
Dena dam Dirga berada di dalam mobil saat ini, mobil mereka masih terparkir di parkiran Cafe Rafles. Didalam mobil mereka berdua saling diam, Dirga memang memilih diam karena sekarang dia akan mulai mencoba memberi waktu pada Dena untuk bicara dulu.
Dena merasa canggung sendiri sekarang, karena tadi dia memeluk Dirga begitu saja. Dalam pikirannya Dena sendiri menolak sikap canggungnya sekarang, karena dia sendiri yang sudah memilih untuk mencintai seseorang dan seharusnya dia sudah mulai membuka diri kepada orang tersebut bagaimanapun dia sudah menjadi suaminya. Perkara dulu, bukankah itu sudah menjadi masa lalu saat Dirga kasar padanya. Tapi kini kan dia sudah bilang cinta, masa iya Dirga akan menyakitinya. Dena terus berpikir dan bertanya-tanya dalam hatinya saat ini.
"Emm, Dirga.." panggil Dena dan melihat kearah Dirga yang langsung melihat kearahnya.
"Ada apa?" tanya Dirga.
"Kau mau ikut denganku?" ucap Dena melihat Dirga.
"Kemana?" heran Dirga.
"Ke tempat yang membuatku tenang, tempat dimana diriku bisa menjadi Dena yang sesungguhnya" lirih Dena menatap Dirga yang mengernyitkan dahi sambil menatap dirinya.
"Ayok, aku ikut kemana kau pergi." ucap Dirga menatap Dena yakin.
Dena tersenyum mendengar jawaban Dirga. Sontak saja Dirga langsung speechless melihat senyum Dena. Selain membuatnya tampak lebih cantik, ini baru pertama kalinya ia melihat Dena tersenyum saat bersamanya. Walaupun senyum itu kecil.
………………
Daniel membawa Reyhan ke rumah sakit, karena kakinya yang terluka sehabis menolong dirinya tadi.
Mobil sport milik Daniel berhenti di depan rumah sakit Regal Hospital, dia segera turun dari mobil begitu juga dengan Reyhan yang perlahan turun.
Daniel segera menghampiri Reyhan membantu pemuda itu untuk berjalan.
"Kau ternyata perhatian juga denganku kak," ucap Reyhan tersenyum pada Daniel saat kakaknya itu membantu dirinya berjalan masuk ke rumah sakit.
"Kau bisa diam tidak, kalau bukan karena balas budi. Aku tidak sudi perduli denganmu" ketus Daniel melihat Reyhan yang tersenyum melihatnya.
Daniel berjalan dengan membantu Reyhan, mereka berjalan perlahan masuk.
Saat sampai di IGD, Daniel menaruh reyhan disitu. Dan datang seorang dokter tampan.
"Ada yang bisa dibantu,?" tanya orang itu yang ternyata Hanafi.
"Ini adik saya, habis terserempet motor" ucap Daniel melihat Reyhan. Dengan terpaksa dia bilang kalau Reyhan adiknya.
Hanafi melihat kaki Reyhan yang memang mengeluarkan darah, karena bisa dilihat juga kalau kulitnya sobek. Sebelum datang ke rumah sakit tadi Daniel sudah terlebih dahulu membalut luka Reyhan dengan perban darurat yang selalu ada di mobilnya. Namun itu tidak bertahan lama, luka Reyhan masih mengeluarkan darah sehingga butuh penanganan.
"Aku harus ke rumah untuk melihat barang-barang yang ku datangkan ke Green House. Tapi bagaimana dengan bocah menyebalkan itu" ucap Daniel dalam hati sambil melihat Reyhan yang masih dijahit lukanya oleh Hanafi.
"Apa aku hubungi Dena saja" lanjut Daniel lagi.
__ADS_1
Pada akhirnya Daniel memutuskan untuk menghubungi Dena biar Dena saja yang menunggu serta mengantar Reyhan pulang. Dia benar-benar tidak bisa sekarang.
………………
Saat ini Dena terus memperhatikan Dirga yang sedang menyetir, tangannya digenggam erat.
"Jangan melihatku terus, kau sudah terpesona ya denganku" ucap Dirga sedikit menggoda.
"Kalau kau sudah terpesona denganku, kenapa kau susah sekali bilang cinta padaku saat ini" ucap Dirga lagi memperhatikan Dena.
"A..aku su.." ucapan Dena terhenti karena Hp miliknya berbunyi.
Dena segera melepaskan tangannya dari tangan Dirga mengambil Hp miliknya. Dia melihat kearah layar Hp siapa yang menelponnya saat ini. Dirga memperhatikan Dena yang sedang mengangkat telpon.
"Iya Daniel, ada apa?" ucap Dena saat mengangkat panggilan itu.
"Apa? Reyhan kecelakaan. Dia di rumah sakit mana sekarang?" ucap Dena tampak terkejut. Dirga yang mendengar itu langsung melihat Dena yang menjadi sangat khawatir.
"Baiklah, aku ke sana" lanjutnya
"Ada apa?" tanya Dirga pada Dena saat perempuan itu sudah menutup telponnya.
"Reyhan kecelakaan, tolong antar aku ke rumah sakit Regal ya" ucap Dena pada Dirga.
Niat mereka yang tadinya mau pergi ketempat Dena mengajaknya harus tertunda karena mendapat kabar kalau Reyhan kecelakaan.
Dirga mengambil tangan Dena lagi, memegang tangan itu.
"Kau tidak usah khawatir, dia pasti baik-baik saja" ucap Dirga berusaha membuat Dena tenang.
"Aku minta maaf,"bukannya menjawab ucapan Dirga, Dena malah meminta maaf pada Dirga.
"Soal, aku tidak jadi mengajak dirimu ketempat yang membuatku bisa tenang"
"Tidak apa, kau bisa mengajakku lain kali" ucap Dirga santai tidak masalah dengan itu.
Dirga kembali fokus menyetir, dan tangannya yang satu masih memegang tangan Dena. Dia merasa senang memegangi tangan mungil nan halus itu.
………………
Mobil Dirga sudah sampai di rumah sakit Regal, Dena dan Dirga segera turun dari mobil. Dena berjalan mendekati Dirga dan melihat Dirga yang menatap lurus ke depan melihat rumah sakit tersebut.
Sebuah rumah sakit yang baru didirikan beberapa tahun. Melihat itu Dirga seakan terpukau.
__ADS_1
"Besar juga ternyata rumah sakit ini, tidak sia-sia aku melakukan kerja sama" ucap Dirga sembari mengingat soal kontrak kerjanya tadi dengan Regal Departemen.
"Ayo masuk" ucap Dena saat Dirga masih terpukau.
"Oh iya ayo masuk" ucap Dirga setelah sadar dari keterpukauan dirinya. Dia langsung mengambil tangan Dena menggandengnya untuk berjalan bersama.
"Kenapa diam?" ucap Dirga saat Dena berhenti dan terdiam.
"Tidak, ayo" ucap Dena akhirnya berjalan dengan Dirga.
Mereka berdua berjalan mengarah ke IGD, untuk melihat Reyhan yang masih berada di sana.
"Daniel, Reyhan" panggil Dena saat dia sudah sampai di IGD melihat Daniel yang duduk di kursi sedikit jauh dari bankar Reyhan.
Daniel langsung melihat kearah Dena yang datang bersama Dirga. Begitu juga Reyhan yang melihat kedatangan kakaknya.
"Kak,." ucap Reyhan terkejut saat melihat kedatangan Dena. Karena dia tidak tahu kakaknya itu tahu darimana, apa kakaknya Daniel yang memberitahu.
"Bagaimana kau bisa kecelakaan?" tanya Dena mendekat kearah Reyhan.
"Itu, menolong kembaran mu yang bodoh" ucap Reyhan sambil menatap Daniel yang sudah berdiri di samping Dirga.
"Jaga mulutmu" ketus Daniel.
"Memang benarkan" ucap Reyhan.
Daniel hendak mendekat ke Reyhan dia kesal sekarang dengan pemuda itu. Dirga langsung menghalanginya.
"Sudahlah kalian bertengkar saja. Kau sudah selesai di obati kan. Ayo kita pulang" ajak Dirga.
"Baguslah, kalian sudah datang. Bawa bocah itu pulang. Aku sedang sibuk," ucapnya Daniel.
"Kak, aku pergi dulu" pamitnya pada Dena dan dia langsung pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Pergi kemana?" teriak Dena saat Daniel sudah melangkah pergi.
"Ke Green House. Barang-barang ku sudah datang di sana" ucap Daniel dengan keras. Dia melangkah menjauh pergi.
"Ayo," ucap Dirga pada Dena. Dirga sudah membantu Reyhan berdiri, dan mengajaknya berjalan. Dena langsung mengangguk dan mengikuti Dirga dan juga Reyhan yang dibantu berjalan oleh Dirga.
°°°
T.B.C
__ADS_1