om Justin nya melihat ada Papanya dan juga anak Papanya tersebut.


“Kenapa Dena harus mengajak mereka kesini?” ucap Daniel didalam hati.


“Ayo masuk, kenapa pada diam saja di luar rumah begini” ucap Dirga menggandeng tangan istrinya.


“Kak, serius aku ikut masuk juga. Kakek dan nenek kakak nanti bagaimana melihatku?” ucap reyhan terlihat risau.


“Kemari,.” Ucap Dena meminta Reyhan mendekat padanya.


Reyhan menuruti apa kata Dena, dia berjalan mendekati kakaknya itu.


“Kau tidak perlu khawatir ada aku dan Dirga, jika memang mereka tidak menyukaimu” ucap dena menggandeng tangan Reyhan.


Marco menunduk diam, dia sendiri saat ini batinnya berkecamuk. Apakah mantan mertuanya itu juga akan menerima dirinya.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2