Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku
Ep 31


__ADS_3

Dena sudah duduk di ruang makan, padahal baru saja Dirga akan membangunkan Dena untuk makan. Tapi perempuan itu tiba-tiba saja saat ia berbalik ke meja makan sudah ada Dena di situ.


"Dena makan yang banyak ya nak," ucap Sisil sambil mengambilkan nasi untuk Dena.


"Iya Ma," ucap Dena singkat.


Dirga sedari tadi melihat kearah Dena yang duduk di sebelahnya, dia juga melihat kearah Dewa yang duduk di depannya. Entah kenapa ia merasa curiga dengan kakak dan istrinya itu. Mereka sepertinya dulu saling mengenal tapi sekarang kenapa mereka seperti orang yang tidak kenal satu sama lain.


Dena menghentikan kegiatan makannya. Dia langsung menatap kearah Dirga, yups benar ia menyadari sedari tadi Dirga memang melihat kearahnya entah kenapa Pria itu terus-terusan melihatnya. Apa pria di sebelahnya tengah merencanakan sesuatu,


"Dirga, mama seneng deh sekarang. Semenjak kamu menikah dengan Dena kamu jarang sekali keluar malam, mama Jadi senang" ucap Sisil sambil tersenyum bahagia menatap putra bungsunya dan Dena.


"Mama bisa aja" ucap Dirga seakan bercanda.


"Dena, Dirga nakal tidak sama kamu. Kalau dia nakal sama kamu bilang sama Papa sama Mama ya" ucap Doni memperhatikan anak dan menantunya itu.


"Aku sudah selesai makan" ucap Dewa tiba-tiba dan membuat semua orang langsung menatapnya. Bagaimana bisa Dewa sudah selesai makan malam, sedangkan makan malam baru di mulai.


"Cepet banget nak," ucap Sisil melihat piring putra sulungnya itu yang memang sudah kosong.


"Iya ma, Pa. Aku ke kamarku dulu ya, pekerjaanku menumpuk" ucap Dewa langsung pamit pergi.


Dewa langsung pergi begitu saja dari meja makan, tapi dia sebelum pergi melihat dulu ke arah Dena yang tidak perduli sama sekali dengannya. Sementara Dirga menyadari kalau kakaknya itu sedari tadi melihat kearah istrinya.


Dena memakan makanannya, dan kini meja makan itu tampak sepi hanya dentingan sendok saja yang saling bersahutan satu sama lain.


………………


Dirga di dalam kamarnya melihat Dena yang hanya diam saja duduk di sofa.


"Halo Daniel," terdengar suara Dena yang menjawab panggilan dari kembarannya.


"Halo, tadi kamu pagi habis dari rumah?" tanya Daniel pada Dena.


"Iya," jawab Dena singkat.


"Kenapa kamu ke rumah?Kamu tadi bertengkar dengan perempuan ular?"


"Begitulah," sahut Dena.


"Kak, aku dengar kamu meminta surat rumah sama surat panti pada Papa?benar begitu?"


"Iya, dari siapa kau mengetahuinya?"

__ADS_1


"Aku tadi tidak sengaja mendengar Papa bertengkar dengan istrinya" ucap Daniel memberitahukannya.


"Oh, besok kamu bisa bertemu denganku?Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan padamu" ucap Dena pada Daniel.


"Akan aku usahakan kak, memangnya apa yang ingin kamu bicarakan padaku?"


"Besok saja aku bicarakan padamu," ucap Dena sambil memperhatikan Dirga yang ternyata sedari tadi diam-diam mencuri dengar percakapannya dengan Daniel.


"Aku tutup ya, sampai bertemu besok" ucap Dena lalu mematikan Hpnya.


Dena lalu berdiri melihat Dirga yang melihatnya.


"Kenapa kau melihatku seperti itu?" ucap Dena pada Dirga.


"Salah memang?mata-mata ku terserah diriku mau melihat siapa" ucap Dirga.


Dena hanya diam saja lalu dia berjalan pergi ke kamar mandi, meninggalkan Dirga yang menatapnya.


Dirga berjalan kearah sofa tempat dimana Dena duduk tadi, dia mengambil dua koper Dena dan menariknya kearah lemarinya saat ini.


"Perasaan aku pernah bilang pada perempuan itu untuk menaruh pakaiannya di lemari, apa aku salah waktu itu, apa aku belum mengatakannya.?" ucap Dirga pada Dirinya sendiri.


Dia lalu membaringkan tubuhnya di kasur,


Dirga merasa kesal sendiri dengannya saat ini.


Dia menendang-nendangkan kakinya kesal.


"Dirga sadarlah, kenapa kau ingin tahu sekali dengan perempuan itu" kesuh Dirga pada dirinya sendiri.


Dena keluar dari kamar mandi sudah lengkap mengenakan bajunya, ia berjalan hendak kearah sofa tetapi ia melihat Dirga yang duduk menonton TV di tempatnya itu.


"Kenapa kau di situ, pergi. Aku mau tidur" ucap Dena datar memperhatikan Dirga yang langsung melihatnya.


"Terserah diriku mau dimana, aku mau menonton Tv. Kau tidurlah di sana?" ucap Dirga sambil menunjuk tempat tidurnya


"Aku tidak mau, ini tempatku tidur" ucap Dena duduk di sebelah Dirga.


Dirga memperhatikan Dena yang menurutnya tidak takut sama sekali padanya,


"Kau daripada disini lebih baik beresi koper mu itu, masukkan bajumu ke dalam lemari" ucap Dirga menyuruh Dena untuk memasukkan pakaiannya ke dalam lemari.


Dena melihat kearah Dirga tidak percaya, beberapa hari ini pria itu sedikit baik padanya kenapa sikap pria itu berubah.

__ADS_1


"Kau menyuruhku, untuk memasukkan baju milik ku kedalam lemari mu?" tanya Dena masih kurang percaya dengan perkataan Dirga.


"Tidak ada pengulangan" sahut Dirga kembali fokus memperhatikan Tv.


Dena langsung berdiri, anggap saja ini keberuntungannya memiliki lemari. Walaupun harus berbagi lemari dengan Dirga yang menyebalkan itu.


°°°°°


Dena bangun dari tidurnya saat ini, dia melihat Dirga yang tertidur di sofa yang biasa menjadi tempat tidurnya. Semalam ia memutuskan memang untuk tidur di tempat tidur Dirga karena pria itu terus saja memaksa alasannya karena ia mau menonton tv jadi terpaksa sudah Dena harus tidur di tempat tidur.


Dena berdiri turun dari ranjang, ini sudah pagi dan dia harus membuka tirai penutup jendela. Dena berjalan mendekati jendela, membuka tirai-tirai jendela itu.


Dena memperhatikan Dirga saja di sana,


"Apa Pria itu tidak bekerja?" heran Dena melihat Dirga yang masih lelap tertidur.


Dirga menggeliat di sofa, ia lalu merentangkan tangannya dan perlahan matanya terbuka. Dia melihat Dena yang berdiri sambil menatapnya.


"Kenapa kau melihatku begitu?" tanya Dirga saat melihat Dena yang memperhatikannya.


"Kau tidak bekerja" ucap Dena langsung.


"Sebentar lagi," ucap Dirga lalu duduk di sofa.


Setelah mendengar jawaban Dirga itu, Dena langsung berjalan menuju kamar mandi karena hari ini ia harus bertemu dengan Daniel untuk membicarakan masalah panti kedepannya.


Baru saja Dena akan berjalan kearah kamar mandi, Dirga sudah menghentikan langkahnya dengan ucapan pria itu.


"Kau nanti mau kemana?" Tanya Dirga sambil berdiri dari duduknya.


"Kenapa kau bertanya padaku, soal aku mau kemana?" heran Dena melihat Dirga yang berjalan kearahnya.


Dirga diam, seperti berpikir akan menjawab apa pada Dena.


"Tidak ada yang perlu kau jawab?Kalau tidak ada aku akan pergi mandi" ucap Dena memperhatikan Dirga yang diam.


"Aku hanya ingin tahu saja kau pergi kemana, untuk jaga-jaga kalau mama bertanya padaku" ucap Dirga beralasan.


"Bilang saja aku kemana terserah dirimu" ucap Dena lalu berjalan pergi ke kamar mandi.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2