Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 144


__ADS_3

Doni duduk di meja makan bersama rekan bisnisnya dan juga anak dari rekan bisnisnya tersebut sementara Sisil sedang ada di dapur menyiapkan makanan untuk mereka semua. Mereka masih bertiga disitu, tak lama kemudian muncul Dewa yang datang dari luar rumah,


“Dewa, kau sudah datang” ucap Doni saat melihat siapa pemilik langkah kaki yang mendekat pada mereka saat ini.


Mereka berdua yang ada di meja makan bersama dengan Doni hanya melihat saja,


“Kemari Dewa, perkenalkan rekan bisnis kita yang juga teman Papa” ucap Doni menyuruh anaknya untuk mendekat. Dewa menuruti apa kata ayahnya, dia berjalan mendekati orang-orang yang ada di meja makan tersebut.


“Ini anak sulung mu Doni,?” ucap Pram saat melihat Dewa yang sudah berdiri disebelah Doni saat ini.


“Iya, ini anak sulung ku yang mengurus perusahaanku saat ini” jawab Doni.


“Kau ayah yang hebat ternyata Doni, anak-anakmu menjadi seorang yang sukses” ucap Pram tampak bangga dengan anak-anak Doni.


“Biasa saja, anakmu juga” ucap Doni merasa sungkan saat disanjung begitu.


“Dewa, duduklah kenapa diam saja. Kenalkan Dirimu” ucap Doni menyuruh anaknya itu untuk memperkenalkan diri.


“Ah iya maaf, kenalkan Om saya Radewa panggil saja Dewa” ucap Dewa memperkenalkan dirinya.


“Tidak apa Dewa, saya Pram teman bisnis Papamu dulu hingga sekarang dan ini Kelvin anakku yang bungsu” tukas Pram.


“Eh iya, dimana anak dan menantu mu kenapa belum turun” pungkas Pram saat tidak melihat Dirga ataupun Dena di meja makan.


“Emm, mereka..” Doni tampak kebingungan bagaimana menjawabnya coba. Dirga memang selalu seperti ini, dia menatap Dewa meminta bantuan pada sang putra sulung.


“Kak Dirga nggak akan turun Pa, dia tidak mau istrinya aku lihat. Semalem dia cemburu denganku, aku semalam mencoba menggoda Kak Dena, sengaja diriku melakukannya.” Ucap Kelvin yang tersenyum kecil saat mengatakan hal itu.


Semua orang yang ada di meja langsung melihat kearahnya heran.


“Apa maksudmu Kelvin?” ucap Pram tidak mengerti dengan anaknya.


“Aku kemarin mencoba membuktikan apa yang diucapkan Reyhan soal kakak iparnya Pa. Makanya aku sengaja menggoda Kak Dena melihat benarkah kak Dirga itu terlalu mencintai kak Dena” terang Kelvin memberitahukan semuanya alsan dia kemarin menggoda Dena. Itu ia lakukan karena dia teringat dengan cerita Reyhan yang selalu bilang kakak iparnya terlalu cinta dan posesiv dengan kakaknya bahkan dua orang itu sumi istri tersebut sama-sama posesiv.


“Kamu kenal Reyhan?” tanya Doni yang tidak tahu.


“Iya Om, Reyhan temanku di Jerman dulu. ia sering cerita soal kak Dena bahkan saat sudah pulang ke Indonesia saja dia masih sering menghubungiku dan bercerita tentang kedua kakaknya” pungkas Kelvin.


“Oh jadi kamu kenal Reyhan, dunia sempit sekali” ucap Dewa serta Doni hampir bersamaan.


“Begitulah, dunia ini bagaikan dau kelor ya” ucap pram.

__ADS_1


“Anakmu cemburuan sekali berarti, kalau begitu biarkan saja tidak usah mengganggunya” lanjut Pram diselingi senyuman.


Doni tersenyum kikuk, dia sebenarnya merasa tidak enak dengan rekannya itu. Tapi mau bagaimana lagi sifat Dirga memanglah seperti itu.


“Eh tunggu Don, kalau Dena kakak dari Reyhan berarti kau besanan dengan Marco Sharman?” ucap Pram menatap Doni heran.


“Iya, dia besanku sekarang” jawab Doni.


“Bukannya kalian dulu tidak akur, dan istrimu juga membencinya kan? Kenapa sekarang malah menjadi kerabat” ucap Pram heran setahunya dulu Doni dan Marco tidak akur.


“Iya itu dulu, bagaimana pun dia temanku dan juga teman Sisil.” Pungkas Doni.


“Baguslah kalau kalian tidak saling ribut seperti dulu lagi, dengan anak kalian bersatu begini membuat hubungan kalian juga semakin erat kan” ucap Pram.


“Ya,.” Jawab Doni singkat. Kelvin hanya mendengarkannya dengan mengangguk seakan mengiyakan saja. Dia tidak perlu ikut campur urusan orang dewasa, mending diam saja.


.........................


“Kau tidak akan keluar? Bagaimana kalau Papa menanyakan mu?” tanya Dena pada Dirga yang sedang duduk santai di sofa sambil menonton tv dikamar mereka saat ini.


“Biarkan saja, aku tidak perduli” pungkas Dirga.


“Tidak sopan kalau ada tamu di rumah mu, tapi kau ada didalam kamar seperti sedang tidak ada di rumah” ucap Dena pada Dirga yang duduk di sampingnya.


“ya sudah kalau kau tidak mau keluar, biar aku saja yang keluar.” Ucap dena dan langsung berdiri dari duduknya saat ini.


“Mau apa kamu keluar, disini saja. Kamu mau menemui pemuda itu, katanya kau tidak suka dengan pria tersebut” ucap Dirga menahan tangan Dena agar tidak melangkah lebih jauh lagi.


“Kau bilang kau tidak mau keluar ya sudah biar aku saja yang keluar sayang. Mereka itu tamu kita.” Ucap Dena melihat Dirga yang masih memegangi tangannya sambil diam.


“Masih tidak mau keluar, ya sudah” pungkas Dena akan berjalan lagi tapi Dirga masih menahannya dan pria itu kini ikut berdiri dengannya.


“Ayo keluar denganku, nanti pria itu menggoda mu aku tidak suka” ucap Dirga pada akhirnya mengajak Dena untuk pergi keluar bersamanya.


“Dia hanya bocah, kenapa kau sensi sekali dengannya.” Tukas Dena tiba-tiba saja tangannya terayun menyentuh wajah Dirga saat ini dia mengusap lembut wajah suaminya itu.


“Untuk apa kau mengkhawatirkan dirinya menggodaku. Aku saja tidak tertarik dengan pria genit seperti itu” ucap Dena.


Mendengar hal tersebut membuat Dirga tersenyum, dia merasa berbunga-bunga sekarang. Untunglah istrinya mengatakan hal itu membuatnya tidak takut dan curiga lagi.


..................

__ADS_1


Dena turun ke bawah saat ini bersama Dirga, suaminya itu terus memegangi tangannya erat. Menuntunnya perlahan saat menuruni tangga.


“Eh itu pasangan suami istri harmonisnya” ucap Pram saat melihat Dena dan Dirga yang sudah menuruni tangga.


Orang yang berada diruang tengah langsung melihat arah kedatangan Dena dan juga Dirga saat ini.


Dena melihat kearah Dirga memberinya isyarat untuk Dirga sekedar tersenyum atau menyapa mereka semua.


Dengan berat hati Dirga melakukannya, daripada istrinya itu marah sekarang. Memang menyebalkan.


“Dirga kenapa kau baru turun jam segini?” tegur Doni saat anak dan menantunya itu sudah berdiri didepannya.


“Maaf pa, tadi Dena perutnya keram jadi aku tidak bisa turun” pungkas Dirga berbohong.


Dena langsung melihat kearah suaminya yang menjadikan dirinya alasan, padahal yang tidak mau turun Dirga sendiri kenapa ia sekarang yang dijadikan alasan memang menyebalkan suaminya itu.


“Oh papa kira kamu malas untuk turun,”


“Nggaklah, kenapa aku ahrus malas turun”


“Siapa tahu, kamu cemburu dengan anak Om Pram”


“Kenapa..”


Ucapan Dirga terhenti saat mendengar Dena merintih sambil memegangi tangannya erat.


“Kenapa sayang,?” Dirga tampak khawatir dengan wajah Dena yang berkeringat saat ini.


“Arkk..pe..perutku sakit” ucap Dena terdengar begitu kesakitan.


“Ada apa denganmu dena” ucap semua orang yang ada disitu.


“Arkhh, Di..dirga..” Dena semakin erat memegang tangan Dirga saat ini.


“Kenapa sayang, perutmu serius sakit..ayo kita ke dokter” ucap Dirga begitu khawatir dia langsung menggendong istrinya pergi dari hadapan mereka semua yang bingung antara percaya tidak percaya.


“jangan-jangan menantu mu mau melahirkan Doni” pungkas Pram membuat mata Doni terbelalak.


“Siapa yang mau melahirkan?” ucap Sisil yang muncul dengan membawa toples cemilan ditangannya.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2