Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 140


__ADS_3

“Ini sayang,” Dirga menyerahkan es lemon tea yang baru saja dia ambilkan untuk Dena. Dena langsung mengambil itu dan meminumnya tanpa memperdulikan Dirga yang menatapnya bingung.


Dirga tengah dalam kebingungan saat ini, istrinya itu hanya diam saja membiarkan dirinya. Dena sedang marah atau apa batin Dirga.


“Sayang, kamu marah soal Clara? Itu salah paham dia yang memelukku lebih dulu aku sudah menolaknya sedari tadi. Tapi dia masih saja merayuku dan memelukku” ucap Dirga seakan mati kutu dia bingung serta cemas tentang Dena yang sepertinya amarah dengannya saat ini.


“Ah segar,.” Ucap Dena mengabaikan Dirga yang masih berdiri menatapnya.


“Sayang, ayolah jangan mengabaikan ku,” dirga menarik kursi ke depan Dena saat ini. Dia mendudukkan dirinya sendiri disitu.


“Kalian mau makan apa anak Mama,?” ucap Dena mengusap perutnya mengabaikan Dirga yang ada didepannya saat ini.


“Aissh, jangan seperti ini padaku” ucap Dirga seakan frustasi karena diabaikan oleh Dena.


“Tidak makan apa-apa ya, ya sudah pulang saja yuk” ucap Dena lagi melihat perut besarnya. Ia berdiri dari duduknya mengabaikan Dirga yang duduk didepannya saat ini.


“Ayo pulang,” ucap Dena lagi, kali ini dia menatap Dirga yang tampak frustasi.


Dirga yang tadi menunduk langsung mendongak antusias, akhirnya Dena bicara dengannya saat ini.


“Kamu mau pulang? Ayo sayang” ucap Dirga langsung menggandeng tangan Dena.


“Kamu tidak marah kan?” Dirga terlihat was-was menunggu jawaban Dena.


“Kenapa kau sedari tadi bertanya itu sih, aku bosan. Tinggal ikuti tingkahku sekarang kenapa sih tidak usah banyak bertanya aku marah atau tidak” ketus Dena menatap Dirga.


“Aku bertanya begitu, karena aku takut kamu bakal salah paham. Aku tidak bisa melihatmu marah denganku” pungkas Dirga memegang bahu Dena.


“Kalau aku tidak marah-marah atau apa berarti aku tidak marah” ketus Dena lagi.


Dirga langsung tersenyum, hatinya lega sekarang berarti Dena tidak marah dengannya saat ini.


“Iya aku minta maaf, jika aku membuatmu bosan. Ayo pulang” ucap Dirga langsung menggenggam kembali tangan Dena mengajaknya berjalan bersama.


..............


Dena sedang duduk di pinggir kolam renang bersama dengan mertuanya yang tengah berenang. Sisil walaupun sudah ibu-ibu berumur dia masih suka berenang untuk menjaga kebugaran tubuhnya sendiri. Dena sendiri tidak berenang sekarang, dia takut kalau berenang akan terjadi sesuatu dengan kandungannya jadi dia melihat mertuanya saja.


“Kamu ingin berenang nak?” tanya Sisil saat Dena hanya memasukkan kakinya kedalam kolam bermain air dipinggiran.


“ingin ma, tapi aku takut nanti kenapa-kenapa dengan kandunganku” ucap Dena


“Tidak usah takut, berenang malah membuatmu lebih aktif tidak akan kenapa-kenapa dengan kandungan mu. Kamu mau berenang biar Mama panggilkan Dirga untuk menemanimu”


“Tidak usah memanggilnya, aku berenang sendiri”


“Kenapa?”


“Kalian sedang bertengkar sekarang,”

__ADS_1


“Aku malas saja melihatnya saat ini”


“Ada apa,?” Sisil melihat menantunya itu.


“tadi kita bertemu mantannya, dia malah diam saja saat dipeluk..”


“Siapa yang diam saja sayang, kan aku sudah bilang padamu tadi kalau aku menolak pelukannya” ucap Dirga yang tiba-tiba muncul dari belakang mereka


“Kamu ini malah bertemu mantanmu tadi Dirga” langsung saja Sisil mengintrogasi anaknya itu.


“Nggak Ma, aku tadi nunggu Dena sama Reyhan yang ke supermarket terus Clara tiba-tiba datang. Main peluk aja” jelas Dirga mendekati kedua perempuan yang berbeda umur itu.


“Ya sudah jangan banyak membela diri, ini istrinya mau berenang ditemani” ucap Sisil dan langsung berdiri.


“Mama sudah berenangnya Dena, kamu berenangnya ditemani Dirga ya. Mama masuk dulu” ucap Sisil pada menantunya itu yang hanya diam.


“Kamu mau berenang?”


“ya,.”


“Berenang denganku sini” ucap Dirga mendudukkan dirinya disebelah Dena saat ini.


Dirga yang memakai celana pendek dengan kaos polos melihat kearah istrinya yang memakai kemeja putih serta rok.


“Kalau mau berenang lepas dulu roknya, berenang jangan pakai rok tidak lucu” ucap Dirga berusaha mencairkan suasana diantara dia dan Dena.


“Jadi berenang nggak?”


Dena hanya diam, melepas roknya dengan perlahan


“Bajunya begini saja” pungkas Dirga.


“Tidak dilepas juga?”


“Tidak usah,” ucap Dirga mendekatkan dirinya pada Dena membuka dua kancing bawah kemeja Dena agar perutnya tidak terlihat sesak. Dan dia juga menggulung lengan kemeja Dena keatas.


Dirga langsung masuk kedalam air lebih dulu, dia segera mengulurkan tangannya pada sang istri.


“Sini, pelan-pelan turunnya” ucap Dirga


Dena segera mendudukkan dirinya untuk turun perlahan kedalam kolam renang.


“Bagaimana? Segar?” ucap Dirga saat Dena sudah turun kedalam kolam renang saat ini.


“Ya,” pungkas Dena.


“Kamu jangan cuek begini dong, aku nggak bisa kamu cuekin begini terus” ucap Dirga melingkarkan tangannya di pinggang besar Dena.


“Aku memang begini,.”

__ADS_1


“Sayang, ayolah jangan begini denganku. Kamu mau anak kita yang disini marah denganmu karena kamu mendebat aku terus. Aku tadi tidak merespon Clara. Jangan Marah ya”


“Aku tidak marah denganmu, aku hanya kesal saja dan butuh waktu” ucap Dena.


“Ya sudah terserah dirimu, tapi kalau aku bertanya tolong dijawab. Aku tidak bisa kamu diamkan seperti ini sayang”


“Sudahlah, mau berenang”


Dena langsung pergi dari hadapan Dirga, dia berenang sedikit ketengah dan berhenti lagi. Rasanya berat perutnya. Sudahlah dia jalan-jalan dipinggir kolam saja.


“Kenapa?” ucap Dirga mendekati Dena.


“Sedikit berat,.”


“Sini, pegangan padaku” ucap Dirga mengambil tangan Dena.


°°°°°


Dirga memeluk Dena dari belakang saat mereka berdua sedang berdiri di balkon kamarnya saat ini menikmati waktu sore dan melihat matahari yang mulai terbenam.


“Perut kamu gede ya sayang,” ucap Dirga meraba lembut perut Dena.


“Dasar aneh, namanya hamil kembar yang gede lah” ketus Dena.


“Jangan ketus-ketus kenapa kalau bicara sama suami. Suaminya niat mau menggoda dipatahkan dulu sama kamu” ucap Dirga ditelinga Dena.


“Aku sedang tidak butuh godaan,” ucap dena.


“Gibran, Gian dengar apa yang Mama kalian bilang pada Papa. Beritahu Mamamu jangan ketus-ketus dengan Mama” ucap Dirga mengadu pada anaknya yang sedang dikandung Dena.


“Kenapa kamu bicara begitu dengan anak-anakku” ucap Dena yang masih dipeluk oleh Dirga.


“Bukan anakmu saja, ini anakku juga. Terserah diriku mau mengadu dengan mereka”


“Arkhh,” Dena merintih sakit.


“Kenapa?”


“perutku sedikit nyeri”


“Itu mereka protes denganmu karena kasar padaku”


“Mereka curang, berpihaknya hanya denganmu” ucap Dena cemberut membuang muka


“sudahlah jangan cemberut, jangan iri padaku” ucap Dirga tampak senang sesekali dia mencium pipi Dena.


“jangan marah denganku mengerti..” ucap Dirga tersenyum senang dia semakin mengeratkan dirinya pada Dena.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2